Aliran Rasa Tahap Telur
Alhamdulillah, pekan ini adalah pekan terakhir kami berada di tahap telur. Tahap telur yang dimulai dari telur hijau, telur merah, telur orange dan ditutup dengan peta belajar semuanya memiliki cerita sendiri dalam pengerjaan jurnalnya.
Adapun jurnal tahap telur dapat dibaca di
Perjalanan telur hijau dimulai dengan melacak semua kegiatan seorang wanita sebagai diri pribadi, seorang istri dan seorang ibu. Menemukan diri bukan berarti hanya menemukan potensi kekuatan saja, tetapi juga sama pentingnya untuk menemulan keterbatasan diri kita. Setiap makhluk diciptakan dengan kekuatan dan keterbatasan. Sebuah quote bertuliskan : “FOKUS PADA KEKUATAN DAN SIASATI KETERBATASAN”
Selanjutnya tahap telur merah, perjalanan di tahap telur ini mengidentifikasi kebutuhan belajar kita untuk berproses menjadi telur yang harus kuat, cukup kuat untuk menjadi telur yang menetas menjadi kupu-kupu yang cantik.
Aktivitas yang bisa dan kita suka kita masukkan ke dalam pelacakan keterampilan. Jangan lagi menjadi aktivitas yang biasa-biasa saja, sekedar tuntas tanpa makna. Buat aktivitas yang berbasis kebahagiaan menjadi satu tingkat terampil dan cekatan.
Dari satu aktivitas bisa kita tingkatkan keterampilannya apalagi dengan banyak aktivitas. Maka itu kita harus fokus dan berpegang kepada 4 kuadran The Eisenhower Matrix
Penting dan Mendesak (Kerjakan terlebih dahulu)
Penting dan Tidak Mendesak ( Jadwalkan)
Tidak penting dan mendesak (Delegasikan)
Tidak Penting dan tidak mendesak (Hapuskan)
Selanjutnya di tahap telur orange ialah mencari ilmu yang bisa digunakan di telur merah. Saya menuliskan ada 4 ilmu yang akan saya pelajari dan menjadi prioritas dalam kelas bunda cekatan ini.
Setelah semua jurnal tahapan telur selesai, terakhir tugas yang diberikan magika ialah membuat peta belajar. Peta belajar ini erat sekali hubungannya dengan telur orange. Materi dan diskusi yang diberikan oleh magika dan kunang-kunang sangat mambuka wawasan saya. Banyak sekali rasanya ilmu yang belum dipelajari. Tapi saya ingat kembali, saya harus fokus dan menentukan prioritas ilmu yang akan dipelajari dan dikuasai.
Selama materi peta belajar berlangsung, magika dan para kunang-kunang bahkan memberikan waktunya untuk kami para mahasiswi agar dapat mengikuti diskusi dan sharing tentang peta belajar yang yelah dibuat. Alhamdulillah saya bisa mengikuti zoom sesi kedua di sore hari. Setelah mengikuti zoom tersebut sedikit banyak menambah insight bagi saya. Terima kasih magika hamidah, kunang-kunang ika dan iqiq atas sharing materi dan pengalaman. Semoga ilmunya berkah.
Demikianlah sedikit rasa yang dapat saya alirkan selama mengikuti tahap telur ini. Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya. Tetap semangat.
Yetti Febriani
Mahasiswi Buncek #3
Komentar
Posting Komentar