Bunda Cekatan Batch #3 : Telur Merah

 


Perjalanan Telur Merah ku


Menulis jurnal pekan ini sangat membuat bersemangat. Menyimak cerita dari magika secara langsung dari Tangkahan, Langkat, Sumatera Utara sangat seru. Suasana berupa sungai yang terlihat jernih dan suara sungai yang gemericik membuat saya gagal fokus.


Pada awal cerita magika mengulang kembali bahwa telur hijau adalah aktivitas, bukan keterampilan, bukan pula peran yang dijalankan. Misal aktivitasnya berkomunitas, mengapa suka dengan kegiatan berkomunitas?, Tentang apa? Karena kegiatan apanya? Atau peran yang mana? Itu yang perlu digali lagi. 


Di telur hijau ada empat kuadran yang dibuat kategori. Di bunda cekatan ini belajar untuk meningkatkan keterampilan dari aktivitas yang disukai dan membuat bahagia. 


Seorang pembelajar mandiri tahu bahwa hasil pilihan belajarnya memiliki konsekuensi. Maka harus digali lagi strong why atas aktivitas dan keterampilan yang dipilih. Refleksikan selalu mengapa kita memilih ini.

Di tahap telur ini mengidentifikasi  kebutuhan belajar kita untuk berproses menjadi telur yang harus kuat, cukup kuat untuk menjadi telur yang menetas menjadi kupu-kupu yang cantik. 


Aktivitas yang bisa dan kita suka kita masukkan ke dalam pelacakan keterampilan. Jangan lagi menjadi aktivitas yang biasa-biasa saja, sekedar tuntas tanpa makna. Buat aktivitas yang berbasis kebahagiaan menjadi satu tingkat terampil dan cekatan.


Dari satu aktivitas bisa kita tingkatkan keterampilannya apalagi dengan banyak aktivitas. Maka itu kita harus fokus dan berpegang kepada 4 kuadran The Eisenhower Matrix

  1. Penting dan Mendesak (Kerjakan terlebih dahulu)

  2. Penting dan Tidak Mendesak ( Jadwalkan)

  3. Tidak penting dan mendesak (Delegasikan)

  4. Tidak Penting dan tidak mendesak (Hapuskan)

Kuadran ini dapat digunakan untuk memfokuskan keterampilan yang kita butuhkan. 


Keterampilan yang akan dilatihkan dalam kuadran penting adalah maksimal 5. Telur merah adalah cara kita memberi makna pada telur hijau agar tumbuh terampil dan bermanfaat. Mengapa penting saja tidak harus mendesak?keterampilan yang mendesak adalah keterampilan yang memerlukan batas waktu. Sementara keterampilan yang penting ialah keterampilan yang kita butuhkan, kita anggap penting karena memberikan perubahan yang signifikan dalam jangka panjang. 


Keterampilan yang penting ialah keterampilan yang kita butuhkan, penting bagi kita belum tentu penting bagi orang lain dan sebaliknya. 


Diakhir videonya magika Hamidah menyampaikan waktu kita terbatas lalu tentukanlah prioritas. Dalam sekali kalimatnya dan terus terang membuat saya berfikir dalam untuk menggali dan mengisi telur merah saya.


Lalu saya memulai mengidentifikasi telur merah dengan membuat keterampilan yang akan saya tingkatkan atau saya tambahkan dari telur hijau yang saya buat di jurnal sebelumnya, sebagai pengingat inilah bagan telur hijau saya.



Adapun keterampilan yang akan ditingkatkan ialah sebagai berikut :



Maka berdasarkan penjelasan magika dan dari bagan keterampilan diatas, berikut bagan mengenai empat kuadran prioritas yaitu :



Setelah membuat empat kuadran tersebut, maka didapatlah beberapa kegiatan yang penting dan mendesak lalu harus saya latihkan keterampilannya dan menjadi telur merah saya. Bismillahirrohmaanirrohiim, inilah telur merah saya yang akan saya latihkan lebih dalam lagi sehingga kelak akan berguna bagi diri saya.


Semoga telur merah ini bisa menjadi acuan dan menambah cuan saya dalam meningkatkan lagi dari yang tadinya tidak tahu menjadi tahu dan belum mahir menjadi mahir. Semangat untuk selalu meningkatkan kualitas diri dan selalu semangat untuk selalu belajar apapun itu.


Salam Bunda Cekatan #3

Yetti Febriani

#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#lacakkekuatanmu
#jurnalmaintelurmerah

#1dekadeibuprofesional #KelasLiterasiIbuProfesional #ibuprofesional2021 #ibuprofesionalforindonesia #semestakaryauntukindonesia #womenincooLABoration #IP4ID2022 #klip2022mengantarcahaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF