Ketika Rindu Menyapa
Ketika Rindu Menyapa
Jangan Rindu, Ini berat.
Kau tak akan kuat, biar aku saja
-Dilan-
Belum 24 jam berpisah dengan aa kyo rasanya rindu sekali. Aa kyo sahabat bunda berbagi cerita, aa kyo anak yang soleh yang selalu bantuin bunda di rumah, aa kyo yang selalu menyenangkan hati bunda. Aa kyo yang sayang sama adik-adiknya dan disayangi adik-adiknya.
Kita tertawa bersama, menangis berdua lalu tertawa kembali. Seperti itulah, mungkin karena kita sama-sama anak pertama, Jadi sama-sama keras kepala. Kadang kita juga beradu argumen yang endingnya pasti sama-sama membuat kita berdua menangis dan berpelukan.
Beberapa hari sebelum keberangkatan aa, aa selalu menangis. Hal yang sama sebetulnya yang bunda rasakan. Ingin juga rasanya bunda menangis. Tapi kalau bunda ikutan menangis, kuatirnya aa tambah berat berpisah dari bunda.
Oya bunda dan ayah juga sudah berusaha memenuhi keinginan aa untuk family time ke Balikpapan. Kita juga sudah makan mie yamien berdua di jembatan 10 Rawalumbu. Ya.. cuma berdua aja, permintaan aa se simpel itu. Sambil menikmati mie yamien, aa bercerita kalau masih mengingat pernah diajak bunda makan mie ayam waktu kelas 2 SD. MasyaAllah nak..
Kalau bunda ingat kembali ada beberapa momen yang rasanya membuat bunda mendadak lemas. Waktu aa kelas 3 SD aa diharuskan operasi amandel dan pas banget ayah sedang berada di luar kota. Bunda cemas sekali sampai menangis, bunda takut banget mendengar kata ' operasi'. Alhamdulillah aa hebat bisa melewati masa itu. Alhamdulillah kita hebat ya a.
Selanjutnya kejadian yang membuat lemas yaitu ketika aa mau dikhitan. Padahal bunda tahu kok suatu saat anak laki-laki bunda harus dikhitan. Tapi tetap aja bunda ga sanggup mendampingi, lemas rasanya. Sebelum dikhitan, aa memeluk bunda dan menangis. Alhamdulillah aa juga bisa melewati semuanya dengan baik.
Bunda berdoa kepada Allah agar bunda masih bisa mendampingi aa ketika aa masuk ke masa baligh. Alhamdulillah doa bunda terkabul aa langsung menceritakan apa yang aa alami dan lanjut cerita kepada ayah. Untungnya aa sudah dibekali ilmunya.
Ah tadinya bunda menulis ini sambil cirambay alias keluar air mata. Tapi setelah bunda menuliskan tentang aa membuat bunda lega. Semoga aa selalu mengedepankan adab yang baik kepada para asatidz, semoga aa betah di pondok, semoga lancar sekolahnya, befkah ilmunya, semoga aa bahagia dengan pilihan aa.
I love u aa kyo
Bandung, 3 Juli 2022
Pukul 2.31 wib


Komentar
Posting Komentar