Tahap Kupu-kupu : Cerita 5
Cerita Kupu-kupu
Pekan Kelima
Pekan kelima ini terus terang sebagai mentee saya merasa tertatih-tatih dalam program mentorship ini. Hal ini dikarenakan saya sedang mudik dan memiliki kendala dalam hal peralatan baking. Terlebih tante saya tidak memiliki oven untuk praktek membuat roti. Padahal saya sudah membawa roll pin dan silikon mat.
Jadi mudik kali ini adalah dalam rangka mengantar anak sulung saya untuk meneruskan sekolahnya di pondok pesantren di subang. Perjalanan pertama kami dari Samarinda menuju bandara Balikpapan kami lakukan sabtu pekan lalu. Lalu kami tinggal di rumah tante saya di Bekasi karena memang ada yang harus diurus.
Lalu sabtu ini perjalan kami berlanjut ke Bandung. Selama di Bandung ini kami menginap di rumah orang tua kami. Selain merasa tertatih-tatih saya juga merasa tidak fokus karena ada beberapa perlengkapan yang harus disiapkan untuk anak saya.
Disisi lain saya bahagia bisa bertemu dengan keluarga besar. Maklum saja sejak pandemi kami memang baru kali ini berani untuk melakukan perjalanan ke luar pulau kalimantan.
Duh sepertinya curcolan saya kepanjangan. Semoga magika dan kunang-kunang betah ya membaca tulisan saya ini. Kurang lebih seminggu lagi saya akan berpisah dengan anak sulung saya. Tiap hari menguatkan diri agar saya bisa kuat. Rasa-rasanya saya belum pernah berpisah jauh dengan aa kyo. Ada beberapa malam memang saya tidak bisa bersama aa kyo yaitu ketika melahirkan adiknya yang kedua, ketiga dan keempat ditambah satu kali ketika saya keguguran dan harus dikuret dan mengharuskan saya untuk menginap di rumah sakit.
Sepertinya harus saya stop ceritanya takut berlarut-larut baper nantinya. Kembali ke cerita mentorship. Alhamdulillah setelah mengikuti live magika saya langsung menghubungi mentor untuk melakukan false celebration. Ternyata mentor saya menjadwalkan untuk melakukan panggilan video hari Jumat pukul 13.00 wib bersama mentee lainnya yaitu mira.
Saya dan mentor memang selalu melakukan panggilan video setiap pekan. Ditambah dengan berbalas pesan dalam rangka program ini. Saya merasa beruntung bertemu dengan mentor yang tepat dan selalu berbagi ilmu.
Sedangkan dengan kedua mentee saya tidak dapat melakukan panggilan video bersama karena belum adanya waktu yang pas. Tidak apalah yang penting kami bisa fokus melakukan false celebration dan devil's advocate.
Semangat untuk saya sendiri dan untuk mentor serta kedua mentee saya. Semoga kita bersama bisa menjadi kupu-kupu yang indah.
#institutibuprifesional
#hutankupucekatan
#tahapkupukupu
#falsecelebration
Komentar
Posting Komentar