Tahap Kupu-kupu : Cerita 1

 


Tahap Kupu-kupu 

Cerita 1


Assalamu'alaikum wr wb.


Waaah alhamdulillah lega kemarin telah melewati masa kepompong lalu libur lebaran dan  sekarang kami sudah masuk ke tahap kupu-kupu. Di tahap ini tidak kalah serunya loh dengan tahap sebelumnya. Tanggal 16 Mei 2022 pukul 14.00 WIB yang lalu adalah pertemuan kami bersama magika untuk pertama kali setelah liburan lebaran. 


Kami dibuat terkejut dan speechless loh. Eh kami, saya aja sepertinya. Fitur program mentorship telah ditambahkan ke Hutan Kupu-Kupu Cekatan #3 sehingga kami bisa mendapatkan dukungan dari atau memberikannya kepada sesama penjelajah. Minggu pertama pertemuan ini kami diajak untuk memiliki personal branding dengan membuat Curriculum Vitae yang lalu akan kami unggah ke album di facebook group Hutan Kupu-kupu Cekatan. 


Membuat Curriculum Vitae

Ketika membuat  curriculum vitae Saya agak merasa bingung, kemampuan mana ya yang akan saya pilih dari beberapa kemampuan yang saya miliki. Sempat sih merasa tidak mempunyai kemampuan yang layak untuk dibagikan. Tapi show must go on, kalau saya skip di tahap ini berarti saya gagal di kelas bunda cekatan ini. 


Bismillah saya membuat CV yang sesuai dengan kemampuan saya dan berusaha percaya diri bahwa saya bisa membuat CV yang menunjukkan personal branding saya. Dijelaskan bahwa CV yang kita buat tersebut memuat personal details, highlights, skill and abilities, experience


Lalu tibalah bermunculan CV para teman-teman kupu-kupu lainnya. Muncul lagi perasaan tidak percaya diri atau bahkan memang sedikit minder melihat tayangan CV kupu-kupu lainnya. Tapi mungkin itu perasaan negatif saya saja. Seperti apa yang dikatakan magika bahwa masing-masing kupu itu unik dan memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar sesuai spektrum warna masing-masing.


Ah, sedikit banyak saya mulai mengumpulkan perasaan percaya diri dan yakin bahwa saya bisa dan harus berpikiran positif kedepannya. Yang penting sudah selesai mengunggah CV dan mulai deh melihat satu demi satu target teman kupu-kupu untuk saya lamar menjadi mentor. 



Pertemuan dengan Mentor

Pekan kedua tanggal 23 Mei 2022 kami menyimak cerita pertama mengawali program mentorship bersama Magika - Hamidah Rina Mantiri tentang kepak sayap pertama kupu-kupu muda di Hutan Kupu-kupu Cekatan. 


Kami juga diajak untuk menemukan CV yang sesuai dengan peta belajar dan hati kami lalu menyiapkan portofolio untuk dasar meminang Mentor. Portofolio belajar berisi deskripsi diri secara visual terkait peta belajar, proses belajar di tahap Ulat dan dokumentasi belajar atau hasil karya latihan selama tahap kepompong.


Pada Selasa, 24 Mei 2022, pukul 10.00 WIB Kami bersiap meminang mentor lewat gform. Dari pagi hari WAG Pandurata Etam sudah ramai dengan percakapan memilih mentor ini. MasyaAllah saya yang memang berdoa dari hari senin meminta dimudahkan oleh Allah SWT dalam meminang mentor yang sesuai dengan peta belajar saya. 


Maka ketika pas pukul 10.00 wib atau 11.00 wita di Samarinda. Saya dan teman-teman langsung membuka link gform yang sudah disediakan oleh tim bunda cekatan. Mungkin karena traffic, saya mencoba sampai empat kali dan gagal membuka link mencari mentor tersebut. Alhamdulillah setelah membuka link yang kelima kalinya, saya bisa mengisi link tersebut. 


Alhamdulillah memang setelah CV beredar di album memasak, saya sudah mendapatkan target mentor yang saya inginkan. Saya simpan CV beliau di gallery hp saya dan ketika mengisi link saya dapat mengisi dengan lancar bahwa mentor yang saya inginkan berasal dari grup 8 Anindira. Namanya ialah mba Rizka Kirana Wulan. 


Lalu saya membuka form rekap dan alhamdulillah belum ada yang meminta mba rizka menjadi mentor. Setelah mengamankan link saya langsung menghubungi beliau via messengers dan memperkenalkan diri saya dan meminang beliau untuk menjadi mentor. Saya lalu meminta nomor WA beliau untuk memudahkan dalam berkomunikasi. 


Alhamdulillah mba rizka baik banget, beliau langsung menerima saya loh. Setelah itu saya langsung mengirimkan portofolio belajar saya sebagai bahan diskusi nantinya. 


Ternyata eh ternyata kami memiliki kesamaan yaitu sama-sama punya 4 anak. Hoho keluarga besar ya kita. Mengapa saya memilih mba rizka menjadi mentor karena mba rizka pandai dalam baking apalagi membuat roti. Baking ini memang masih menjadi PR buat saya.


Beberapa hari ini kami masih saling mengenalkan diri kami masing-masing dan kegiatan yang kami lakukan sehari-hari. Bagai oase di tengah gurun, mba rizka mengatakan kepada saya : " Nanti kita belajar bareng ya mba.. " MasyaAllah menyejukkan saya yang agak kurang percaya diri ini. 



Pertemuan dengan Mentee Pertama

Setelah lega karena telah mendapatkan mentor, saya kembali merasa deg-deg an. Apakah ada yang akan menjadi mentee saya? Apakah saya bisa menjadi mentor? Nah mentee pertama saya ini sebetulnya adalah mba yang saya kagumi. Karya bakingnya keren-keren dan menggiurkan. 


Kami kenal pertama kali ketika di keluarga baking. Sejak saat itu saya sering stalking medsos beliau. Namanya sherley tadinya saya ingin melamar beliau menjadi mentor, tapi sayangnya belum beriringan dengan peta belajar saya. Mungkin nanti diluar hutan saya ingin belajar hal lainnya dari mba sherley. 


Asli saya kaget ketika sesembak menghubungi saya dan melamar saya menjadi mentornya. Tanpa ragu saya iyakan mba sherley menjadi mentee saya. Lalu ia pun menyerahkan portofolionya. 


Lalu penasaran donk, mengapa mba sherley memilih saya? Ternyata mba sherley ingin bisa membuat masakan palembang. Hal ini dikarenakan ayahandanya berasal dari palembang. MasyaAllah kebetulan sekali yah. 




Pertemuan dengan Mentee Kedua

Setelah berbincang-bincang dengan mentee pertama. Saya lalu terkaget-kaget kembali. Seseorang yang saya kenal menghubungi saya lewat WA dan melamar saya menjadi mentornya. Begini katanya : " Mba feb, berkenan kah jad mentor saya? Dari kemarin sudah mau pilih mba feb,"

Lalu saya jawab : " Boleh dong, ayo sama-sama kita belajar," 


Tak lama sesembak menyerahkan portofolionya. Beliau tak lain dan tak bukan ialah rizdha, sama-sama dari pandurata etam dan kami sama-sama berada di rumah belajar boga Samkabar. Ternyata mba rizdha ingin bisa memasak masakan khas palembang. Sesuatu yang saya anggap remeh temeh ternyata berarti sekali untuk orang lain. 


MasyaAllah the power of percaya diri dan berhusnudzan ini selalu saya butuhkan memang. 


Demikianlah cerita pertama di tahap kupu-kupu ini. Semangat semoga lancar di minggu-minggu selanjutnya. 


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Yetti Febriani

Pandurata Etam Grup 20


#institutibuprifesional

#hutankupucekatan

#tahapkupukupu

#mentormenteebertemu





Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF