Tahap Kepompong : Hari Kedua Puluh Satu
Tahap Kepompong
Hari Kedua puluh satu
Ini sudah hampir setengah bulan april. Berarti 16 hari lagi kami akan berkumpul bersama. Puasa kali ini harus dibanyakin semangatnya. Karena kami melalui puasa kali ini jauh dari kepala keluarga. Qadarullah suami sedang ada tugas ke Passer dan akan berakhir tugasnya menjelang Hari Raya.
Sebagai seorang istri auditor hal ini bukan hal yang baru bagiku. Sudah biasa dan ga boleh baper kalau suami sedang dinas bahkan di bulan yang spesial seperti sekarang. Toh memang itu kerjaan dan tanggung jawab suami. Tapi kadang memang merasa lelah sih karena mengurus rumah, mengantar anak-anak sekolah, memasak, mengurus anak bayi, dan lain-lain.
Makanya membuat jurnal selama kepompong ini salah satu healing ku agar selalu semangat. Apalagi misi ku selama di kepompong ini ialah cekatan dalam baking. Setidaknya karya bakingku sudah enak dan disukai anak-anak.
Jiah curhat tipis-tipis deh. Kembali ke jurnal hari ini. Sebetulnya aku sudah merencanakan membuat pizza. Aku juga sudah membeli bahan-bahannya dan sudah membaca resep yang diberikan oleh teman ulatku.
Sesaat sebelum menimbang bahan-bahan pizza. Eh ada yang mengetuk pintu rumahku. Ternyata ada yang mengantar takjil dan lauk berbuka. MasyaAllah, jadi santai deh tadi aku libur memasak dan tentunya membuat pizza juga ditunda. Aku menunda membuat pizza agar tidak mubazir. Karena nafsu makan anak-anak dan saya juga tidak terlalu bagus selama ramadhan ini. Jadi kami meminimalkan sekali takjil dan menu berbuka puasa agar cukup untuk kami makan. InsyaAllah besok karena kakak hana sudah request menu takjilnya adalah pizza sosis.
Tidak apa-apa deh hari ini mendapat badge need improvement karena alasan tidak baking bukan karena tidak mau tetapi sudah banyak makanan yang tersedia di rumah dari hantaran teman dan tetangga.
Semangat semoga besok lancar.
#institutibuprofesional
#hutankupucekatan
#tahapkepompong
#latihilmunya30hari
#T30Hday21
Komentar
Posting Komentar