KLIP Januari 2022
Homemade Non Dairy Yoghurt
Siapa yang suka yoghurt? Sayaaaaa… eh dulunya saya tidak menyukai yoghurt. Malah kadang ngeledek ipar yang suka sekali makan yoghurt. Saya sampai letak enaknya dimana. Itu dulu yaaa.. memanglah kita tidak boleh membenci sesuatu secara berlebihan. Soalnya biasanya jadi cinta. Haha.. ini lagi ngomongin yoghurt ya buibuuu. Tolong fokus.
Akhirnya suatu hari, hana dibelikan yoghurt sama tetangga. Ia tampak sangat menikmati sekali memakan 2 pack yoghurt itu. Lalu saya pun mendekati hana dan ikutan mencicipi yoghurtnya. Dan apa yang terjadi saudara-saudara?? Saya kok mulai kepincut ya untuk memakan yoghurt. Ya sudah deh, kadang-kadang saya pun membeli yoghurt.
Nah kebetulan saya nih sedang mengikuti kursus memasak online. Pemiliknya ialah mba elok yang saya kenal sebagai salah satu member Ibu Profesional Balikpapan Raya. Kebetulan lagi, salah satu menu yang dibuat ialah yoghurt. Tapi kali ini adalah coyo alias coconut yoghurt alias homemade non dairy yoghurt. Saya pun tidak sabar ingin langsung mengeksekusinya.
Sebetulnya bahan-bahan yang dibutuhkan hanya kelapa yang agak tua dan cuka apel. Nah saya pun mencari cuka apel di minimarket dekat rumah. Sayangnya cuka apel yang dimaksud mengandung alkohol karena impor dari korea. Akhirnya saya mencari lagi ke minimarket yang lainnya. Ternyata ada cuka apel merk lokal. Tapi sayangnya harganya lumayan yah. Kebetulan uang saya tidak cukup. Haha. Akhirnya saya memakai bahan satunya yaitu probiotik yang saya dapatkan di apotek.
Akhirnya kedua bahan sudah terkumpul. Kelapa yang agak tua dan probiotik. Lalu langkah selanjutnya ialah blender kelapa tersebut sampai halus dan campurkan bubuk probiotiknya. Untuk 500ml kelapa memerlukan 1 sachet saja. Lalu dimasukkan ke wadah kedap udara. Saya pun memakai termos untuk menempatkan kelapa tadi. Lalu tunggu sampai 12 jam baru bisa dipanen.
Saya kaget dong semalam pukul 20.00 wita, termos yang berisi adonan yoghurt yang belum jadi meluber keluar termos. Akhirnya saya tempatkan di toples yang lain dan berkonsultasi kepada cikgu. Cikgu mengatakan hal itu adalah hal yang normal dan menunjukkan bahwa yoghurt yang saya buat berhasil.
Alhamdulillah yah, bertambah lagi ilmu perdapuran. Seorang ibu akan terus belajar untuk anak-anaknya. Apalagi yang urusannya dengan perdapuran. Ia akan selalu semangat belajar. Semangat ya ibu, never stop learning. InsyaAllah lelahnya menjadi amal ibadahmu.
Komentar
Posting Komentar