Bakpao Perjuangan


Siapa yang tidak suka bakpao? Bakpao yang empuk, lembut dan isiannya banyak pasti jadi kesukaan anak-anak di rumah. Makanya saya juga nih berusaha membuat bakpao untuk cemilan anak-anak di rumah. 

Tadi sempat intip-intip om gugel tentang sejarah bakpao. Dari info yang saya dapatkan ternyata kata ‘bak’ , yang berarti daging dalam Bahasa Hokkian, berasal dari kata ‘rou’ dalam Bahasa Mandarin. Sedangkan kata ‘pao’  berarti bungkus yang terbuat dari adonan tepung. Jadi, sebenarnya penamaan ini berasal dari resep bakpao itu sendiri.


Makanan serupa roti yang diisi daging atau kacang hijau ini merupakan makanan khas masyarakat Tiongkok. Bakpao pertama kali ditemukan oleh Zhuge Liang (181-234), seorang ahli militer Tiongkok. Ia menemukan resep bakpao ketika bersama prajuritnya harus melewati sebuah sungai berbahaya. 


Seru ya kisah penemuan bakpao pertama kali. Ternyata begitu sejarahnya. Kebetulan rumah belajar boga Samkabar juga mengadakan latihan bareng membuat bakpao. Tapi sayangnya selama latihan bareng tersebut saya tidak memegang adonan sama sekali. Karena baby Omar ingin selalu dipangku bundanya. Akhirnya saya hanya penyimak di latihan tersebut.


Sampai akhirnya saya mengikuti kursus virtual yang diadakan oleh seorang teman. Salah satu cemilan yang dibuat ialah bakpao. Maka saya pikir inilah saatnya saya memang memegang bahan-bahan, mencampur bahan dan membuat bakpao secara langsung. Kalau tidak dipaksakan membuat sendiri saya tidak akan bisa. 


Selanjutnya ialah saya menyiapkan bahan yang akan digunakan. Kebetulan bahan-bahan untuk pembuatan bakpao memang sudah dibagikan di grup whatsapp seminggu sebelumnya. Untuk bahan isian saya membuat satu hari sebelumnya yaitu dengan isian daging sapi giling, yummy banget deh. Oya kegiatan kursus virtual tersebut menggunakan google meet. Selama kursus berlangsung kami harus menonaktifkan microphone dan boleh menutup kamera. 


Adapun bahan yang diperlukan ialah

500 gr tepung protein rendah

75 gr gula pasir

60 gr tepung tangmien

2 sendok makan mentega putih

200 ml air

Lalu ada bahan biang yang harus disiapkan juga yaitu 100 ml air hangat, 1 sachet ragi instan dan gula pasir 1 sendok makan. 


Sebetulnya cara membuat bakpao sangat mudah. Tinggal mencampur semua bahan kering lalu dimasukkan biang dan air, terakhir baru memasukkan mentega putih. Semua awalnya berjalan lancar. 


Alan tetapi ditengah perjalanan ketika saya mulai membentuk adonan dan mulai mengisinya. Saya lakukan dengan penuh perjuangan. Betapa tidak, bayi saya langsung menangis keras walaupun ia digendong dan diajak bermain oleh ayahnya. Ternyata ia haus, adonan tidak mungkin saya tinggalkan karena kuatir overproofing dan mengakibatkan adonan bakpao keriput ketika dikukus.


Akhirnya saya mengisi adonan sambil menggendong dan menyusui baby Omar. MasyaAllah nikmat sekali menjadi seorang ibu. Sambil berada dalam gendongan baby omar diam saja dan melihat bundanya sedang mengisi adonan bakpao. Saya harus segera menyelesaikan adonan ini karena sudah betul-betul lelah. Sambil mengisi adonan, saya pun sambil mengukus adonan yang sudah diisi dan proofing selama lebih kurang 30 menit. Hanya butuh waktu 10 menit untuk mengukus bakpao dan tentunya dengan api yang besar. 


Akhirnya jadi juga bakpao pertama saya dengan tangan saya sendiri. Bangga rasanya diawal tahun 2022 ini saya sedikit demi sedikit meningkatkan kemampuan saya di dapur. Entah itu memasak atau membuat cemilan, dan bakpao ini ialah salah satu cemilan untuk keluarga saya yang sangat disukai anak-anak. 


Saya namakan dengan bakpao perjuangan karena ada perjuangan dibalik membuat bakpao ini. Perjuangan seorang ibu yang ingin terus menghadirkan cemilan lezat untuk keluarganya dan perjuangan seorang ibu untuk selalu meningkatkan kualitas dirinya agar selalu bahagia. 


Sumber : 
https://sahabatnestle.co.id/content/ragam/telusuri-sejarah-bakpao-camilan-nusantara-khas-tionghoa.html#:~:text=Makanan%20serupa%20roti%20yang%20diisi,harus%20melewati%20sebuah%20sungai%20berbahaya.

#1dekadeibuprofesional
#KelasLiterasiIbuProfesional
#ibuprofesional2021
#ibuprofesionalforindonesia
#semestakaryauntukindonesia
#womenincooLABoration
#IP4ID2022
#klip2022mengantarcahaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF