KLIP setoran pertama, September 2021

 Semua Akan Pindah Pada Waktunya


Sore tadi saya dan suami melakukan panggilan video karena memang suami sedang berada di luar kota. Suami memberi kabar bahwa ada SK mutasi di instansi tempat bekerjanya. Akan tetapi untuk hari ini adalah SK khusus pejabat terlebih dahulu, mungkin besok akan ada SK untuk pegawai. 


Tadinya saya tidak memiliki ide sama sekali mengenai apa yang akan saya tulis di hari pertama setoran di Kelas Literasi Ibu Profesional. Tapi setelah mendapatkan info dari suami saya tadi. Saya ingin menceritakan pengalaman saya mengikuti suami berpindah dari kota yang satu ke kota yang lain dikarenakan mutasi. 


Tepatnya bulan November 2012 Saya pertama kali mendapatkan kabar bahwa suami saya adalah salah seorang pegawai yang dimutasi. Saya sempat terkejut dan bahkan langsung menangis saat itu juga, padahal waktu itu saya sedang berada di kantor tempat saya mengajar. Saya mendapatkan info secara langsung dari sahabat saya yang kebetulan bekerja dalam instansi yang sama dengan suami. Sahabat saya memberitahukan bahwa suami saya dimutasi ke Gorontalo. 


Seketika langsung saya browsing mengenai kota Gorontalo. Yang saya cari pertama kali ialah mall yang ada disana, lalu tempat wisata. Agar nanti ketika di rumah, saya bisa menjelaskan kepada anak saya bahwa kita akan berpetualang ke tempat baru lagi dan memiliki teman baru lagi. Waktu itu kyoshi masih berumur 3 tahun, tentu saja ia belum bisa protes.


Sudah tiga hari sejak saya mendengar berita mutasi, suami belum juga memberitahukan kepada saya. Mungkin ia bingung, ia khawatir istrinya ini tidak mau ikut dan mempertahankan pekerjaan yang ada disini yaitu kota Bandar Lampung. 


Akhirnya pas hari ketiga setelah shalat magrib, suami memberitahukan kabar yang sebenarnya. Yaitu ia mendapat surat mutasi. Pecah sudah tangisan yang saya pendam selama tiga hari. Saya menangis tersedu-sedu sampai akhirnya saya bilang kepada suami bahwa saya akan ikut kemanapun suami ditempatkan. 


Memang dari awal suami sudah memberitahukan bahwa ia seorang ASN yang bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Republik Indonesia. Jadi saya diingatkan kembali dengan pernyataan tersebut. Mau tidak mau, siap tidak siap ya harus pindah. 


Padahal saya sedang senang-senangnya menghias rumah kami. Rumah kecil yang baru bisa kami miliki setelah tinggal di Bandar Lampung selama tiga tahun. Belum genap dua tahun kami menikmati rumah tersebut. Baru saja saya memasang kitchen set di dapur mungil saya. Baru saja saya membeli kursi minimalis untuk ruang tamu saya. 


Suami saya mengingatkan lagi, semuanya adalah titipan. Masih bersyukur punya kerjaan dan hanya pindah kota. Syukuri saja apa yang kita terima. Insyaallah kita akan mudah melewatinya. 


Selanjutnya saya memilih-milih barang-barang yang akan kami bawa dan barang-barang yang akan kami jual apabila masih laku. Sampai akhirnya terdengar oleh pak Haji tentang berita kepindahan kami. Beliau berminat membeli barang-barang kami. 


Setelah bersedia dengan harga yang kami tawarkan. Akhirnya pak haji menginginkan barang tersebut untuk segera diangkut. Dari awal desember pak haji mengangkut sofa, tempat tidur, lemari es kepunyaan kami. Sedangkan keberangkatan kami dijadwalkan pada Januari 2013. Yah daripada kami kesulitan lagi mencari pembeli barang-barang rumah tangga yang juga sudah 5 tahun kami pakai. Akhirnya kami menyetujui. 


Selama satu bulan kami tidur dengan kasur busa. Semua kembali ke awal keadaan kami ketika pertama kali kami berumah tangga. Tidur hanya beralaskan kasur busa dan kipas angin. 


Saat yang ditunggu pun tiba. Mama ikut mengantar kepindahan kami. Kami berangkat mengendarai mobil dari Lampung menuju Bekasi. Mengapa memilih bekasi? Karena saya memiliki tante di Bekasi dan kami juga janjian dengan ayah dan ibu mertua saya dari Bandung untuk sama-sama bertemu do Bekasi. 


Alhamdulillah proses kepindahan kami dilancarkan. Semua barang-barang kami kirim via kargo, lalu mobil pun kami kirim. Kami hanya membawa dua koper saja karena waktu itu anak kami hanya kyo dan iyaz. Iyas waktu itu masih berumur 7 bulan dan kyoshi berumur 3 taun 2 bulan. 


Kami diantar oleh keluarga besar dengan tangisan. Mungkin saat itu pertama kalinya kami pindah sangat jauh, kami pindah ke pulau Sulawesi dan tentunya akan sangat sulit untuk sering berkumpul bersama. Walau sedih berpisah dengan keluarga besar, saya bahagia bisa mendampingi suami kemana saja. Saya bersemangat untuk berpetualang ke tempat baru lagi. Terima kasih pak suami.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF