KLIP setoran kedua, Agustus 2021
Surat Berantai
Hari kedua di bulan September ini sebetulnya bingung mau menulis tentang apa. Tetapi tiba-tiba saya ingat pengalaman pada waktu remaja, yaitu ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Saya pernah mendapat selembar surat berantai. Adakah diantara teman-teman yang pernah mendapatkan surat berantai?.
Setelah mendapat selembar surat yang sebetulnya berasal dari fotokopi, lalu saya pun ke warung fotokopi untuk menggandakan surat berantai tersebut. Saya takut bila saya tidak menggandakan surat berantai tersebut maka hidup saya akan berantakan. Itu yang dikatakan didalam surat tersebut. Yah namanya anak umur 13 tahun. Langsung percaya saja dengan isi surat itu.
Saya sempat ditertawakan oleh pegawai warung fotokopi tersebut. Katanya kok saya bisa percaya dengan isi surat tersebut. Yah lagi-lagi saya cuek saja. Keesokan harinya saya bagi-bagikan surat berantai yang telah saya fotokopi tersebut. Lumayan menghabiskan uang jajan saya. Karena saya memfotokopi sebanyak 20 lembar dan satu lembar fotokopi kalau tidak salah seharga Rp 25,-
Sebetulnya apakah yang dimaksud dengan surat berantai? Menurut wikipedia, Surat berantai merujuk kepada surat yang mempunyai ayat yang menyuruh ia dikirimkan kepada beberapa orang yang lain. Sekiranya si pembaca membuat demikian, maka pembaca dijanjikan dengan hadiah atau diancam dengan kebinasaan. Pada asalnya ia bermula sebagai surat, tetapi kemudiannya beralih kepada E-mail. Bagi orang Islam, surat berantai adalah haram.
Apakah isi dari surat berantai?
Isi dari surat berantai bermacam-macam, sebelum tahun 2000 mungkin surat berantai ini memang berupa kertas yang di fotokopi, akan tetapi di zaman multimedia sekarang ini, surat berantai dapat dikirim melalui email atau pesan singkat yang dikirim ke ponsel masing-masing. Berikut adalah salah satu contoh surat berantai :
SURAT DARI ARAB SAUDI
(WASIAT UNTUK UMAT ISLAM SELURUH DUNIA)
Assalamualaikum
Ini adalah surat wasiat dari penjaga makam Nabi Muhammad S.A.W. yaitu Sheikh Ahmad (Saudi Arabia).
Pada suatu malam ketika hamba membaca Al-Quran di makam Rasulullah S.A.W. selepas membaca lalu hamba tertidur dalam tidur hamba bermimpi di datangi Rasulullah S.A.W. lalu bersabda kepada hamba dalam 60,000 orang yang meninggal dunia di zaman ini tiada seorang pun matinya dalam keadaan yang beriman.
a) Istri tidak mendengar suami
b) Orang kaya tidak lagi bertimbang rasa kepada orang miskin
c) Orang tidak lagi berzakat dan tidak membuat kebajikan.
Oleh itu wahai Sheikh Ahmad hendaklah kamu menyebarkan kepada orang Islam yakni supaya membuat kebajikan kerana hari penghabisan (Kiamat) akan tiba di waktu bintang terbit dari langit. Sesudah itu pintu matahari akan turun di atas kepala.
Hukum Surat Berantai
Saya menyadari membagi-bagikan dan percaya kepada surat berantai tersebut adalah salah satu hal syirik dalam agama islam ketika saya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Sejak tahu hukumnya saya bertaubat kepada Allah SWT.
Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali. [QS. An-Nisa': Ayat 116)
Apa yang akan dilakukan sekarang sebagai orang tua?
Kalau mengingat masa lalu sungguh malu rasanya. Karena kurangnya ilmu agama sehingga mudah sekali untuk percaya kepada hal selain Allah SWT. Sekarang sebagai orang tua insyaAllah lebih paham dan mengajarkan anak ilmu tauhid.
Selain itu ada kewajiban saya sebagai orang tua kepada anak yang berikutnya adalah memberi pendidikan islam atau tarbiyah kepada anak. Karena madrasah pertama adalah ibu. Maka sebisa mungkin apa yang saya tahu dan bahkan saya akan terus belajar demi mengajarkan anak-anak saya sendiri ilmu tauhid. sehingga anak-anak hanya beriman kepada Allah dan meyakini bahwa Qada dan Qadar itu hanya Allah yang menentukan.
Sumber : http://fikrahseorangpemuda.blogspot.com/2012/07/surat-berantai-drpd-penjaga-makam-nabi.html?m=1
https://www.dakwahpost.com/2018/07/waspada-pesan-sms-berantai-berbau-kesyirikan.html?m=1
Komentar
Posting Komentar