KLiP september 2021
Surat untuk Sepupuku
Melihat tema tantangan minggu ini yaitu Surat dan Pak Pos Yang Hampir Terlupakan membuatku mengingat kembali kenangan sewaktu duduk di sekolah dasar. Surat pertama yang aku kirim ketika aku duduk di kelas 5 sekolah dasar. Ketika itu aku menulis surat kepada sepupuku yang ada di jakarta.
Waktu itu kami belum kenal dengan saluran telepon rumah. Makanya untuk mengobati rasa rinduku dengan sepupuku yang bernama Isti, aku mengirimkan surat. Biasanya aku menitipkan surat yang sudah kumasukkan ke dalam amplop kepada papaku. Karena aku tahu kalau kantor papaku berada di seberang kantor pos. Jadi aku selalu menitipkan surat kepada papa.
Aku juga baru tahu kalau ingin mengirim surat itu menggunakan perangko. Aku sampai menanyakan kepada papa, apa itu perangko. Lalu papa menjelaskan bahwa perangko ialah tanda pembayaran untuk sebuah surat. Bentuknya persegi empat dan memiliki gambar dan nilai rupiah dari perangko itu.
Aku sebetulnya penasaran ingin mengunjungi kantor pos. Tapi papa bilang kantor pos bukan tempat main anak-anak, yang ada aku akan mengganggu kegiatan para petugas di kantor pos. Ah papa padahal zaman sekarang mengajak anak mengunjungi kantor pos adalah salah satu tempat belajar bagi anak-anak.
Kalau diingat kembali. Model surat yang kukirim begitu-begitu saja, pasti ada pantunnya. Contohnya begini
Empat kali empat sama dengan enam belas
Sempat tidak sempat harus dibalas
Atau
Burung Irian Burung Cendrawasih
Cukup Sekian dan Terima Kasih
Lalu kira-kira isi suratnya seperti ini :
Isti apa kabar?
Semoga sehat-sehat yaa
Aku menulis surat ini karena kangen sama kamu. Kapan ya kita bisa ketemu lagi. Waktu itu kita ketemu waktu aku kelas 4. Sekarang aku sudah kelas 5.
Sudah dulu ya nanti kita sambung lagi.
Salam sayang
Yetti
Lucu bukan? Isi surat yang singkat. Tidak sepadan dengan biaya perangko yang harus dibeli papa. Tapi ya namanya juga anak-anak. Yang penting bahagia ketika menulis surat itu. Akan tetapi ada lagi momen yang paling penting ialah saat menunggu surat itu dibalas. Ya ampun tiap hari juga aku menghadang pak pos yang melewati rumahku dan bertanya, " Adakah surat untukku, Pak". Dan jawaban pak pos kadang membuatku sedih. Ia menjawab tidak ada surat untukku.
Waktu itu pak pos masih memakai sepeda. Suara khas bel sepeda selalu aku tunggu. Aku ingin tahu apakah sepupuku membalas suratku. Akhirnya seminggu yang kutunggu membuatku tidak ragu. Pak pos datang membawakan surat dari sepupuku. Tak sabar akhirnya langsung kubuka. Ia pun membalas dengan pantun.
Oya sepupuku bercerita di suratnya kalau ia memiliki koleksi perangko dari dalam dan luar negeri. Ia mendapatkan koleksi itu dari ayahnya yang suka ke luar negeri. Dalam hati, aku pun ingin sekali memiliki koleksi perangko. Lalu aku tahu dari sepupuku bahwa hobi mengumpulkan perangko disebut filateli.
Ah seru pokoknya isi surat sepupuku. Ada saja yang ia ceritakan. Tetapi kebanyakan ia menceritakan tentang tempat-tempat yang ia kunjungi. Kadang ia jalan-jalan ke Dufan, Taman Mini, dan tempat wisata lainnya di Jakarta dan sekitarnya.
Kenangan menulis surat ini adalah kenangan manisku bersama sepupuku. Setiap kami bertemu pasti kami membahas tentang surat kami di masa sekolah dasar. Sayangnya surat itu tidak kusimpan baik-baik. Sehingga rasanya sayang sekali aku tidak bisa mengumpulkan kenangan masa lalu.
#TemaTantanganMenulis
#KelasLiterasiIbuProfesional #KelasLiterasiIbuProfesional2021
#ibuprofesional2021
#ibuprofesionalforindonesia
#semestakaryauntukindonesia

Komentar
Posting Komentar