KLIP September 2021

Rencana Haji dan Tantangannya


    Siapa yang tidak ingin mengunjungi Baitullah. Semua umat muslim pasti memiliki cita-cita ke sana. Kami yang telah menginjak 14 tahun pernikahan sekalipun belum pernah ke Baitullah. Baik itu untuk umroh maupun ibadah haji. 

      Tepat diusia pernikahan kami yang ke-10 tahun. Kami mendapatkan rezeki untuk mendaftar haji. Domisili Kami di Jakarta pada waktu itu, sedangkan KTP Kami menunjukkan wara Bandar Lampung jadi mau tidak mau harus mendaftar sesuai KTP.

       Sebelum setor tunai ke salah satu Bank Syariah yang ditunjuk pemerintah. Kami pun menyelesaikan syarat-syaratnya. Yaitu surat kesehatan dari puskesmas, keterangan domisili, surat nikah, kartu keluarga dan tidak lupa menyiapkan materai. Oya foto dengan 80 % wajah dengan latar putih juga tidak lupa kami cetak secukupnya. 

     Setelah semua persyaratan lengkap. Kami pun menuju Bank Syariah. Keadaan lalu lintas siang itu di arah pasar di Tanjung Karang lumayan padat hingga di lampu merah pun kami sampai kena 2 kali. Lalu ketika semua sedang terdiam karena lampu merah. Tiba-tiba dari arah kanan, buuummmm byaaaaarr. Innalillahi Ada mobil besar yang menabrak dari arah kanan. Alhamdulillah Semua yang di dalam mobil tidak mengalami luka. 

        Saya lemas karena kejadian ditabrak ini baru pertama kalinya terjadi dan semoga tidak terjadi lagi. Pintu mobil belakang sebelah kanan penyok parah dan tidak bisa dibuka. Suami Saya turun dan meminta penjelasan dan tanggung jawab. Tapi apa yang terjadi? Si penabrak malah marah-marah dan bilang semua itu salah kami. Padahal posisi mobil kami sedang diam karena lampu merah. 

  Lalu lintas semakin macet karena sepertinya tidak ada kejelasan. Ada polisi disana tapi hanya melihat dari kejauhan dan tidak berbuat apa-apa. Akhirnya suami mengusulkan kami berpindah tempat dan menyelesaikan secara baik-baik. Lalu di tempat yang baru Saya lihat dari dalam mobil sepertinya tidak ada kejelasan dan orang yang menabrak kami ngotot kalau semua adalah kesalahan Kami. Akhirnya Saya memanggil suami dan menyuruhnya masuk mobil. Kalau Kami berlama-lama meladeni orang itu kuatirnya Bank akan segera tutup dan tidak bisa mendaftar haji dengan segera. 

      Akhirnya Kami tinggalkan saja penabrak itu. Aku menguatkan suami dan berkata yang penting semua selamat. Insyaallah ada rezeki lagi untuk kami. 

   Sesampainya di Bank Syariah, Kami langsung mengisi formulir pendaftaran Ibadah Haji dan melengkapi berkas-berkas. Selama lebih kurang dua jam Saya menunggu sampai dapat nomor selanjutnya untuk diurus ke Kementrian Agama Provinsi Lampung. Sayangnya hari mulai sore dan kantor Kemenag sudah tutup. Kami pun langsung pulang ke rumah. 

        Keesokan harinya pagi-pagi sekali kami langsung ke kantor Kemenag. Sambil menyerahkan formulir dari Bank lalu Kami mengisi formulir lagi dan diteruskan dengan foto. Haru yang Aku rasa dan seolah tak percaya akhirnya bisa mendaftar berangkat ke Baitullah. Walau masih beberapa belas tahun lagi tidak mengapa, Insyaallah Kami sambil memantaskan diri dan membenahi ibadah-ibadah Kami. 

       Kalau mengingat kejadian ditabrak oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu kami jadi sadar. Apakah kami akan mengikuti keegoan kami dan memikirkan duniawi atau kah memilih untuk mengurus pendaftaran haji?. Alhamdulillah Kami memilih mengalah dan meninggalkan penabrak tersebut. 

     Allah Ya Rabb, panjangkan lah umur Kami hingga Kami dapat beribadah dan mengunjungi Baitullah. Ya Allah Ya Tuhan kami, semoga Engkau menerima (amalan ibadah kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan semoga Engkau selalu berkenan memberikan petunjuk kepada kami agar dapat menunaikan ibadah haji, dan terimalah taubat kami.

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF