Setoran hari ke-5 KLIP bulan Agustus 2021

 TANTANGAN DALAM MENYUSUI


Alhamdulillah hari jumat malam kemarin tanggal 13 Agustus 2021, saya mengikuti kulwap wisata ilmu yang diadakan oleh Lamin Etam Resort. Menarik sekali apa yang disampaikan oleh pemateri yaitu Rika Okpri Dianasari, S.Tr,Keb yaitu dengan tema Siap Menghadapi Tantangan Menyusui. 


Sebelum saya bercerita tentang materi yang disampaikan oleh pemateri, saya akan bercerita tentang tantangan selama menyusui. Saya merasakan hampir menyerah menyusui ketika anak pertama lahir. Selama kehamilan anak pertama saya sangat kurang ilmu dalam mempersiapkan proses menyusui. Sehingga ketika anak saya lahir, saya sangat kesulitan menyusui dikarenakan puting saya tidak keluar. 


Karena puting yang melebar dan tidak menonjol seperti ibu-ibu lainnya, sehingga anak saya pun kesulitan ketika akan menyusu. Selain itu produksi ASI juga sedikit, mungkin karena bayi saya jarang menghisap juga maka tidak terstimulasi dengan baik. Lalu dari rumah sakit hingga kami sampai di rumah, anak saya selalu menangis tidak sabar karena tidak maksimal menghisap ASI dari saya. Apalagi dengan keadaan berat badannya yang hanya 2,5 kg. 


Setiap menyusui saya merasa stress. Untung saja ada adik saya yang waktu itu datang ke rumah dan menyusui anak saya. Kadang diam-diam saya menangis karena merasa tidak mampu memberikan yang terbaik bagi anak saya. Untungnya suami memahami kondisi yang saya alami. Ia memberikan dukungan yang luar biasa. Ia memberikan pijatan dan membelikan saya makanan yang saya sukai. 


Alhamdulillah beberapa hari di rumah, akhirnya ASI saya lancar dan bayi saya sudah terbiasa dengan keadaan puting saya tersebut. Masa-masa menangis diam-diam sudah terlewati. Berat badan bayi saya pun perlahan naik. Dukungan suami dan orang-orang terdekat sangat membantu saya. 


Dari cerita saya tersebut sepertinya sangat relevan dengan kulwap yang saya ikuti. Rasanya menyesal mengapa dulu saya kurang mencari ilmu tentang menyusui. Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Apa yang disampaikan oleh pemateri mba Rika Okpri sangat bermanfaat bagi saya yang sekarang sedang menyusui anak keempat. 


Ilmu tentang menyusui dari A sampai Z sangat lengkap dibahas oleh pemateri. Walau saya tidak ikut bertanya karena pada saat kegiatan berlangsung saya dilanda demam dan pusing yang tiba-tiba menyerang dari sore hari. Tapi saya membaca setiap tulisan mba Rika dan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh peserta. 


Salah satu peserta menanyakan bahwa yang bersangkutan ketika menyusui newborn selalu lecet dan berdarah, kulit di areola sampai lepas, apakah benar karena lidah bayi itu kasar  Atau memang pelekatannya saja kurang benar ? Lalu dijawab oleh mba Rika, menyusui itu adalah proses komunikasi kita dg sang buah hati sehingga bisa menghadirkan rasa cinta dan bahagia saat menyusui. Untuk lidah bayi kasar kemudian mempengaruhi sakit ketika menyusui ini adalah mitos. Ternyata ketika belajar cara kerja menyusui dan posisi pelekatan menyusui bisa dipastikan bahwa puting lecet disebabkan karena posisi dan pelekatan menyusui.


Ada juga penjelasan dari mba Rika bahwa pada saat bayi sakit yang  meminum obat adalah bayinya karena Pemberian obat pada anak yang sedang menyusui selama sakit sesuai dengan petunjuk dokter maka dapat langsung diberikan kepada anak tanpa melalui ibu. Hal ini disebabkan pemberian obat pada anak berdasarkan berat badan anak sehingga tentu harus diberikan kepada anak itu sendiri. Sedangkan jika diberikan melalui ibu dengan harapan obat melalui ASI, maka resiko kadar obat tidak kuat karena ketika obat tersebut masuk ke tubuh ibu, obat tersebut mengalami metabolisme di tubuh ibu, sehingga kadarnya ketika melalui ASI menjadi lebih sedikit


Ada juga penjelasan menyusui dari bunda yang memiliki anak kembar, Untuk bayi kembar menyusui bisa langsung kedua nya atau satu per satu. Pemberian ASI perah dengan media lain bisa diberikan oleh selain ibu misalnya suami, nenek, orang yang merawat bayi dll, kenapa tidak boleh diberikan oleh ibu sendiri karena akan mempengaruhi psikologis bayi seperti "mengapa ibuku tidak menyusuiku" dan pada akhirnya bayi pun menolak menyusu. 



Masyaallah semoga berkah ya mba Rika apa yang telah disampaikan bermanfaat sekali untuk saya dan para peserta. Ada penutup dari mba Rika yang sangat menarik : Menyusui bukan hanya memberi Asi tetapi juga cara kita berkomunikasi dengan buah hati dengan membangun ikatan kasih sayang. Menyusui bukan hanya tugas seorang ibu tetapi juga tugas kita semua demi keberhasilan menyusui.


Semangat menyusui dan dukung Ibu menyusui karena Perlindungan Ibu Menyusui Tanggung Jawab Bersama.












Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF