KLIP setoran keenam, Agustus 2021

 


Tetap Menyusui Walau Positif Covid-19



Pada saat akhir-akhir menjelang selesai isolasi mandiri. Saya mengajak mamak Kahima IP Samkabar yaitu mak Laila untuk kolaborasi antara komunitas dengan hima mengadakan acara live. Acara live ini memang agenda mingguan baik dari komponen hima maupun komunitas. 


Bak gayung bersambut, ajakan saya diterima oleh mak hima. Tema yang kami usung untuk live dalam rangka pekan menyusui yaitu tentang para survivor Covid-19 yang tetap menyusui anaknya selama sakit. Mak Laila mengusulkan ada narasumber yang berkompeten yang berhubungan dengan tema yang kami usung dan saya mengajukan diri sebagai narasumber tambahan dan mengusulkan salah satu member IP Samkabar yaitu Dian. Kami sama-sama survivor covid-19 dan sama-sama menyusui. 


Lalu tibalah waktunya, acara live dengan judul " Tetap Menyusui Walau Positif Covid-19" dibawakan langsung oleh mak hima sebagai host dan operator langsung. Memanglah mak hima kami ini sangat multitalenta. Menjadi host dan operator disaat bersamaan sudah hal yang biasa baginya. 


Acara pun dimulai, mak laila menanyakan apa yang kami rasakan pertama kali ketika mengetahui positif covid-19. Saya pun menjawab yang pertama saya rasakan pastinya kaget dan bingung, akan tetapi suami yang menyemangati dan mau tidak mau memang kami harus ikhlas dan menghadapi apa yang kami alami. 


Lalu mak laila menanyakan pertanyaan yang banyak juga ditanyakan oleh teman-teman saya ketika saya sakit yaitu, Bagaimana keadaan omar bayi saya? Apakah saya masih tetap menyusui selama sakit dan bagaimana caranya? Lalu saya pun menjelaskan bahwa. Hal pertama yang saya cari tahu ketika saya terinfeksi ialah bagaimana saya tetap bisa menyusui anak saya. Saya pun mulai browsing dan membaca artikel online mengenai cara menyusui ketika terinfeksi covid-19.


Semua artikel online menjelaskan bahwa, ibu yang terinfeksi Covid-19 tetap dapat menyusui asal memperhatikan protokol kesehatan, antara lain :

  1. Memakai masker.

  2. Memakai hand sanitizer atau mencuci tangan setiap akan memegang bayi.

  3. Bila kondisi ibu tidak memungkinkan, bayi dapat minum ASI peras. ASI peras diberikan kepada bayi dengan menggunakan sendok agar bayi tidak bingung puting.

  4. Bersihkan setiap area di sekitar bayi.


Ada juga poster dari pemerintah mengenai ibu menyusui yang terinfeksi Covid-19, posternya sebagai berikut : 





Setelah sedikit menjelaskan tentang memberikan ASI kepada bayi. Lalu saya pun menceritakan keadaan terberat selama saya sakit ialah. Ketika demam dan meriang sampai tubuh merasakan sakit seperti digebukin orang sekampung dan bayi kita menangis meminta haknya untuk disusui. Itu adalah saat yang berat sekali, dalam keadaan yang lemah dan bahkan untuk duduk saja terasa lemas, saya berusaha memenuhi kewajiban saya menyusui bayi saya yang berumur 3 bulan lebih. 


Menyusui atau tidak memang pilihan masing-masing. Tapi saya memilih untuk menyusui anak saya karena saya merasa walaupun sedang sakit, masih bisa menyusui. Selain itu menyusui adalah kewajiban saya yang memang telah tercantum di dalam Al-Quran. Marilah kita dukung ibu-ibu survivor Covid-19 untuk terus menyusui karena Perlindungan Ibu Menyusui Tanggung Jawab Bersama.


Video dari WHO mengenai ibu yang terinfeksi covid-19


https://drive.google.com/file/d/1x13rMcYIM1H-paB6emc-Lg6FxdHs9CGd/view?usp=drivesdk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF