KLIP setoran ke-10, Agustus 2021
Cerita Dibalik Pembuatan Pempek Lenggang
Bulan Agustus ini di Rumah Belajar Boga IP Samkabar sedang ada tantangan makanan atau cemilan serba daun pisang. Dari awal bulan Agustus sudah banyak betul teman-teman yang membagikan foto hasil kreasi masakan dan cemilannya yang menggunakan daun pisang.
Saya sendiri masih merencanakan masakan apa yang akan saya buat dnegan menggunakan daun pisang ini. Terus terang sejak lahirnya anak keempat ini saya sudah jarang ke dapur membuat cemilan untuk anak-anak. Untuk masakan yang saya masak pun biasanya hang mudah dibuat saja. Saya tidak bisa berlama-lama di dapur karena Omar pasti sangat histeris bila bundanya berada jauh dari jangkauan.
Minggu pertama, kedua dan ketiga rasanya lewat begitu saja. Hampit setiap hari pun saya melihat teman-teman anggota Rumah Belajar Boga IP Samkabar ini selalu membagikan hasil masakan dan cemilannya. Duh, Saya semakin termotivasi. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat pempek lenggang khas Palembang.
Mulanya saya mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat pempek lenggang. Kebetulan untuk sagu saya membeli di warung dekat rumah. Sedangkan ikan saya beli dengan pesan antar. Asli loh seumur hidup, baru kali ini saya mencoba membuat pempek lenggang memakai daun pisang dan dibentuk menjadi takir.
Berbekal dengan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat pempek lenggang. Saya pun mencoba membuat pempek lenggang dengan takir dengan menonton kanal You-tube teman SMA saya di palembang. Yaitu kanal Cek Eka Dapur 86. Adapun bahan dan resepnya adalah sebagai berikut :
Bahan:
500 gr daging ikan giling tenggiri
10 gr kaldu jamur
25 gr garam
450 gr sagu tani
450 cc air es dingin(350cc untuk diaduk dengan ikan dan 100cc untuk melarutkan garam dan kaldu jamur)
3-4 telur bebek untuk 1 buah pempek lenggang
Cara Membuat:
1. Ikan dan air 350cc di mixer hingga ikan tidak berbiji dengan kecepatan rendah hingga ikan benar-benar menyatu dengan air. ( Saya tidak memakai mixer, hanya mencampur dengan centong).
2. Setelah rata masukan air sisa yang telah dicampur garam aduk sebentar hingga menyatu dan mengental.
3. Siapkan tampah besar yang kemudian taruh semua sagu dan masukan ikan yg sudah di mixer.
4. Campur rata adonan ikan dan sagu hingga rata dan tidak bersisa menggunakan centong/ scraper.
5. Siapkan takir, lalu masukkan 3 atau 4 telur bebek ( boleh diganti telur ayam)
Ambil adonan secukupnya yang dimasukkan dimasukkan ke dalam takir tadi.
6. Panggang diatas bara api atau teflon selama lebih kurang 15 menit.
7. Sajikan dengan cuko.
Setelah resep dan bahan-bahan lengkap semuanya tibalah saya praktek membuat pempek lenggang. Sebetulnya adonan pempek lenggang ini memang adonan yang biasa saya buat untuk pempek lenjer dan lain-lain. Hanya teknis memasaknya saja yang berbeda. Untungnya dulu waktu di palembang saya sering memperhatikan cara memanggang oleh mamang-mamang penjual pempek lenggang. Intinya saya sudah tahu apa-apa yang akan saya kerjakan.
Tibalah waktunya tiba, saya menunggu anak bayi saya terlelap dahulu. Saya pun mulai beraksi. Kegiatan mencampur ikan dan bahan-bahan lain berjalan dengan lancar. Begitupun dengan daun pisangnya sudah saya bentuk menjadi takir. Tapi apa yang terjadi kemudian? Baru saja 20 menit saya berada di dapur, omar bangun dan menangis.
Saya akhirnya meninggalkan adonan pempek dan menemani bayi saya yang sedang menangis, rupanya ia masih ingin menyusu. Lalu akhirnya omar tertidur. Saya pun melanjutkan mengolah pempek lenggang yang saya tinggalkan tadi. Ternyata tips yang diberikan teman saya benar. Lapisan daun pisangnya harus banyak. Minimal 5 lapis untuk meminimalisir kebocoran. Ternyata buatan takir pertama saya gagal. Telur yang dimasukkan ke dalam takir keluar dari takir dan melebar ke dalam teflon. Akhirnya saya membuat lagi takir yang baru. Alhamdulillah setelah dicoba dua kali, takirnya tidak bocor dan bisa diisi adonan pempek.
Selanjutnya memanggang telur yang diberi adonan pempek yang dimasukkan ke dalam takir. Harusnya lebih enak dipanggang diatas bara api. Berhubung saya hanya punya teflon ya tidak apa-apa. Sekitar 15 menit saya tunggu akhirnya masak bagian bawahnya, lalu saya balik agar bagian atas bisa matang sempurna.
Alhamdulillah akhirnya jadi juga pempek lenggang buatan pertama. Walau agak repot membuatnya dikarenakan ada saja iklan yang membuat pempek ini terhambat selesainya. Tuntas sudah tantangan Rumah Belajar Boga bulan Agustus ini. Semoga saya terus rajin membuat cemilan untuk anak-anak, baik ada tantangan maupun tidak ada.


Komentar
Posting Komentar