Klip setoran k-4 bulan Agustus 2021
Ketika Kami Isolasi Mandiri
Seperti yang aku ceritakan di blog sebelumnya. Bahwa kami positif terinfeksi virus Covid - 19. Yang positif terinfeksi adalah aku, suamiku dan anak pertamaku. Alhamdulillah anak kedua, ketiga dan keempat hasil swabnya negatif.
Setelah kami mengetahui keadaan kami. Kami pun melapor ke puskesmas yang terdekat dari tempat tinggal kami. Kami pun diberikan panduan isolasi mandiri atau isoman. Berdasarkan petunjuk dari laboratorium tempat kami memeriksakan diri. Ada beberapa hal yang harus dilakukan selama menjalani isolasi mandiri, antara lain :
Tetap berada di rumah
Pasien hanya boleh ke luar rumah bila memerlukan pertolomgan medis. Pasien harus banyak beristirahat dan minum air putih.
Pisahkan diri dari orang lain dan hewan peliharaan.
Bukan hanya menjaga jarak dengan sesama
manusia, yang memiliki hewan peliharaan
di rumah juga harus ekstra hati-hati.
Karena bukan tidak mungkin hewan peliharaan
akan tertular juga.
Pantau gejala anda
Segera laporkan bila terjadi sesak nafas, nyerindi dada, tidak dapat bangun dari tidur, dan hal lainnya yang mengganggu.
Lakukan konsultasi secara online
Pastikan tetap berada dibawah pantauan dokter keluarga atau tenaga kesehatan dari puskesmas terdekat atau menghubungi 112.
Gunakan masker
Masker tidak disarankan bagi
orang yang susah bernafas dan
bagi anak di bawah umur 2 tahun.
Ikuti tata cara batuk dan bersin
Tutupi batuk dan bersin dengan tissu dan buang ke tempat sampah dengan berlapis. Lalu cuci tangan dengan menggunakan sabun.
Bersihkan tangan
Cucilah tangan dengan emnggunakan sabun cuci tangan selama 20 detik. Jika tidak memungkinkan mencuci tangan, gunakan pembersih tangan dengan alkohol sebesar 60%. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut tanpa membersihkan tangan terlebih dahulu.
Hindari berbagi barang rumah tangga
Selama isolasi mandiri, kami sangat hati-hati sekali dan sering mengingatkan anak-anak agar memakai gelas sendiri dan tidak berbagi gelas. Begitu juga ketika makan, tidak berbagi sendok yang sama. Selain itu handuk yang dipakai pun harus masing-masing tidak boleh saling pinjam. Hal ini kami lakukan untuk meminimalisir penyebaran virus di keluarga kami.
Bersihkan semua permukaan yang sering disentuh.
Kami menyemprotkan desinfektan ke tempat-tempat yang sering kami sentuh. Misalnya gagang pintu, kursi, sofa, buku dan lain-lain.
Cuci baju
Selama masa isolasi mandiri, ketika mencuci baju, kami memisahkan antara baju kami yang terinfeksi dengan baju anak-anak yang sehat.
Pisahkan sampah rumah tangga dengan sampah medis
Kami memisahkan sampah rumah tangga dan sampah-sampah berupa masker, tissu dan bekas obat.
Lacak kesehatan orang di sekitar pasien
Setelah hasil PCR terbit, maka suami langsung memberi tahukan rekan-rekan di kantor yang telah kontak erat selama beberapa hari dengan suamiku. Akhirnya beberapa rekan suami di swab antigen dan alhamdulillah hasilnya negatif. Karena kalau sampai ada yang positif, aku yakin suamiku akan merasa bersalah.
Dari awal isolasi mandiri kami diberi obat-obatan dan vitamin dari dokter di klinik kantor suami. Selain itu ada beberapa orang teman suami juga yang mengirimkan obat-obatan dan vitamin. Saya tidak menyangka, dukungan yang diberikan oleh teman-teman suami begitu besar. Ketika tahu suamiku + covid, maka langsung ada yang meminjamkan oksimeter. Ada juga yang langsung memberikan susu, buah dan madu.
Kami menjalani isolasi mandiri dengan tenang. Kami ikhlas dengan apa yang kami alami ini. Kami sudah berusaha taat protokol kesehatan, akan tetapi virus ini akhirnya datang ke keluarga kami, mungkin ada hikmahnya.
Setiap pagi kami berjemur bergantian. Jadi yang sehat terlebih dahulu berjemur, lalu disusul dengan kami yag sakit. Begitupun dengan antri mandi. Karena kamar mandi di rumah kami hanya satu. Mau tidak mau harus ada pembagian gilitan. Giliran pertama untuk hana dan iyaz yang sehat. Lalu dilanjutkan dengan kyo, bunda dan ayah.
Selama menjalani masa isolasi mandiri, banyak sekali kiriman makanan, kue, buah-buahan, vitamin dari rekan-rekan, sahabat dan tetangga kami tercinta. Entah bagaimana kami membalas budi baik mereka. Hanya doa yang kami panjatkan, semoga para sahabat selalu dilindungi dan diberikan kesehatan oleh Allah SWT.
Alhamdulillah selama menjalani isolasi mandiri. Kami tidak menemukan hambatan yang berat. Gejala yang kami alami tergolong ringan. Tapi walau pun ringan, cukup satu kali ini saja rasanya terinfeksi covid-19. Semoga kedepannya kami sekeluarga selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Aamiin

Komentar
Posting Komentar