KLIP setoran hari ke-9, Agustus 2021
Buko Pandan, Si Penggugah Lidah Ketika Isolasi Mandiri
Seperti yang saya ceritakan sebelumnya bahwa bulan Juli kemarin keluarga kami terinfeksi Covid-19. Banyak sekali hadiah berupa makanan, cemilan dan lain-lain yang diberikan oleh teman-teman kami di Samarinda ini. Alhamdulillah walau jauh dari keluarga. Kebaikan tetangga dan teman serta para sahabat memberikan semangat bagi kami.
Menjelang akhir isolasi mandiri, saya dan suami yang tadinya anosmia alias tidak dapat mencium bau-bauan mulai perlahan pulih. Memang anugerah kesehatan panca indera dari Allah SWT adalah anugerah yang harus kita syukuri. Dengan kejadian sakitnya kami kemarin, insya Allah menambah rasa syukur kami atas kesehatan yang kami miliki.
Setelah pulihnya kami, datanglah sebuah paket dari salah satu teman saya di Ibu Profesional Samkabar. Beliau juga penyintas Covid-19. Teman saya ini mengirimkan hasil karyanya kepada kami untuk kami nikmati. Ketika kurir datang membawa bungkusan itu. Saya bahagia, wah saya tau ini adalah buatan teman saya dengan penuh cinta.
Ia membuat dessert yang lumayan ramai diperbincangkan di media sosial dari tahun kemarin. Dessert nya yaitu buko pandan. Tadinya saya tidak tahu kalau asal dessert itu dari Filipina. Saya kira buko pandan berasal dari Sumatera. Hidangan penutup ini biasanya disajikan disegala jenis pesta atau acara di Filipina.
Arti buko pandan sendiri yaitu kelapa muda dan daun pandan. Es ini memiliki tekstur yang creamy dengan nuansa warna hijau karena campuran daun pandan. Rasanya tidak perlu diragukan lagi, cocok untuk menyegarkan tenggorokan ketika cuaca panas melanda. Hidangan penutup ini terbuat dari gabungan kelapa muda, susu kental manis dan mutiara sagu.
Kembali ke buko pandan tadi. Ketika masuk ke mulut saya terasa lembut dan creamy. Apalagi dimakan dingin-dingin. Membuat mood booster saya bertambah. Satu per satu saya nikmati gigitan jelly dan agar-agarnya. Sepertinya memang dibuat dengan cinta sehingga saya bisa merasakannya. (#eaaaaa)
Terus terang memang baru pertama kali saya merasakan buko pandan. Memang terasa segar dan ingin tambah lagi dan lagi. Entah memang pada waktu itu saya lagi kelaparan atau memang enak si buko pandannya, dua wadah yang teman saya kirimkan tersebut, ludes semua saya habiskan.
Nah setelah saya betul-betul pulih, saya ingin kembali merasakan sensasi makan buko pandan. Tapi pada waktu itu teman saya bilang belum jualan. Jadi memang hanya dibuat untuk teman-teman yang sedang sakit. Akhirnya saya mencari resep dari artikel-artikel online.
Saya pun mencoba membuat buko pandan sesuai dengan resep yang saya dapatkan. Resepnya adalah sebagai berikut :
Buko Pandan
Bahan bahan:
1 kelapa muda (diambil airnya)
1 bungkus agar agar warna hijau
3 sdm gula pasir
1 lembar daun pandan
1 kaleng susu evaporasi
1/2 kaleng susu kental manis
Pasta pandan
Nata de coco, buang airnya
Daging kelapa muda
Sagu mutiara
Keju secukupnya
Cara membuat:
1. Masak sagu mutiara putih yang dicampur dengan 1 tetes pasta pandan dan daun pandan sampai lunak.
2. Masak agar agar hijau dengan air kelapa serta gula. Masak hingga mendidih lalu dinginkan dan potong dadu.
3. Siapkan daging kelapa muda dan nata de coco
4. Masukan susu evaporasi, susu kental manis, sagu mutiara, agar agar, daging kelapa dan nata de coco ke dalam wadah. Aduk rata, bisa tambahkan keju parut diatasnya sesuai selera.
5. Dinginkan di dalam kulkas. Buko pandan siap disantap.
Setelah jadi buko pandan buatan saya, memang enak sih. Tapi terasa beda dengan buatan teman saya. Mungkin resepnya yang berbeda atau komposisi buko pandan yang saya buat kurang pas. Entahlah. Yang penting semua anggota keluarga di rumah menyukai buko pandan buatan bundanya ini. Mungkin lain kali saya akan mencoba kembali resep buko pandan lainnya. Doakan saya berhasil membuat buko pandan yang enak yaaa..
Sumber resep : https://beritalima.com/mengenal-es-buko-pandan-dari-mana-asal-usulnya/


Komentar
Posting Komentar