Klip setoran 1 bulan agustus 2021

Awal cerita virus itu datang


Hari itu tepat dengan hari raya idul adha 1442 Hijriyah. Bangun dari tidur badan terasa sangat ngilu, tapi aku paksakan untuk mencuci pakaian kotor. Karena cucian kotor sudah banyak sekali. Aku kuatir kalau aku menunda lagi mencuci di hari itu, cucianku akan tambah menumpuk.


Bolak balik antara mencuci baju dan menyusui omar membuat badanku terasa rambah nyeri dan rontok. Tidak ada perasaan apa-apa, aku hanya berpikir ini pasti karena aku terlalu capek makanya badan terasa tidak nyaman. Setelah menyelesaikan mencuci baju, aku dan anak-anak sholat idul adha di rumah, sedangkan ayahnya anak-anak sholat di kantor dikarenakan sekalian menjadi panitia kurban. 


Setelah sholat idul adha yang diimami oleh aa kyoshi, tubuhku terasa menggigil dan terasa remuk. Tangisan omar yang ingin menyusu semakin membuatku sakit kepala. Rasa tidak tahan lagi dan ingin ada yang bisa membantuku menggendong omar. 


Akhirnya aku menelepon suami, kukatakan bahwa aku sedang tidak baik-baik saja. Badanku meriang dan terasa nyeri sekali. Setengah jam kemudian suamiku pun pulang. Ia mengajak main dan menggendong omar. Selain itu suami juga menyiapkan makan siang untuk anak-anak lainnya. Sedangkan aku tetap meringkuk dibalik selimut di siang hari yang panas. Aneh sekali padahal di luar matahari sedang lucu-lucunya akan tetapi aku malah kedinginan.


Akhirnya suamiku membelikan parasetamol dan menyuruhku untuk meminumnya. Setelah beberapa menit minum parasetamol. Badanku terasa lumayan, rasa nyeri perlahan hilang dan mulai keluar keringat banyak sekali. Aku pun terlelap. Rasanya sudah lama sekali aku tidak merasakan tidur siang yang berkualitas. Ah mungkin aku hanya kecapean dan butuh istirahat. Aku tidak pernah berpikir akan ada penyakit yang hinggap di tubuhku. 


Keesokan harinya aku merasa lebih baik. Aku mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti biasa. Aku juga ke warung untuk membeli beberapa bumbu rendang. Karena kebetulan mendapat jatah daging dari kurban kami di masjid kantor suami. Seingat saya setiap keluar dan masuk rumah, saya selalu menjalankan protokol kesehatan. Memakai masker, memakai hand sanitizer setiap setelah melakukan transaksi di warung, lalu sesampainya di rumah aku langsung mandi dan membersihkan diri. 


Lalu pada hari Jumat tiba-tiba muncul batuk dan pilek, rasanya sungguh tidak nyaman. Akan tetapi aku tetap mengerjakan pekerjaan domestik di rumah. Kebetulan anak-anak masih libur sekolah online. Jadi aku tidak terlalu sibuk. Selesai mengerjakan kegiatan domestik, aku pun tertidur sambil menyusui omar. 


Hari demi hari berjalan seperti biasa. Sambil menunggu batuk dan pilek pulih aku hanya minum air hangat ditambah madu dan jeruk nipis. Terasa nikmat sekali. Alhamdulillah aku merasa bugar kembali. 


Seorang temanku tiba-tiba menanyakan kabarku. Karena beliau tahu kondisiku yang kurang sehat sejak idul adha. Ia menyarankan agar aku tes swab antigen. Aku agak menyangkalnya dan berkata kalau aku hanya sakit flu biasa dan aku baik-baik saja. Ada rasa kesal awalnya, ah masa aku kena virus covid-19 sih. Aku baik-baik saja, aku selalu menjalankan protokol kesehatan. Itu yang kuucapkan dalam hati. 


Tapi ku iya kan saja saran dari temanku itu. Baiklah nanti aku akan tes swab antigen agar lebih yakin lagi. Apa sakit yang kuderita ini hanya flu biasa atau ada virus dari wuhan. Saran dari temanku itu hanya lewat saja. Aku disibukkan dengan kegiatan domestik dan mengurus bayi sehingga tidak sempat kemana-mana. 


Aku meyakini bahwa aku baik-baik saja. Aku hanya sakit flu biasa dan kecapean mengurus kerjaan di rumah. Selalu berpikiran positif dan tidak mau berpikiran macam-macam. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF