KLIP hari ke-8, Agustus 2021


Mempersiapkan Anak Memasuki Sekolah Berasrama


Alhamdulillah bulan November 2020 yang lalu Kyoshi diterima di salah satu sekolah berasrama atau boarding school di Subang. Awalnya saya tahu penerimaan siswa baru dari media sosial. Lalu bismillah, saya tawarkan Kyoshi apakah mau mengikuti tes masuk di sekolah tersebut. Setelah beberapa tes dilaksanakan, akhirnya tibalah pengumuman dan Kyoshi berhasil lulus dari rangkaian tes tersebut. 


Karena Kyoshi masih 6 tahun ini. Maka ia memiliki waktu satu tahun untuk mempersiapkan diri memasuki asrama. Kami sebagai orang tua pun masih ada waktu untuk melatih lagi Kyoshi, baik secara kemandirian maupun secara emosi. 


Untungnya bagai gayung bersambut. Apa yang kami harapkan ini ternyata seiring dengan yang dipersiapkan sekolah itu sendiri. Selama satu tahun menuju asrama. Kami sebagai orang tua dibekali ilmu parenting serta digabungkan dalam grup di telegram, sehingga kami dapat bertanya mengenai sekolah atau hal-hal yang berhubungan dengan persiapan anak-anak. 


Dibulan Agustus ini sudah dua kali pertemuan yang diadakan untuk orang tua sehubungan dengan persiapan anak masuk asrama. Pertemuan orang tua dengan pihak sekolah diadakan via zoom. Pertemuan pertama membahas kegiatan yang akan didapatkan calon siswa selama satu tahun di rumah. Sedangkan pertemuan kedua membahas persiapan anak memasuki sekolah berasrama. 


Kegiatan zoom kedua dimulai pada hari minggu, 22 Agustus 2021 pada pukul 08.00 - 10.00 WIB. Narasumbernya ialah Bunda Fitria Laurent, seorang praktisi parenting di sebuah komunitas. Ia memiliki anak yang juga sekolah di sebuah asrama. 


Pada awal pemaparan bunda Fitria menjelaskan tentang titik berangkat orang tua ketika memasukkan anak ke asrama, diantaranya ialah :

  1. Intention / niat 

       Apakah niat yang disadari dan didasari orang tua untuk memasukkan anak ke sekolah berasrama. 

  1. Kebutuhan yang terpenuhi

      Kebutuhan apakah yang terpenuhi bila anak bersekolah di pesantren, misalnya bila anak di sekolahkan di pesantren maka bacaan Al-Qur'an lebih baik dari orang tua atau pengetahuan tentang agama lebih banyak dari orang tua. 


Salah satu hal yang penting yang harus tuntas sebelum kita menyekolahkan anak kita ke sekolah berasrama ialah kebutuhan akan emosi anak-anak. Kebutuhan akan emosi anak-anak untuk 6 - 12 tahun misalnya yaitu dorongan positif penghargaan kepada anak dan dan kedekatan anak dengan orang tua atau orang dewasa lainnya. Sedangkan untuk usia 13 - 18 tahun kebutuhan akan emosi misalnya mendapatkan bimbingan dalam membangun kesadaran, mendapat kepercayaan dari orang tua dan penerimaan dukungan dari orang tua. 


Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan pada diri anak sebelum memasuki kehidupan berasrama, yaitu dengan pembekalan nilai-nilai hidup bersama diantaranya : 

  1. Toleransi

  2. Empati

  3. Kesederhanaan

  4. Berbagi

  5. Berani


Bunda Fitria  juga memaparkan  beberapa prinsip pendukung untuk anak selama di asrama :

  1. Bekali ananda dengan peralatan ramah anak

  2. Berikan dorongan positif ke anak

  3. Beri ruang kepada ananda untuk menyelesaikan sendiri permasalahan pribadinya.


Sedikit banyak apa yang disampaikan oleh Bunda Fitria sangat memberikan masukan bagi kami. Mumpung masih ada waktu, akan kami persiapkan sebaik-baiknya. Mulai dari kesiapan emosi, kemandirian dan lain-lain yang disebutkan pada acara tersebut. Kami sadar sebagai orang tua masih banyak salah dan khilaf. Akan tetapi kami akan berusaha agar anak kami dapat siap lahir batin bersekolah di sekolah berasrama. Bismillah, Semoga Allah mudahkan jalan kami. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF