KLIP bulan Juli 2021, hari pertama
Suamiku dan Memasak
Suamiku adalah partner andalanku. Sejak lahirnya anak pertama sampai anak keempat. Ia tidak ragu untuk membantuku mengerjakan pekerjaan domestik. Semua pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh para ibu dengan mudah ia lakukan.
Salah satu kepandaiannya dalam mengerjakan pekerjaan domestik ialah memasak. Ia bercerita bahwa dari sejak kelas tiga Sekolah Dasar ia biasa memasak. Mulai dari memasak nasi, menggoreng telur dan membuat nasi goreng.
Makanya selama 14 tahun menikah rasanya kami tidak membutuhkan asisten rumah tangga. Karena sekarang selain suami, anak-anak bisa diberdayakan membantu pekerjaan domestik yang ringan-ringan. Sekalian juga aku melatih anak laki-lakiku agar kelak ketika sudah berumah tangga. Ia bisa membantu istrinya kelak dalam mengerjakan pekerjaan domestik. Sesungguhnya pekerjaan domestik ini bukan hanya tugas istri, suami pun harusnya bisa ikut membantu. Tetapi bila suami mampu membayar jasa asisten rumah tangga lebih bagus lagi sehingga istri hanya fokus mengurus anak saja.
Kembali lagi dengan cerita memasak. Ada beberapa masakan suamiku yang menjadi kesukaan anak-anak yaitu nasi goreng dan mie goreng. Sebagai seseorang yang berpengalaman memasak nasi goreng sejak kelas tiga sekolah dasar. Rasa nasi goreng buatan suamiku tidak kalah dengan nasi goreng buatan resto terkenal yang ada di mall-mall.
Entah apa yang membuat makanannya terasa enak sekali. Kalau ditanya memakai bumbu apa ketika memasak nasi goreng? Jawabannya pasti : " memakai bumbu cinta " duh sungguh membuat ku tersipu malu. Dan pasti anak-anak akan berteriak ciyee ciyee kepada ayah bundanya.
Suatu hari aku pernah terbaring sakit hingga tidak bisa mengerjakan pekerjaan domestik khususnya memasak. Dengan sigap suamiku ke warung sayur membeli sayur mayur, ikan dan ayam. Lalu sesampainya di rumah, ia memasak untukku dan anak-anak. Kadang juga ia pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan pokok. Tak lupa ia membawa catatan agar tidak ada barang yang terlupa dibeli. Bila barang yang dicari tidak ada, ia akan meneleponku di rumah. Ia tidak mau gegabah dalam misi belanja kebutuhan pokok.
Kemarin kebetulan akhir bulan, jadi suamiku belum sempat belanja kebutuhan pokok. Sehingga ketika kemarin malam aku ingin sekali memakan mie goreng yang kebetulan cuacanya sedang pas banget. Yaitu selesai hujan dan aku ingin memakan yang gurih dan hangat. Aku membuka lemari es ternyata tidak ada bahan yang dimasak menjadi mie goreng. Di lemari es hanya ada telur dan madu.
Aku pun membuka aplikasi hantaran makanan. Aku memesan mie goreng di suatu resto. 10 menit, 20 menit, 30 menit sampai akhirnya 1 jam 30 menit menunggu ada driver yang mengambil pesanan. Ternyata tidak ada satupun yang mengambil pesanan. Akhirnya karena lapar, akhirnya aku pun memesan kebab. Rasa penasaran dan keinginan untuk memakan mie goreng pun ku kubur dalam-dalam dan akhirnya terbawa sampai mimpi.
Hari ini sungguh ku terharu. Setelah ketiduran karena menyusui Omar, suamiku membangunkanku. Ia membawakan sepiring mie goreng yang kuinginkan kemarin. Masyaallah.. sungguh bahagiaku receh sekali. Rasa lelah setelah menyusui dibayar dengan sepiring mie goreng buatan suami. Terima kasih suamiku.. mie gorengnya enak sekali.

Komentar
Posting Komentar