Klip Juni 2021, hari pertama

 


Menikmati Sore di Kota Raja



Tidak terasa sudah memasuki bulan baru yaitu bulan juni 2021. Setelah bulan mei kemarin saya hanya bisa setor 10 tulisan. Semoga di bulan juni ini saya istiqomah menulis setiap hari. Saya ingin juga merasakan mendapat rapor dengan Outstanding Performance seperti teman-teman di KLIP lainnya.  


Hari selasa tanggal 1 juni ini bertepatan dengan hari libur. Hari liburnya yaitu hari lahir Pancasila. Tentunya sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik ini, tanggal merah atau hari libur adalah hari yang dinanti-nanti. Setidaknya ibu bisa istirahat dulu bermain guru-guruan online. 


Hari libur ini kegiatan pagi saya dimulai dengan memandikan omar lalu ke warung sayur dan ikan. Setelah itu saya memasak menu permintaan suami, yaitu pindang patin beserta sambal dan lalapannya. Suami dan anak-anak lahap sekali. Tapi saya tidak begitu bernafsu untuk makan siang. Akhirnya saya nyemal nyemil jajanan pasar yang saya beli secara online. 


Siang harinya secara mendadak ingin sekali rasanya saya jalan-jalan ke luar kota Samarinda. Inginnya sih jalan-jalan ke Balikpapan, tapi sayang hari sudah siang dan anak-anak pun esok hari masih ada ujian kenaikan kelas. Akhirnya diputuskan lah kami jalan-jalan ke Tenggarong. Jarak Samarinda - Tenggarong sekitar 30 km atau bisa menempuh waktu sekitar 45 menit. 


Nama lain dari Tenggarong ialah Kota Raja. Mengapa disebut Kota Raja? Kota Raja itulah julukan untuk Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), di Provinsi Kalimantan Timur. Julukan tersebut kiranya tak dapat disanggah mengingat wilayah ini dulunya merupakan ibu kota Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura dan berdiamnya makam para rajanya. 


Ini adalah pertama kalinya juga kami keluar kota membawa Omar yang berumur 55 hari. Karena tidak begitu jauh dari Samarinda makanya kami juga santai, hitung-hitung ini adalah pemanasan agar Omar terbiasa di mobil selama perjalanan jauh. 


Setelah memasuki Kota Raja, kami langsung menuju kuliner yang sedang nge-hitz di Tenggarong yaitu burger dan toast. Letaknya di arah pendopo bupati Tenggarong. Gerainya biasa saja, kecil dan sepertinya hanya melayani pembelian secara online. Setelah menunggu 15 menit, kami pun menuju tepian untuk memakan bekal yang telah kami beli. 


Setibanya di tepian, kami memilih taman yang agak teduh sehingga kami bisa memakan bekal kami. Sambil memakan bekal tersebut kami menikmati pemandangan sungai. Kami melihat perahu hilir mudik melewati sungai. Setelah makan dan foto-foto (tentunya). Hana dan Iyaz langsung menuju tempat penyewaan mobil -mobilan. Padahal iyaz sudah berumur 9 tahun, tetapi masih saja ingin bermain mobil-mobilan yang bisa dikendarai sendiri. 


Lalu dimanakah Omar dan Kyoshi? Oh tenang saja. Omar tidur dengan nyenyaknya digendongan bunda. Sedangkan aa Kyoshi duduk dan kadang berjalan kesana kemari. Tidak berapa lama terdengarlah azan ashar. Setelah puas bermain mobil-mobilan akhirnya kami menuju masjid yang berada di tepian tenggarong. Nama masjidnya ialah Al-Falah. 


Seperti biasa kami shalat bergantian. Ayah shalat bersama aa dan abang. Lalu saya, omar dan hana menunggu di mobil. Dari dalam mobil kami dapat menikmati pemandangan di tepi sungai. Tidak lama kemudian Ayah dan anak-anak selesai dan ayah pun bergantian menjaga Omar.


Akhirnya merasakan juga shalat di masjid setelah selama pandemi ini kami jarang sekali ke masjid. Masjidnya bersih dan nyaman. Tidak terlalu banyak orang yang berada di masjid itu karena memang kami telah terlewat dari sholat berjamaah. Setelah shalat, saya pun duduk sebentar sambil menikmati hembusan angin sore dan menikmati pemandangan tepian sungai. 


Alhamdulillah kami masih diberikan kesehatan oleh Allah SWT sehingga dapat menikmati sore di kota raja. Semoga pandemi ini lekas berakhir sehingga kami dapat jalan-jalan lagi ke tempat yang lebih jauh tanpa merasa was-was. 











Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF