Klip juni 2021 , hari ketujuh






 Hari kelulusan Hana



Alhamdulillah akhirnya putriku satu-satunya, Hana lulus juga dari sekolahnya di Taman Kanak-kanak Besar alias TK B. Kalau ingat beberapa tahun sebelumnya ketika pertama kali ia memasuki kelas Taman Kanak-kanak A. Rasanya tidak mungkin terjadi kelulusan ini. 


Dari kecil memang hana selalu bersama saya. Kami jauh dari keluarga besar kami yang berada di Bandung maupun Palembang. Sehingga agak sulit bagi hana untuk dekat dengan seseorang atau pun jauh sebentar saja dari saya. Ia akan menangis histeris bila tidak melihat saya di dekatnya. 


Kekuatiran itu pun terjadi, awal hana masuk TK A ia sama sekali tidak mau ditinggal bersama teman dan bunda gurunya. Hana mengharuskan saya berada di dalam kelas menemaninya. Padahal anak-anak lain tidak ada satupun yang ditemani bundanya. Akan tetapi saya tidak membandingkan hana dengan teman-teman lainnya. 


Saya berusaha sabar, setiap hari menemani hana di dalam kelas. Bahkan tidak jarang saya seperti asisten wali kelasnya hana. Kadang membantu bunda guru ketika belajar ataupun ketika istirahat tiba. Mulai dari membukakan kotak makan anak-anak, mengambilkan tisu sampai membantu anak-anak merapikan lagi kotak bekal makan mereka. 


Saya berusaha tidak membandingkan hana dengan teman-teman di kelasnya karena saya yakin bahwa suatu saat hana akan berani saya tinggal di kelas bersama teman-teman dan bunda gurunya. Saya yakin saat itu akan tiba. Maka setiap hari pergi mengantar hana pun saya menunjukkan wajah gembira. 


Akhirnya pertahanan saya runtuh. Rasa malu terhadap ibu-ibu yang lain membuat saya kadang merasa kesal. Sambil berpikir, kapan ya saat itu akan tiba. Saat hana mau ditinggal di kelas bersama teman-temannya dan bunda guru. Tapi disisi lain saya bersyukur. Saya jadi tahu bahwa hana memang nyaman berada di dekat saya dan tidak mau jauh-jauh dari saya. Haha.. mungkin itu untuk menghibur diri saya sendiri.


Setiap hari saya meminta maaf kepada bunda guru dan harap maklum dengan keadaan hana. Alhamdulillah bunda guru mengerti keadaan hana dan memberikan semangat kepada saya. Setiap hari kegiatan saya mengantar sambil menunggui hana di dalam kelas. 


Pada hari ketujuh saya mengantar hana. Tiba-tiba hana berkata kepada saya untuk segera pulang saja. Hana bisa ditinggal bersama teman-teman dan bunda guru. Saya mengucapkan alhamdulillah. Akhirnya hana sudah merasa nyaman dengan lingkungan barunya. Akan tetapi disisi lain saya merasa sedih. Ah akhirnya bayi bunda bisa mandiri. 


Sudah dua minggu sekolah berlangsung, hana masih tidak mau memakai jilbab. Padahal sekolahnya ialah sekolah islam yang mewajibkan anak perempuan memakai jilbab. Lagi-lagi saya mengharap pemakluman dari bunda guru. Alhamdulillah bunda gurunya juga kooperatif dan mengingatkan saya agar tidak memaksakan hana untuk memakai jilbab. Karena nanti ada masanya hana untuk memakai jilbab.


Hari ketiga belas bersekolah, tiba-tiba saya mendapatkan pesan bergambar hana telah memakai jilbab. Ia berpose bersama teman-temannya. Hana tampak bahagia sekali. Alhamdulillah ia sudah memiliki teman-teman di sekolah. Benar kata bunda guru. Akan datang waktunya hana dengan senang hati memakai jilbab.


Tahun pelajaran 2019 ia selesaikan dengan baik. Hingga akhirnya corona melanda. Sisa kelas TK A yang empat bulan lagi akhirnya tidak dapat dituntaskan di sekolah. Karena sekolah memutuskan untuk belajar via daring. Alhamdulillah hana tetap bersemangat walaupun bersekolah di rumah. 


Hingga pada bulan Juni 2020 tibalah hari pembagian rapor TK A. Biasanya setiap pembagian rapor selalu ada acara pentas seni. Ada tari menari dan gerak lagu. Akan tetapi karena pandemi kegiatan itu ditiadakan. Kegiatan mengambil rapor pun diberi jadwal agar tidak berkerumun dan memakai masker. Selain itu sebelum memasuki area sekolah, saya dan hana diukur dahulu suhu tubuhnya. Lalu kami mencuci tangan dengan memakai sabun. 


Kegiatan pembagian rapor berlangsung singkat saja. Setelah bunda guru memberikan rapor hasil belajar dan pernak pernik hasil belajar hana. Lalu ada satu lagi hadiah dari bunda guru. Hana berhasil mendapatkan penghargaan siswa terbaik. Hana pun diberi kado dan piagam dari sekolah. Alhamdulillah ya nak, kerja keras mu dihargai oleh sekolah. 


Lalu Juli 2020 hana masuk TK B. Karena pandemi juga semakin jadi. Kegiatan sekolah pun menjadi kegiatan daring alias bersekolah di rumah. Agar hana tidak bosan, kadang saya menambahkan beberapa permainan juga. 


Sepanjang perjalanan sekolah di juli 2020 sampai juni 2021 dilakukan secara daring. Selain mendapat video pembelajaran. Anak-anak juga belajar dengan bunda gurunya melalui panggilan video. Memang tidak maksimal rasanya. Akan tetapi beginilah keadaan yang terjadi. Asal anak-anak kami aman dari pandemi, kami sebagai orang tua rela mendampingi anak-anak belajar. Memang itu kan seharusnya. Sekolah adalah partner orang tua dalam mengajari anak-anak. Sekolah yang pertama adalah di rumah. 


Akhirnya datang juga hari ini. Hari kelulusan hana dan teman-teman dari taman kanak-kanak. Tidak ada juga perayaan kelulusan yang meriah. Pembagian ijazah pun diberi jadwal sesuai kelas. Hana juga sempat berfoto di booth yang sudah disiapkan sekolah. Alhamdulillah hana ku sudah lulus taman kanak-kanak. 


Semoga ilmu yang didapat selama bersekolah di taman kanak-kanak bermanfaat. Semoga hana menikmati masa-masa kanak-kanak di rumah bersama bunda. Semoga hana selalu semangat bermain dan belajar walaupun keadaan masih pandemi. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF