Klip juni 2021, hari kedua
Cerita semangkuk Mie Ayam
Hari ini anak sulung saya, kyoshi ingin dibuatkan mie ayam. Karena bahan-bahan di kulkas belum lengkap. Maka saya dengan diantar oleh suami segera pergi ke warung untuk membeli bahan-bahan untuk membuat mie ayam. Mie ayam yang saya buat hanya memakai mie kuning biasa, bukan memakai mie yang khusus dipergunakan oleh tukang mie ayam kebanyakan.
Pertama saya membeli sayur-sayuran dan bumbu-bumbu terlebih dahulu. Yaitu sawi, daun bawang, bawang merah dan lada. Sedangkan untuk bawang putih, kunyit, jahe, daun salam dan serai sudah ada di rumah. Setelah membeli sayur-sayur dan bumbu-bumbu. Saya pun membeli ayam di tukang ayam. Setelah semua bahan dibeli, saya pun pulang.
Rencananya di sore hari saya akan memasak mie ayam tersebut. Sebelum memasak mie ayam, saya menceritakan asal usul mie ayam kepada anak-anak. jadi mie pertama kali dibawa oleh orang tiongkok. Mie yang mereka bawa biasanya diberi topping daging babi atau juga biasa disebut bakmi. Akan tetapi karena pada itu adalah masa kerajaan islam di nusantara. Akhirnya digantikan dengan daging ayam yang halal. Demikian cerita singkat mie ayam.
Setelah bercerita kepada anak-anak, saya pun mulai mengolah bumbu-bumbunya. Kebetulan adik omar sedang tidur sehingga bunda bisa beraksi di dapur. Dalam membuat mie ayam tadi, saya dibantu oleh anak kedua yaitu iyaz. Iyaz bertugas merebus mie dan saya mengolah ayam agar bisa menjadi topping yang enak sesuai selera anak-anak.
Oya berikut bahan dan bumbu mie ayam sederhana ala saya.
Bahan :
Setengah ekor ayam, cincang kecil
1 bungkus mie kuning
1 ikat sawi sendok
2 batang daun bawang
Bumbu :
8 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt lada
2 cm jahe
2 cm kunyit
Gula merah secukupnya
Garam secukupnya
Kecap manis secukupnya
Cara membuat
1. Rebus mie kuning
2. Haluskan semua bumbu dan tumis sampai harum
3. Masukkan ayam lalu garam, gula merah dan sedikit kecap. Masak hingga matang
4. Tata di dalam mangkuk, mie lalu diberi topping
Selamat mencoba
Setelah semuanya siap. Kami pun berkumpul untuk menyantap mie ayam hasil karya abang iyaz dan bunda. Melihat anak-anak sangat lahap dan tambah lagi membuat saya bahagia. Tidak ada yang lebih bahagia melihat anak-anak yang sehat dan lahap memakan masakan bundanya.
Semangkuk mie ayam di sore hari. Semoga menjadi salah satu hal baik yang dapat anak-anak kenang dimasa nanti. Kenangan tentang kasih sayang yang bunda berikan lewat semangkuk mie ayam. Ada rasa gurih, manis, asin dan pedas didalamnya. Seperti halnya kehidupan ini yang bermacam-macam rasanya.


Komentar
Posting Komentar