Klip juni 2021, hari kedelapan






 


Wisata ke Pantai Malabar, Muara Badak



Sabtu kemarin saya mendapat info dari teman yang sedang berwisata ke pantai di daerah muara badak. Setahu saya setiap pantai di sana harus menyebrang memakai perahu terlebih dahulu. Ternyata pantai tersebut letaknya di balik hutan mangrove. 


Akhirnya minggu pagi kami sekeluarga ingin liburan ke pantai yang diinfokan teman saya. Sekedar mengobati kekecewaan kami ketika liburan ke Balikpapan beberapa minggu yang lalu. Kami tidak bisa mengunjungi pantai karena setiap weekend semua pantai di Balikpapan ditutup. 


Pantai Malabar namanya, mengingatkanku pada martabak telur. Perjalanan menuju pantai malabar dari Samarinda memakan waktu lebih kurang 2 jam. Jarak nya sekitar 57 km dari samarinda ke tanjung limau, muara badak. 


Kami berangkat dari rumah sekitar Pukul 08.00 wita dan sampai disana sekitar Pukul 10.00. Sebetulnya waktu tempuh bisa dipercepat bila jalan yang dilalui mulus dan bagus. Perjalanan dari rumah sampai bandara Apt Pranoto terbilang mulus. Tidak ada macetnya sama sekali. Akan tetapi setelah bandara masyaallah. Banyak jalan berlubang. Suami berkali-kali menghindari lubang agar tidak terjebak. 


Alhamdulillah selama di perjalanan anak-anak aman terkendali. Karena sudah di sounding sebelumnya bahwa perjalanan akan jauh dan memakan waktu yang lama sehingga diharapkan anak-anak tidak merengek dan menikmati pemandangan selama di perjalanan. Begitupun dengan Baby omar, selama di perjalanan ia hanya tidur dan bangun ketika ingin ngAsi.


Sesampainya di tujuan, benarlah hanya ada satu mobil dan lima motor. Masih pagi sehingga belum terlalu ramai. Ternyata pantai malabar ini juga termasuk pantai yang baru di kelola. Sehingga belum terlalu banyak pengunjung yang tahu tentang keberadaan pantai ini. Bahkan teman saya yang memang tinggal di samarinda belum pernah tahu tentang pantai malabar. 


Tiket masuk hanya Rp 5.000,00 per orang dan parkir mobil Rp 5.000,00. Disana juga disediakan pondokan yang biaya sewanya juga relatif terjangkau dan harganya sesuai dengan besar kecilnya pondokan tersebut. Kami menyewa pondokan seharga Rp 50.000,00 dan itu bisa dipakai seharian. Jadi bukan dihitung per jam. 


Seperti biasa ya tugas bunda nih hanya berpindah tempat saja. Tetap jadi kuncennya pondokan bersama baby omar. Bagi saya yang penting anak-anak bahagia bisa bermain air di pantai. Karena sejak pandemi kami memang belum bisa melepas anak kami untuk bermain air di kolam renang. 


Cuaca pagi yang cerah lalu tiba-tiba berubah menjadi hujan. Dari kejauhan tampak sekali anak-anak menikmati bermain pasir di pantai sambil bermandikan air hujan. Sedangkan saya bersama omar hanya berfoto-foto di pondokan. 


Oya fasilitas di sana ada 2 toilet dengan air yang mengalir dari kran. Lalu ada mushola dan ada warung kecil. Yah lumayan kami bisa memesan makanan kecil dan mie instan karena memang saya hanya membawa air mineral saja.


Setelah puas bermain dan akhirnya bersih-bersih. Kami pun segera meninggalkan tempat itu. Karena semakin siang ternyata semakin banyak pengunjung yang datang. Sekitar pukul 14.00 wita kami pun pulang. Lumayan lah bisa menikmati pemandangan pantai dan bermain pasir pantai sekitar 4 jam sudah cukup bagi kami. 


Di perjalanan pulang perut terasa lapar. Maka kami pun sudah tahu rencana kami selanjutnya yaitu makan siang yang walau sudah kesiangan. Kami makan di rumah makan menuju samarinda. Rumah makan yang sama kami temui ketika perjalanan dari samarinda ke balikpapan. Yaitu rumah makan yang ada tahu sumedangnya. 


Perjalanan pulang kami menuju rumah makan tersebut ternyata tidak mudah. Karena habis hujan terbitlah banjir di beberapa daerah yang kami lewati. Jalanan yang banjir otomatis membuat supir kesulitan memilih jalan yang bagus. Karena rata-rata jalan yang dilalui tersebut terdapat lubang yang dalam. Selama di perjalanan pulang, kami menemui ada dua mobil yang terjebak di dalam lubang. Sehingga mengakibatkan macet yang sangat panjang. 


Semoga pemerintah setempat lebih aware dengan kondisi jalan yang berlubang. Karena dengan adanya jalanan yang berlubang bisa membahayakan para pemakai jalan. Selain itu, waktu tempuh ke pantai juga semakin panjang dikarenakan pemakai kendaraan memilih dan menghindari lubang selama di perjalanan. 


Alhamdulillah terima kasih pak suami yang sudah mengajak kami jalan-jalan menikmati vitamin sea. Semoga di perjalanan selanjutnya saya bisa ikutan turun ke pantai. Sabar sabar saja, masih menunggu omar bisa duduk dan mengerti bermain. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF