Klip mei 2021, h9





 

Tradisi malam pasang lampu (Tumbilotohe)

di Gorontalo


Beberapa tahun yang lalu kami sekeluarga sempat tinggal di gorontalo selama 4 tahun. Selama tinggal disana banyak sekali adat budaya yang dapat kami pelajari dan menjadi pengetahuan baru bagi kami. Gorontalo merupakan provinsi ke-33 yang adalah provinsi di Indonesia yang lahir pada tanggal 5 Desember 2000 dan memiliki ibu kota provinsi bernama sama yaitu, Kota Gorontalo. Sama halnya dengan ibu kotanya, Provinsi Gorontalo terkenal dengan julukan "Serambi Madinah"


Ada satu tradisi yang unik di gorontalo ketika mendekati hari idul fitri. Tradisi tersebut dinamakan tumbilotohe. perayaan berupa memasang lampu di halaman rumah-rumah penduduk dan di jalan-jalan terutama jalan menuju masjid yang menandakan berakhirnya Ramadhan di Gorontalo. Perayaan ini dilakukan pada 3 malam terakhir menjelang hari raya Idul Fitri. Biasanya dilakukan pada saat hari ke-27 hingga ke-29 atau 30.


Cerita awal tumbilotohe ini ialah ketika masyarakat mulai perorangan memasang lampu. Awalnya berbahan bakar damar (getah pohon). (Lampu) disebut tohetutu. Saat akan menuju masjid, karena gelap, tohetutu turut serta dibawa seperti obor.


Masyarakat beriringan menuju masjid membawa obor (tohetutu) berbahan damar. Lalu tohetutu ditancapkan di depan masjid, di jalanan menuju masjid. Sehingga (jalanan) terang dari rumah ke masjid.


Lambat laun, kebiasaan tersebut menjadi tradisi sepanjang tiga hari yang melekat dengan malam lailatur qadar. Kebiasaan tersebut lantas disebut dengan Tumbilotohe. 


Akan tetapi di zaman sekarang agak susah menemukan lampu dari damar. Akhirnya masyarakat di gorontalo mengganti lampu dari damar menjadi lampu kecil-kecil alias lampu cabe dengan warna yang bermacam-macam.


Selama tiga malam menjelang idul fitri tersebut semua masyarakat ikut serta memeriahkan desa mereka dengan lampu dan hiasan yang super kece. Dari desa satu ke desa lain memiliki ciri khas tumbilotohenya. Semua ikut berpartisipasi dalam menghias desa mereka masing-masing sehingga desa mereka semakin cantik di malam hari. 


Sekarang walaupun saya tidak lagi tinggal di gorontalo. Saya selalu memantau kegiatan tumbilotohe dari berbagai media sosial. Sekarang kegiatan tumbilotohe tambah meriah karena masing-masing desa ingin menampilkan ciri khas tumbilotohenya masig-masing. Semoga kegiatan ini tetap dilestarikan dan tetap menjadi salah satu warisan kekayaan budaya di gorontalo. 






Sumber : https://amp.kompas.com/travel/read/2020/05/22/095100827/tumbilohote-tradisi-khas-gorontalo-menyambut-idul-fitri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF