Zona 7 Day1. Menjaga Diri Dari Kejahatan Seksual

 





Topik : Menjaga Diri dari Kejahatan Seksual


Kelompok : 25 (Samkabar)


Semangat Menghadapi Tantangan Zona Ketujuh


    Tibalah saatnya kami memasuki zona ketujuh. Setelah senin paginya dibuat terkejut dan agak belum nyambung juga dengan tugas yang diberikan kakawi. Siang harinya ketika menyaksikan api unggun pum saya masih dibuat terkaget-kaget. Betapa tidak, kelas bunda sayang yang saya kira awalnya hanya berisi bermain bersama anak. Ternyata tidak semudah itu ferguso, ada tantangan yang lebih menantang di zona 7 ini. 


  Tantangannya terbagi dua yaitu untuk tugas individu dan kelompok. Untuk tugas individu dibagi menjadi hari pertama sampai kelima dan dimulai hari ini tanggal 3 maret 2021.

1.Tugas Individu

*5 hari pertama :

Membuat insight/rangkuman dari mencari materi untuk persiapan live kelompok.

*Hari ke 6-15 (10 Hari)

Membuat insight/rangkuman dari live semua kelompok

2.Tugas Kelompok

Mempersiapkan materi dengan berdiskusi dengan teman-teman satu regional yang akan dikumpulkan di link khusus tugas kelompok dalam bentuk Pdf. 


     Alhamdulillah saya bersyukur bergabung bersama kelompok regional Samkabar. Kemauan para member untuk berbagi insight maupun pengalaman membuat saya yang tadinya pesimis menjadi bersemangat dan optimis bahwa kami bisa mengerjakan tantangan di zona ini. Zona yang bukan hanya memerlukan ilmu, insight tapi juga banyak diambil pelajaran dari setiap sharing para member di regional samkabar. 


     Grup WA regional Samkabar tidak pernah sepi dari sejak tugas muncul hingga kami selesai menonton api unggun dan bincang tantangan dari kakawi Ica dan kakawi Ika. Masyaallah, teman-teman secara tidak langsung memberikan saya semangat bahwa ayo kita maju bersama menjalankan tantangan ini dan mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya sehingga dalam hati bertekad bahwa Samkabar nantinya bisa diundang kembali oleh kakawi. Aamiin. 


    Berikut ini adalah salah satu artikel yang di bagikan oleh salah satu member yang ada di regional Samkabar yaitu Mba Chintya Dien.


*10 Cara Menjaga Anak Aman Dari Pelecehan Seksual*


Sebelum terjadi pelecehan seksual pada anak, ada baiknya dilakukan pencegahan agar anak terhindar dari peristiwa mengerikan tersebut. Peran orang tua dan pengasuh sangat penting dalam pencegahan ini.

Orang tua dan pengasuh juga harus meluangkan waktu untuk belajar tentang pelecehan seksual dan tanda-tanda peringatannya. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan utuk mencegah anak agar tetap aman, seperti dikutip dari buku Stop It Now, Pelecehan Seksual Anak Cegah Sebelum Terjadi.


*1. Peraturan Keluarga*

Buat dan patuhi peraturan khusus di keluarga. Semua anggota keluarga memiliki hak untuk privasi dalam berpakaian, mandi, tidur dan kegiatan pribadi lainnya. Jika ada yang tidak menghormati hak-hak ini, maka orang tua harus jelas memberitahu mereka tentang aturan tersebut.


*2. Ajari Cara Menolak*

Orang tua memberi contoh tentang tindakan-tindakan yang harus ditolak. Kita bisa memberi contoh batas-batas dalam bermain, menggelitik, memeluk atau mencium.

Misalnya, jika anak tidak ingin memberikan ciuman pada paman yang jarang berkunjung, maka, biarkan anak untuk berjabat tangan sebagai gantinya. Pastikan sang paman mengerti mengapa hal tersebut penting untuk kenyamanan anak.


*3. Sentuhan Sayang VS Sentuhan Tidak Sopan*

Kepada anak, kita harus menjelaskan tentang perbedaan antara sentuhan yang oke dan sentuhan yang tidak pantas.

Untuk anak yang lebih muda, lebih baik mengajarkan aturan yang lebih konkret, seperti, ”Langsung bilang ke orang tua jika ada saudara, teman, atau orang lain yang menyentuh bagian tubuhmu yng paling pribadi!”

Ajarkan juga pada anak bahwa dia pun tidak boleh sembarangan menyentuh tubuh orang lain, meskipun dia sudah mengenal orang itu dengan baik.

Perhatikan setiap perilaku yang tidak pantas pada orang dewasa atau anak yang lebih tua karena anak-anak, terutama yang masih muda, belum pandai mengenali perilaku seperti ini.


*4. Bedakan Antara Rahasia VS Kejutan*

Orang tua harus menjelaskan perbedaan antara rahasia dan kejutan. Rahasia adalah sesuatu yang harus disimpan baik-baik demi menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan diri.

Rahasia adalah mengecualikan orang lain, demi menjaga informasi agar tidak sampai menimbulkan ‘masalah’ dari si pemegang rahasia. Saat menyimpan rahasia dengan hanya satu orang saja, maka anak-anak akan lebih rentan terhadap penyalahgunaan.

Sementara kejutan adalah sesuatu yang tak terduga namun menyenangkan dan memberi kegembiraan dengan segera dan tidak mempunyai syarat apapun. Termasuk tidak perlu ‘dirahasiakan’.

Sebuah kejutan yang diberi syarat harus ‘dirahasiakan’ maka itu bukanlah kejutan! Kejadian seperti ini harus segera dilaporkan!


*5. Teknologi*

Orang tua harus menjadi ‘penguasa mutlak’ atas anak-anak dalam hal penggunaan teknologi. Termasuk dalam hal internet, email, pesan instan, penggunaan webcam, situs jejaring social peer-to-peer dan ponsel, juga dalam tukar menukar foto.


*6. Melatih Dialog*

Tidak ada masalah jika kita mengucap dengan lantang kata-kata seperti pelecehan, pencabulan, jorok dan sejenisnya di depan anak-anak.

Biarkan mereka paham bahwa kata-kata tersebut wajar diucapkan jika melaporkan suatu peristiwa yang tidak pantas menyangkut diri mereka.

Percakapan yang bebas tekanan akan menjamin lancarnya pelaporan di setiap isu-isu yang sulit yang mungkin saja terjadi di kemudian hari.

Pastikan anak paham bahwa kita sebagai orang tua akan menyimak apapun yang mereka katakan, bahkan jika itu termasuk sesuatu yang memalukan atau sesuatu yang mereka anggap salah.


*7. Segera Melapor*

Segera melapor kepada pihak yang berwajib saat kita menduga telah terjadi peristiwa pelecehan seksual. Baik itu yang menimpa anak sendiri ataupun teman-temannya. Jika tidak ada yang bersuara, maka pelecehan itu tidak akan berhenti.


*8. Selalu Memberi Dukungan*

Pastikan anak paham bahwa kita akan selalu mendukung mereka saat mereka meminta privasi atau mengatakan “Tidak!” untuk suatu kegiatan atau jenis sentuhan yang bisa membuat mereka tidak nyaman.

Bicaralah dengan anak tentang siapa saja yang harus mereka percaya. Dan yakinkan anak bahwa kita telah memberi izin bagi mereka untuk melapor pada orang yang dipercaya itu setiap kali mereka merasa takut, tidak nyaman atau bingung tentang perilaku seseorang kepada mereka.


*9. Buat Rencana Keselamatan*

Ada baiknya kita membuat daftar ‘rencana keselamatan’ yang jelas dan mudah diikuti. Daftar tersebut berisi tentang, perilaku yang tidak pantas, kemana harus melapor, tindakan pencegahan dan hal-hal lain yang menyangkut keselamatan anak-anak saat mereka jauh dari orang tua.


*10. Selalu Percaya Diri*

Memahami cara-cara pencegahan pelecehan seksual dan cara mendapat dukungan, akan membangun rasa percaya diri bahwa kita memiliki kekuatan dan pengetahuan untuk menjaga anak-anak kita agar tetap aman.


Pencegahan yang paling efektif adalah dengan melakukan tindakan-tindakan sebelum terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Pencegahan dapat dimulai dari sekarang, dari yang paling mudah, dari rumah kita sendiri. Kita semua bisa menghentikannya, mulai dari sekarang! 


Sumber  : 

Stop It Now, Pelecehan Seksual Anak Cegah Sebelum Terjadi (Andri Priyatna dan Oom Somara De Uci)


Sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id


#tantanganharike1

#zona7

#topikmenjagadiridarikejahatanseksual

#bunsaybatch6

#pantaipulaupentang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF