ZONA 7 DAY 8. PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS

 Topik 3 Peran Orang Tua Dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Kelompok 12 IP Depok

 

            Hari Rabu tanggal 10 Maret 2012 adalah hari ketiga kelompok yang terpilih melakukan live. Adapun yang berkesempatan live adalah kelompok 12 yaitu dari Ibu Profesional depok. Para narasumber yang tampil ialah Alvinda Aisyah, Dwi Risnawati, Azhari Ikhwari, Nurullah.

Adapun yang disampaikan ialah

Fitrah adalah apa yang menjadi kejadian atau bawaan manusia sejak lahir. Pengertian fitrah secara sistematik berhubungan dengan hal penciptaan (bawaan) sesuatu sebagai bagian dari potensi yang dimiliki.

Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Fitrah Peran Ayah

Penanggung jawab Pendidikan, Man of vision and mission, Sang Ego dan individualitas Pembangun sistem berpikir, Suplier maskulinitas, Penegak professionalism,e Konsultan Pendidikan, The person of "tega".

Peran Fitrah Ibu

Pelaksana harian Pendidikan, Person of love and sincerity, Sang harmoni dan sinergi Pemilik moralitas dan nurani Suplier femininitas Pembangun hati, dan rasa Berbasis pengorbanan, Sang "pembasuh luka".

Fitrah Seksualitas pada anak usia 0 – 2 tahun

Pada usia 0-2 tahun dekatkan anak pada ibunya karena anak masih menyusu pada ibunya. Menyusui adalah pondasi penguatan konsepsi semua fitrah.

Peran orang tua pada fitrah seksualitas anak usia 0 – 2 tahun

1.   Memberikan hak menyusui eksklusif kepada anak tanpa gangguan.

2. Membiasakan anak untuk menghargai diri dengan mengganti pakaian atau menyusui ditempat tertutup.

3. Orang tua mengenalkan alat vital dan fungsinya kepada anak secara sederhana.

4. Ibu, ayah ataupun pengasuh meminta izin ke anak saat akan menyentuh alat vital ketika membersihkan alat kelamin. Dan memberi tahu alasan kenapa alat vital harus dibersihkan.

5. Mulai mengajari anak tentang jenis kelamin orang-orang disekitarnya.

6. Bermain peran bersama Ayah dan Bunda untuk menjalin kelekatan

Fitrah seksualitas pada anak 3 – 6 tahun

1.  Dekat dengan ayah dan bundanya secara seimbang

2.  Sudahharusbisa memastikanidentitas seksualitasnyadan mampu dengan jelas mengatakan "sayaperempuan" dan "saya laki-laki“.

3.  Memiliki keseimbanganemosionaldanrasional

4.  Mulai penasaran dan bertanya hal yang berhubungan dengan seks, misal"adik bayi keluar dari mana?"

Fitrah Seksualitas pada anak usia 7 – 10 tahun

·      Merupakan usia dimana anak-anak menyiapkan diri mereka untuk baligh

·      Tahap menumbuhkan identitas menjadi potensi

·      Sudah punya tanggung jawab moral

·      Masa Self Regulation & Self confident

·      Dari keyakinan konsep diri sebagai lelaki dan sebagai perempuan, menjadi aktualisasi potensi diri sebagai lelaki atau potensi diri sebagai perempuan pada sosialnya.

Fitrah Seksualitas pada anak usia 10-14 tahun (Fase Mukalaf)

· Sudah mulai memasuki tahap aqil baligh. Berarti sudah lebih matang organ-organ reproduksinya.

·      Anak laki-laki sudah lebih matang sikap kelaki-lakiannya.

·      Anak perempuan sudah lebih matang sikap ke-perempuanan-nya.

·      Sudah mulai bisa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

·      Sudah memasuki fase tertarik dengan lawan jenis dan tertarik kepada pernikahan

Fitrah seksualitas pada anak > 14 tahun

·       Akhlak/adab pada keluarga dan keturunan

·        Personal yang dewasa dengan peran keayahan/peran keibuan yang kokoh

 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------  

Dari materi kelompok yang live hari ini ada beberapa hal yang kualami sendiri. Misalnya ketika hana menanyakan,” Bunda, dulu aku lahir bagaimana?” karena hana lahir memang lewat Caesar jadi langsung kujelaskan. “ Hana dulu lahir dengan jalan operasi, Namanya operasi Caesar, perut bunda dibuka begitu lalu hana dikeluarkan oleh dokter, lalu perut bunda dijahit lagi”. Untunglah sehabis itu hana tidak banyak bertanya lagi. Sepertinya ia puas dengan jawabanku.

Lain halnya dengan kyoshi anak pertama ku yang telah menjelang baligh. Ia berusia 12 tahun. Kebetulan di sekolah ia telah belajar pelajaran fiqih tentang mimpi basah, haidh dan cara mandi nya. Saya bersyukur sudah dibantu menjelaskan oleh ustadz pelajaran fiqih. Lalu kyo pun bertanya lebih lanjut tentang mimpi basah kepada ayahnya. Ya karena ayah yang mengalami mimpi basah semestinya memang ayah yang menjelaskan.


Intinya bila anak bertanya tentang sesuatu apalagi yang berhubungan dengan Pendidikan seksual, kita harus samakan persepsi, jangan sampai anak sebetulnya hanya bertanya karena melihat dari bacaan, akan tetapi kita terlalu  luas menjelaskan. Jadi baiknya dikonfirmasi terlebih dahulu. Tahu dari mana kah pertanyaannya itu. Kita jangan langsung panik, tetap tenang dan ambil jeda dahulu lalu konfirmasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF