ZONA 7 DAY 6 PENDIDIKAN SEKSUALITAS
Topik 1 : Pemahaman Perbedaan Gender
Kelompok
1 : Aceh, Ambon, Bali, Balikpapan, dan Bangka Belitung
Hari
senin, 8 Maret 2021 adalah live pertama zona 7 tentang Pendidikan seksual. Kali
ini yang berkesempatan live adalah kelompok 1 yaitu gabungan regional Aceh,
Ambon, Bali, Balikpapan dan Bangka Belitung. Kelompok 1 ini adalah kelompok
yang terpilih mewakili untuk membahas tentang topik Pemahaman Perbedaan Gender.
Mereka terpilih dari 2 kelompok lainnya.
Bertindak
sebagai narasumber ialah Chintya Corin, Suci Andhini, Endah Dwi, Sonia Fitri
dan Rika Nurhayati. Materi yang disampaikan para narasumber menarik sekali,
akan tetapi mungkin karena sinyal berbeda-beda kadang suara terputus-putus.
Satu
per satu narasumber memaparkan sesuai dengan topik yang diberikan oleh kakawi.
Adapun materi yang disampaikan adalah sebagai berikut :
Definisi
Gender
Gender
menurut KBBI adalah jenis kelamin. Jika kita telusuri lebih dalam, jenis
kelamin adalah sifat atau keadaan jantan atau betina.
Menurut
WHO, gender ialah sifat yang melekat pada laki-laki dan perempuan yang
dikonstruksikan baik secara sosial maupun kultural.
Klasifikasi
Gender
1. Gender
biology : dikenal sebagai jenis kelamian, yaitu jantan dan betina.
2. Gender
indentity : identifikasi perasaan prikologis seseorang sebagai pria, wanita dan
jenis kelamin diluar norma-norma kemasyarakatan.
3. Gender
expression : karakteristik dan perilaku seseorang yang dapat dilihat sebagai
maskulin, feminin, campuran keduanya atau tidak keduanya.
Perbedaan
antara Gender, Seks dan Orientasi Seksual
|
Karakteristik |
Seks |
Gender |
|
Sumber Pembeda |
Pemberian tuhan |
Diajarkan melalui sosialisasi dalam
masyarakat |
|
Unsur Pembeda |
Biologis |
Sosial Budaya |
|
Sifat |
Tidak dapat dipertukarkan |
Dapat dipertukarkan |
|
keberlakuan |
Sepanjang masa |
Dapat berubah |
|
Dampak |
Terciptanya nilai-nilai kesempurnaan,
kenikmatan, perdamaian sehingga menguntungkan kedua pihak. |
Terciptanya norma-norma kebenaran tentang
“pantas” atau “tidak pantas” seringkali merugikan salah satu pihak |
|
Visi, Misi |
kesetaraan |
Kebiasaan |
|
Peran |
Produksi dan reproduksi |
Mencari nafkah, memasak, merawat anak,
menjadi tenaga professional dll. |
Orientasi seksual adalah rasa ketertarikan secara seksual maupun emosional terhadap jenis kelamin tertentu. Dapat diikuti dengan adanya perilaku seksual ataupun tidak. Orientasi seksual dapat dibedakan menjadi 3 : heteroseksual, biseksual, dan homoseksual. Orientasi seksual pemberian tuhan ialah heteroseksual, sedangkan biseksual dan homoseksual dikategorikan sebagai kelainan oreintasi sesksual.
Pentingnya
mengenalkan gender
1. Anak
mampu memahami identitas gendernya sendiri
2. Agar
anak mengetahui area-area pribadi tubuhnya yang tidak boleh dilihat dan
disentuh oleh yang lain
3. Paham
peran dan tanggung jawab yang berbeda dari keduanya
4. Agar
orientasi seksualnya benar
5. Tahu
cara berinteraksi dengan lawan jenis
6. Agar
bisa berempati pada lawan jenis dan pasangannya kelak
7. Anak
diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan
8. Anak-anak
yang tidak paham akan perbedaan gender pada saat dewasa berpeluang besar
memiliki masalah sosial dan penyimpangan seksualitas.
Tahapan
Mengenalkan Perbedaan Gender
|
Tahapan Usia |
Pengenalan |
|
0 – 2 tahun |
·
Mengenalkan perbedaan fisik laki-laki
dan perempuan, misalnya ayah dan ibu ·
Bermain peran ·
Membacakan cerita |
|
3 – 6 tahun |
·
Menjelaskan area pribadi sesuai gender ·
Menyebutkan nama organ sebenarnya atau
Bahasa ilmiahnya, misal penis, payudara ·
Mengenalkan cara berpakaian |
|
7 – 10 tahun |
·
Menjelaskan fase organ reproduksi yang
sudah matang. Misal menjelaskan tentang menstruasi dan mimpi basah |
|
11 – 14 tahun |
·
Mengenalkan Bahasa cinta sesuai
gendernya |
|
15 tahun keatas |
·
Bersiap memikul beban rumah tangga,
mengenalkan tugas laki-laki sebagai suami dan perempuan sebagai istri.
Mengenalkan hak dan kewajiban suami istri serta peran orang tua. |
Strategi
Mengenalkan Perbedaan Gender
1. Metode
modelling
Berlaku
pada anak usia dini, misalnya pekerjaan rumah tangga tidak hanya dilakukan oleh
seorang ibu tetapi juga dapat dibantu oleh ayah. Pekerjaan domestic bukan hanya
pekerjaan perempuan tapi juga laki-laki.
2. Metode
perlakuan
Metode
ini dapat dilakukan apabila terjadi hal-hal yang menurut kebudayaan tidak
selayaknya terjadi. Misal jika anak laki-laki sedang menangis janganlah
dilarang karena menangis adalah salah satu ungkapan emosi.
3. Metode
permainan peran
Anak
akan mampu mengenali jati dirinya sendiri, dapat mengembangkan fantasinya dan
menyalurkan kecenderungan pembawaannya.
Dari pemaparan yang disampaikan pemateri yang saya ingat adalah bagian pentingnya kita untuk mengenalkan gender sedari dini. karena anak-anak yang tidak paham dengan perbedan gender maka pada saat dewasa ia berpeluang besar memiliki masalah sosial dan penyimpangan seksualitas.




Komentar
Posting Komentar