Zona 7 Day 3. Menjaga diri dari kejahatan seksual
Kelompok : 25 (samkabar)
Topik : Menjaga diri dari kejahatan seksual
Pada hari ketiga tantangan ini diskusi di kelompok semakin hangat. Semua tim terpisah dalam WAG yang berbeda agar lebih fokus dengan pekerjaan masing-masing. Setelah bagian resume, selanjutnya materi diserahkan pada bagian editing dan seterusnya akan diberikan pada bagian desain.
Kembali ke pembahasan menjaga diri dari kejahatan seksual ini. Memang sedari dini harus diperkenalkan pendidikan seks dari rumah. Pendidikan seks yang dimaksud adalah pendidikan seks untuk anak usia dini meliputi mengenali anggota tubuh dan fungsinya, memahami tentang berharganya tubuh mereka sendiri dan mengetahui serta dapat melindungi anggota tubuhnya dari kemungkinan ancaman kekerasan seksual.
Pendidikan seks secara dini dapat dilakukan orang tua dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut:
Pertama, memaksimalkan dan mengefektifkan waktu kebersamaan dengan permainan menebak nama anggota tubuh dan fungsinya. Permainan ini bisa dilakukan langsung dengan tebak-tebakan antara orang tua dan anak, guru memberi tebakan dan anak menunjukkan anggota badan dan fungsinya, bisa juga dibantu dengan alat peraga, seperti gambar atau boneka.
Kedua, manfaatkan kegiatan merawat anak usia dini sebagai momentum belajar yang efektif. Saat memandikan kita bisa mengenalkan anggota badan anak, saat menemani di toilet kita bisa mengenalkan alat kelamin serta cara menjaganya dan lain sebagainya. Serta mengenalkan penyebutan alat kelamin dengan benar. Misalnya penis untuk laki-laki dan vagina untuk perempuan.
Ketiga, jika anak sakit kita bisa gunakan waktu tersebut sebagai momen untuk memberikan pengetahuan tentang cara merawat tubuh dan menghindarkannya dari penyakit.
Keempat, beritahu anak bahwa mereka memiliki hak sepenuhnya atas diri mereka dan mereka wajib melindungi tubuh mereka yang berharga dari sentuhan orang lain, kecuali orang tua dan tenaga medis. Hal ini bisa dilakukan saat meninabobokan anak, menemani makan, menemani mandi, saat anak sakit dan pada momen lain saat anak sedang dekat dan akrab dengan orang tua.
Adapun yang saya terapkan kepada anak-anak saya secara dini mengenai pendidikan seks ini adalah sebagai berikut :
Mengenalkan bagian alat kelamin anak dengan bahasa sebenarnya yaitu vagina untuk perempuan dan penis untuk laki-laki. Saya tidak mengajarkan penyebutan yang membuat anak bingung misalnya dompet, memeng, atau burung.
Sedari dini saya memberitahukan batas antara aurat anak perempuan dan anak laki-laki. Untuk perempuan semua tertutup kecuali muka dan telapak tangan sedangkan untuk laki-laki batasnya adalah dari perut ke bagian bawah. Sehingga walaupun berada di dalam rumah, anak-anak berusaha berpakaian yang menutup auratnya. Saya tidak membiasakan anak-anak hanya memakai celana dalam dan kaus dalam di dalam rumah.
Mengajarkan kepada anak untuk membersihkan alat kelamin sendiri dan memberitahukan tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dengan mengenalkan lagu " sentuhan tidak boleh "
Bila berada di luar rumah, selalu membiasakan buang air di toilet atau WC dan tidak membiasakan anak-anak untuk buang air pada tempat yang bukan seharusnya, misalnya di bawah pohon.
Memisahkan kamar antara anak laki-laki dan perempuan ketika mereka berusia 7 tahun keatas.
Mengetuk pintu kamar sebelumnya bila akan masuk ke kamar orang tua.
Tidak menunjukkan aurat anak di muka umum, misal ketika di kolam renang sebaiknya membilas dan mengganti pakaian anak di dalam kamar ganti.
#tantangan15hari
#setoranhariketiga
#zona7pendidikanseksualitas
#topik5menjagadiridarikejahatanseksual
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
Komentar
Posting Komentar