zona 7 Day 2. Menjaga Diri Dari Kejahatan Seksual
KELOMPOK 25 : SAMKABAR
TOPIK : MENJAGA DIRI DARI KEJAHATAN SEKSUAL
Masih
dengan keriuhan kelas Bunda Sayang di grup regional Samkabar. Di grup selain
mengumpulkan mater-materi, atas dasar inisiasi dari Mba Husniah akhirnya kami
membagi dalam beberapa kelompok agar semua dapat berperan di dalam zona ini. Kelompoknya
antara lain :
Susunan
Tim :
Tim live
1. Rika - Pemaparan
2. Sofi - Sisi Psikologi
3. Sawiningtyas - Pengalaman
4. Era - Persembahan
5. Yola - Host
Mengumpulkan materi
1. Tami
2. Erika
3. Kun
4. Febri
5. Vita
6. Cynthia
Tim resume/membuat susunan materi
1. Tuti
2. Rahel
3. Nurazizah
4. Sintha
5. Usela
Tim editing
1. Mira
2. Alloy
3. Imah
Tim desain
1. Yuli
2. Rizdha
3. Husni
4. Runita
5. nadia
6. Desy
Cara Melindungi
dari Kekerasan Seksual
Setelah
membagi dalam beberapa grup, beberapa member mulai mengemukakan idenya
masing-masing. ada juga yang mengumpulkan materi dalam satu folder, sehingga
anggota lain dapat membacanya.
Kejahatan seksual pada anak dapat terjadi
dan bahkan meningkat setiap tahunnya. Dari sekian banyak yang menjadi korban.,
hanya sedikit dari mereka yang mau bercerita mengenai pengalaman buruk ini,
hingga ditindaklanjuti oleh pihak yang berwajib.
Pencegahan kekerasan seksual dapat kita
mulai dengan menmberitahukan terlebih dahulu kepada anak mengenai organ vital dan
bagian yang tidak boleh disentuh orang lain. Selain itu kita juga mengajarkan
penyebutan alat kelamin dengan benar, yaitu penis untuk alat kelamin laki-laki
dan vagina untuk alat kelamin perempuan
Untuk mencegah anak dalam mengalami
kekerasan seksual, akan lebih baik jika anak diajarkan untuk bisa
melindungi dirinya sendiri. Sebagai langkah awal, Kita dapat memberikan
pemahaman, khususnya kepada anak yang mulai menginjak usia 5-7 tahun,
dengan panduan berikut ini:
Kenalkan
Perbedaan Orang Sekitar
Anak-anak cenderung mudah percaya pada perkataan
orang, siapa pun itu ketika sedang tidak bersama orang tuanya. Maka, kita perlu
menjelaskan perbedaan antara teman atau kerabat dengan orang lain yang tidak ia
kenal. Lalu, sampaikan bahwa tidak semua orang bisa menyentuh mereka
sembarangan.
Misalnya, hanya dirinya sendiri dan orang tua
yang boleh memakaikan baju hingga menyentuh anggota tubuh di baliknya. Untuk
teman atau kerabat yang muhrim (satu jenis kelamin), boleh menyentuh tangan,
kepala, dan kaki. Sedangkan untuk orang asing, sebisa mungkin tidak menyentuh
sama sekali.
Mengetahui Emosi yang Dirasakan
Anak memang masih belajar tentang dirinya sendiri,
termasuk dengan emosi yang ia rasakan. Maka, ajarkan ia untuk mengenal dan
mempercayai perasaan yang bermacam-macam tersebut. Baik itu marah, senang,
bingung, sedih, takut, dan beragam perasaan lain perlu ia pahami agar bisa
diungkapkan serta membantunya untuk mendapat pertolongan dari orang lain.
Belajar Menolak
Anak tetap harus diajarkan untuk berani berkata
"Tidak", "Tidak Mau", "Jangan", dan kata
penolakan lainnya. Hal ini menjadi cara Si Kecil untuk melindungi diri saat
dipaksa ikut oleh orang tak dikenal dan memudahkan untuk menemukannya.
Bersikap Tegas
Saat menolak, anak juga perlu bersikap tegas
pada orang yang memaksanya. Ia pun boleh judes atau cuek terhadap orang yang
tidak ia kenal, bahkan berbohong juga diperlukan saat dirinya merasa terancam.
Mau Curhat dengan Orang Tua
Kita perlu membangun komunikasi yang baik dengan
anak sejak dini. Dengan begitu, anak juga akan lebih mudah percaya pada orang
tua dan mau menceritakan hal-hal yang ia alami, termasuk rahasia yang ia coba
sembunyikan dari orang lain.
Berpakaian yang Pantas
Baik di dalam maupun di luar rumah, kita bisa
memberi contoh untuk mengenakan pakaian yang sopan. Hindari pakaian yang minim
sebagai cara agar anak bisa menahan pandangan sekaligus menjaga kemaluannya
sejak dini.
Tidur Sendiri
Meski masih kecil, anak-anak sudah perlu
diajarkan untuk bisa tidur di kamarnya sendiri. Jadi, ia perlu memisahkan diri
saat tidur dari orang tua ataupun saudara lawan jenis. Namun, jika masih tidur
dalam satu kamar yang sama, beri pembatas dengan kain, seperti sprei atau
gorden.
Belajar Tertib Mandi
Semakin anak bertumbuh besar, ajarkan ia untuk
bisa mandi, BAK, dan BAB seorang diri. Setelah mandi, usahakan agar anak tidak
keluar dengan hanya memakai handuk. Ketika berganti pakaian pun, ajak ia untuk
ke ruangan yang tertutup agar tidak terlihat oleh orang lain.
Tahu Cara Minta Tolong
Anak juga
perlu diajarkan untuk mencari pertolongan ketika dirinya merasa terancam.
Sebisa mungkin ia berada di tempat yang ramai, lalu tarik perhatian orang di
sekitar dengan berteriak atau berlari ke arah kerumunan orang.
Dengan cara-cara sederhana
ini, semoga kita bisa memberikan pemahaman yang tepat agar Si Kecil mampu
melindungi dirinya dari pelaku kekerasan seksual.
#tantangan15hari
#harikedua
#zona7pendidikanseksualitas
#topik5menjagadiridarikejahatanseksual
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional
Komentar
Posting Komentar