ZONA 7 DAY 15 : KETIKA ANAK BERTANYA

 


Topik 10. Ketika Anak Bertanya

Kelompok 33. Ibu Profesional Tangerang Kota

 

    Akhirnya sampai juga dipenghujung acara live zona 7 ini. Persembahan topik ke-10 yang berjudul Ketika Anak Bertanya dibawakan oleh kelompok 33 yaitu dari Ibu Profesional Tangerang kota. Para narasumber antara lain Huda, Oca dan Kartini. Setelah topik-topik sebelumnya yang panas dan membuat deg-deg an, saya rasa topik kali inilah yang membuat cair dan terasa ringan karena terkadang sebagai orang tua, kita mengalami banyak sekali pertanyaan-pertanyaan dari anak.

Meteri yang dibahas kelompok 33 adalah

Ketika anak tidak sengaja Melihat orang tua nya berhubungan intim, harus bagaimana?

Jika anak usia 6 tahun kebawah dan masih tidur sekamar

-     segera berpakaian atau minimal menutupi tubuh dg selimut

-     penuhi kebutuhan nya malam itu (ke toilet, haus, ingin ditemani tidur)

-     jika keesokan hari anak bertanya tentang yg dilihatnya semalam jelaskan sesuai usianya untuk anak balita “ayah dan bunda sedang berpelukan karena kami sudah menikah, kami saling berbagi kasih sayang".

 

Jika anak usia 7 tahun keatas dan pisah kamar

Ayah bunda adalah suami istri dan kami butuh waktu untuk bersama, setelah sepanjang hari bareng kakak dan adik-adik. Kami butuh ngobrol bersama, berbagi cerita, saling berbagi kasih sayang, dan kami tak ingin waktu bersama itu diganggu siapapun. Jadi kami memilih untuk mengunci pintu. Lagi pula itu kan cuma malam hari, di siang hari kakak masih bisa main di kamar ayah bunda.

 

Untuk penyebutan nama alat kelamin, sebaiknya Jawab nama sebenarnya, jangan memberikan sebutan ambigu seperti "burung" atau "apem". Bila anak bertanya lebih lanjut cukup jawab sesuai pertanyannya saja secara jelas dan singkat.

 

Bila anak bertanya sesuatu yang tidak bisa kita jawab, maka Berusaha jujur pada anak. Jika perlu waktu untuk menjawab utarakan saja. “Nanti Mama cari dulu jawabannya ya, Nak." Hal ini jg menunjukakan perhatian kita akan sikap kritis anak. Anak jg akan melihat keseriusan orangtuanya untuk belajar kembali sekaligus membuktikan bahwa orangtua tidak selalu punya jawaban untuk setiap pertanyaan anak.

Jelaskan sesuai daya tangkap usia anak. Jangan segan meminta waktu lebih untuk mencari cara yang tepat untuk menjelaskan jawabannya agar dapat dipahami anak

 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

    Menyimak pemaparan live kelompok 33 ini sebetulnya berhubungan sekali dengan kejadian saya dan anak sehari-hari. Dari awal ketika anak sudah bisa mengucapkan kata-kata. Saya memperkenalkan alat kelaminnya anak-anak dengan nama yang sesuai, penis untuk laki-laki dan vagina untuk anak perempuan.

     Saya juga mengajarkan Batasan-batasan aura tantara laki-laki dan perempuan. Dan selalu berpakaian dengan menutup aurat. Saya tidak pernah membiarkan anak-anak hanya memakai kaos dalam dan celana dalam saja di rumah. Pun ketika mereka berada di kolam renang taua pantai, saya tidak membiarkan anak-anak untuk memandikan di muka umum. Saya mecari tempat bilas yang tertutup atau toilet. Walau pun waktu itu anak-anak masih kecil.

   Dalam bermedia sosial juga saya berusaha mengunggah foto anak-anak dengan berpakaian lengkap. Kalaupu ada foto ketika mereka bayi, saya tidak membiarkan kelamin mereka terekspos di media sosial.

     Pernah suatu ketika anak saya yang ketiga, hana bertanya kepada saya. “ Bunda, dari manakah adek lahir?” nah kebetulan memang hana saya lahirkan dengan jalan operasi. Akhirnya saya jawab apa adanya. “ hana dilahirkan dengan cara operasi, Namanya operasi caesar. Tidak Panjang lebar saya jelaskan, saya hanya memperlihatkan bagian perut saya bekas operasi. Untungnya hana tidak meneruskan pertanyaannya. Nampaknya ia cukup puas dengan jawaban saya. Yaitu ketika lahir, ia dilahirkan dengan cara operasi. Mungkin nanti ketika ia bertambah usia dan bertanya lagi. Baru akan saya jelaskan kembali. Bahwa seorang ibu melahirkan dengan bisa cara normal maupun jalan operasi.

     Intinya ketika anak bertanya yang berhubungan dengan Pendidikan seksualitas, hal yang pertama sebagai orang tua kita Tarik nafas, mengambil jeda dahulu. Lalu mengkonfirmasi. Dari manakah pertanyaan itu dia dapatkan, atau dari manakah kata-kata tersebut ia dengar? Karena bisa jadi apa yang anak-anak tanyakan itu dengan pemikiran kita berbeda maksudnya. Selanjutnya sejak dini diperkenalkan bagian-bagian tubuh yang harus dilindungi dan tidak boleh disentuh siapapun. Bisa diajarkan lewat buku ataupun dengan didengarkan atau ditontonkan video lagu sentuhan tidak boleh.

     Terakhir yang kita lakukan setelah berdoa, berusaha lalu berserah kepada Alllah SWT dan memohon perlindungan. Bahwa Allah SWT adalah sebaik-baik pelindung. Semoga anak cucu dan keluarga kita selalu dilindungi oleh Allah SWT.


 Sumber : Materi Kelompok 33

https://drive.google.com/file/d/1EcEu1lGU011mk61SJq3sh19XBQOLDzoT/view?usp=sharing

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF