Tema Tantangan KLIP : Hal yang Menantang dalam Hidupku

 


Ketika Harus Operasi Caesar

 

    Salah satu hal yang menantang dalam hidupku yaitu ketika melahirkan anak yang ketiga. Ketika itu bulan juni 2015 tanggal 8 aku merasakan tidak nyaman. Ada semacam cairan seperti putih telur yang keluar dari vagina.

    Awalnya aku menduga hanya air biasa saja dan  tidak merasakan sakit. Ketika itu memang sudah mendekati waktu lahiran karena sudah sembilan bulan lebih. Hanya saja perkiraan dokter, aku akan melahirkan sekitar tanggal 20 juni. Karena keadaan yang ku alami seperti itu, akhirnya aku mengajak suami periksa ke dokter kandungan langganan.

    Cukup lama kami menunggu antrian karena memang dokter kandungan tersebut adalah salah satu dokter terbaik di Gorontalo. Setelah menunggu, dokter pun memeriksa lalu aku melihat semacam raut muka yang tidak biasa. Dokter menanyakan apakah beberapa hari ini aku mengeluarkan cairan. Aku pun menjawab iya, beberapa hari sebelumnya ada semacam cairan sepeeti putih telur yang keluar.

    Dokter lalu menunjukkan hasil USG, ternyata air ketubanku sudah berkurang dan secepat mungkin anak harus dikeluarkan lalu malam itu juga harus mencari rumah sakit untuk dipantau dan observasi serta diambil tindakan nantinya.  Aku dan suami tentu saja kaget dan lumayan bingung, karena otomatis kami harus menitipkan dua anak laki-laki kami terlebih dahulu. Setelah bertanya kepada beberapa teman, akhirnya ada satu teman yang bersedia dititipkan anak oleh kami. Alhamdulillah dua anak kami sangat kooperatif. Rasanya berat berpisah walau hanya satu malam bersama anak-anak. Karena memang anak-anak tidak pernah dititipkan dan keluarga kami juga jauh.

    Setelah mendapat kamar, aku pun beristirahat. Malam itu aku tidak bisa tidur. Dokter mengatakan, bila keadaan bayi stabil, aku bisa lahiran normal dengan diinduksi terlebih dahulu. Tapi dokter mengatakan disiapkan juga pilihan kedua yaitu dengan jalan operasi. Aku dan suami pasrah. Yang penting bagi kami sekarang ialah aku dan bayiku dalam keadaan sehat dan selamat. Apalagi kami tahu bahwa calon bayi kami ini berjenis kelamin perempuan. Memang anak yang kami harapkan, karena sebelumnya kami telah meliliki dua anak laki-laki.

    Keesokan paginya karena aku tetap berhusnudzan akan melahirkan normal, lalu aku memakan sarapan yang disediakan rumah sakit. Terasa lezat sekali, entah karena lapar atau memang masakannya lezat. Tidak lama kemudian aku dibawa ke ruang bersalin. Disana lagi-lagi diperiksa detak jantung bayi. Ternyata semakin melemah. Aku berusaha menahan tangis. Aku tidak mau terjadi apa-apa kepada anakku. Dokter pun datang dan menawarkan kami untuk induksi terlebih dahulu atau langsung Caesar. Suamiku langsung menyuruh dokter untuk Caesar. Entahlah kami berdua saat itu tidak berfikir panjang, tau-tau kami memutuskan saja untuk Caesar.

    Hari itu tanggal 11 Juni 2015 masih pagi sekali. Ternyata saya masuk perawat mengambil sample darahku untuk diajukan ke PMI kota Gorontalo. Karena aturan dari rumah sakit itu, kami harus menyediakan satu kantung darah untuk persiapan.

    Lalu saya pun di dorong menggunakan kursi roda oleh perawat. Ternyata begitu keadaan orang mau di operasi. Hanya memakai pakaian iperasi tanpa memakai apa-apa lagi. Setelah sampai pintu kamar operasi, saya berjalan sendiri ke dalam kamar operasi dan langsung duduk sendiri di Kasur. Lalu perawat menanyakan dimanakah keluarga yang mendampingi. Aku menjawab bahwa aku adalah pendatang dan keluarga ku jauh berada di pulau sumatera da pulau jawa.

    Mungkin petugas medis kasihan melihatku sendirian masuk kamar operasi. Entahlah. Lalu dilakukan persiapan operasi, sunti alergi, lalu pasang infus. Ketika sudah dipasang infus, teleponku berbunyi. Dalam hati berkata, “ Ya ampun siapakah yang menelepon dalam keadaan begini”. Lalu perawat pun mengambilkan teleponku. Ternyata nun jauh disana di kantor PMI, suamiku memberitahukan bahwa tabung kecil yang berisi sample darahku, tidak ditulis nama golongan darahnya, sehingga petugas PMI tidak mau memberikan darah yang diminta. Lalu kubilang kepada suami “ ayah langsung kesini aja temui perawat di ruang bersalin tadi. Ini bunda sudah ada di kamar operasi, sudah dulu yaa..” ah ada – ada saja pikirku. Mungkin suamiku panik sehingga dia meminta pendapatku bagaimana.

    Lalu tindakan dilanjutkan, tibalah saat yang memang terdengar mengerikan yang dilalui oleh ibu yang melahirkan secara Caesar yaitu, dibius di tulang belakang. Jangan tanya bagaimana rasanya ya gengs. Yang pasti ngilu. Sudah cukup satu kata itu saja. Setelah itu berasa ada yang erat, saya tidak bisa menggerakkan tubuh bagian bawah. Selanjutnya mulai dimasukkan kateter. Dokter pun sambil bercakap-cakap dengan para asisten, alunan music membuatku rileks, akan tetapi tidak berapa lama aku merasakan sulit bernafas, sesak sekali rasanya, dokter langsung menginstruksikan perawat untuk mengarahkan kepalaku ke sisi kanan. Ternyata hal itu terjadi karena aku sarapan pagi beberapa jam sebelum operasi. Harusnya memang kalau akan dioperasi harus puasa beberapa jam sebelumnya. Yah ini juga karena tindakan operasinya tidak direncanakan,

    Tidak lama kemudian kurasakan ada sesuatu yang ditarik dari perutku, tidak nyaman sekali namun tidak ada rasa nyeri. Sementara itu alunan musik membersamai operasi ku saat itu. Tak lama kemudian terdengarlah suara bayiku. Lalu dokter berkata “ Selamat bu, ini bayi perempuan”. Sebelum operasi memang aku meminta petugas laki-laki langsung mengazankan anakku karena ayahnya sedang berada diperjalanan dari kantor PMI yang jaraknya lumayan jauh dari rumah sakit.

    Setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi. Tiba-tiba aku sudah berada di kamar pemulihan. Sudah ada tetangga-tetangga dan teman dekatku. Kulihat satu per satu. Ternyata suamiku belum terlihat. Ternyata suamiku belum pulang dari PMI. Ah lagi lagi aku mengalami melahirkan tanpa didampingi suami.

    Sekianlah salah satu kisah menantang dalam hidupku. Semoga selanjutnya apapun kejadian yang menantang yang kualami nantinya membuat aku semakin tangguh dan semakin bersabar lagi. Karena Namanya hidup akan selalu ada peristiwa menantang.

 

 #KLIP

#maret2021

#setoranharike2

#bundahanamenulis

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF