KLIP : hari ketujuh

 Staf Ticketing, Pekerjaan Pertama ku


Pada tahun 2005, memesan tiket pesawat tidak semudah yang dapat kita lakukan sekarang. Kalau sekarang, asalkan memiliki smartphone, kuota dan tentu saja nomor rekening, kita dapat memilih sendiri jadwal penerbangan kita. Kebetulan akhir tahun 2005 aku sudah menyelesaikan skripsi akan tetapi karena telat mendaftar wisuda karena kebanyakan main. Aku bisa wisuda di tahun depannya yaitu Maret 2006.

Sambil menunggu pengurusan berkas-berkas untuk wisuda dan juga pengoreksian terakhir oleh dosen. Aku pun iseng mencari lowongan kerja di koran. Ada satu yang menarik, yaitu dibutuhkan staf ticketing di suatu perusahaan travel agent. Wah boleh juga pikirku, bisa menambah pengalaman siapa tau bisa lulus. Apalagi aku belum punya ijazah s1, aku melamar pekerjaan itu bermodalkan ijazah SMA.

Tidak disangka, aku ditelepon oleh pihak Human Resource Department di travel agent tersebut. Aku pun diberi jadwal untuk wawancara. Kebetulan tes nya hanya wawancara dan ditanya apakah bisa mengoperasikan komputer. Tentu saja aku bisa mengoperasikan computer. Tapi aku terus terang kalau belum mengerti mengenai ticketing. Lalu dijelaskan oleh pihak travel agent bahwa aka nada pelatihan dua hari bila aku diterima menjadi staf ticketing. Setelah interview aku pun kembali akan dihubungi bila diterima menjadi staf mereka. 

Seminggu kemudian aku ditelepon kembali oleh pihak travel agent. Lalu aku diminta datang esok hari untuk langsung masuk ke kantor untuk diajak pelatihan selama dua hari. Hari pertama masuk, aku diajari membuka web perusahaan penerbangan dan cara memesan tiket. Setelah dipesan lalu aku akan menulis tiket secara manual. Kalau ingat itu lucu sekali. Aku tidak boleh melakukan kesalahan dalam penulisan tiket karena tiket tidak bisa di hapus menggunakan tipe – ex. 

Alhamdulillah setiap hari menyenangkan bagiku. Kalau bertemu dengan pelanggan yang murah hati. Uang kembalian tiket tidak mau dikembalikan. Ada juga pelanggan yang maunya dicarikan tiket yang paling murah terserah jam berapapun berangkatnya. Aku mendapat uang sampingan dari para pelanggan. 

Ketika hari gajian tiba setiap tanggal 25. Aku berikan semua gajiku kepada mama. Mama sangat terharu. Aku pun terharu, itu adalah gaji pertama ku bekerja. Walau hanya sedikit, tapi itu adalah hasil kerjaku dari pagi sampai sore di depan komputer. Berburu tiket murah dan menawarkannya kepada pelanggan.

Banyak pelajaran yang diambil dari pengalaman bekerja publik. Sebagai wanita memang harus pandai-pandai menjaga diri dan membatasi pergaulan dengan non muhrim. Harus pandai jug amenjaga sikap kepada pelanggan. Jangan sampai keramahan kita menjadi disalah artikan. Karena kalau tidak, bisa terpeleset, Naudzubilah min dzalik. 

Hanya enam bulan aku bertahan disana, bukan karena tidak betah. Akan tetapi karena aku telah lulus wisuda maka aku pun ingin mencari pekerjaan yang gajinya sesuai dengan ijazahku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF