KLIP : HAL YANG MENANTANG DALAM HIDUPKU
Penumpang Gelap
Masa
menjadi mahasiswa banyak sekali kejadian-kejadian yang menantang. Saya tidak
hanya sibuk dengan jadwal-jadwal perkuliahan tapi juga sibuk mencoba berbagai
organisasi yang ada di kampus. Teman-teman pun semakin bertambah, selain teman
sekelas, saya juga berteman dengan teman-teman beda jurusan dan beda fakultas. Tak
jarang juga saya berteman dengan kakak tingkat karena terkadang saya meminjam
buku perkuliahan dan diktat-diktat perkuliahan. Lumayan bisa menghemat uang
jajan.
Suatu
hari saya diajak bergabung dengan organisasi di himpunan jurusan. Saya diajak
mengikuti Musyawarah Wilayah untuk pemilihan Ketua Organisasi Perhimpunan
Mahasiswa Jurusan se Indonesia dan mengikuti Seminar Nasional yang waktu itu
dihadiri oleh pejabat-pejabat pemerintah pusat.
Saya menemani kakak tingkat untuk mengajukan proposal kepada dekanat sehubungan dengan keberangkatan kami. Alhamdulillah proposal cair dan kami mendapat uang sebanyak Rp 300.000,- uang yang banyak pada saat itu.
Beberapa hari berikutnya kami pun berangkat. Akan tetapi harga tiket bus nya Rp 80.000,- kalau dihitung-hitung memang tidak cukup bagi kami untuk ongkos pulang dan pergi. Kami berangkat bertiga dari kampus. Ada saya, kak Rini dan kak Wik. Lalu kami memutuskan untuk naik bus yang tidak membeli tiket, alias menjadi penumpang gelap. Baru sekali saya pergi keluar palembang bersama orang lain selain keluarga saya. Apalagi kami naik bus tanpa memiliki tiket.
Di sepanjang jalan saya merasa tidak tenang. Karena biasanya di tiap pool bus ada pemeriksaan penumpang. Ternyata kami tidak sendiri. Ada beberapa penumpang gelap lainnya yang bergabung bersama kami. Yah demi mendapatkan ongkos murah kami rela deg-deg an. Ongkos bus yang tadinya Rp 80.000 kalau memakai tiket menjadi Rp 50.000,- bila tidak memakai tiket.
Tengah malam di daerah lampung selatan, kami dibangunkan oleh kernet bus. Ternyata bus akan diperiksa di pool tidak jauh dari tempat kami dibangunkan. Jadi kami yang tidak memiliki tiket, ditempatkan dahulu di warung pinggir jalan. Lalu selanjutnya kami akan dijemput kembali. Dalam hati saya berdoa “ Ya Allah semoga kami nanti memang benar-benar dijemput, semoga kami tidak ditinggalkan “ lalu saya ingat tas yang berisi baju ternyata tertinggal di bus. Kami berprasangka baik saja walau kami cemas.
Setengah jam kemudian alhamdulillah kami dijemput kembali oleh bus yang akan membawa kami ke Jakarta. Akhirnya kami pun melanjutkan tidur. Ada-ada saja, benar-benar kejadian yang tidak terlupa dan benar-benar menantang. Alhamdulillah tidak ada orang jahat yang mengganggu gadis-gadis imut seperti kami.
Pagi harinya kami tiba di terminal kampung rambutan. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Pondok Kopi, kami mampir ke rumah keluarga kak wik, kami akan menumpang membersihkan diri lalu selanjutnya kami akan melanjutkan perjalanan ke daerah Ciputat. Daerah kampus yang mengundang kami. Sebagai anak daerah yang pertama kalinya saya bepergian tanpa keluarga. Rasanya perjalanan kami jauh sekali. Iyalah dari pondok kopi ke ciputat ya lumayan.
Tidak menyangka rasanya kok saya bisa bepergian jauh tanpa keluarga. Apalagi naik bus tanpa ada tiket alias menjadi penumpang gelap. Sungguh tidak akan terulang dua kali kejadian itu.
#KLIP
#SETORANHARIKE6
#MARET2021
#BUNDAHANAMENULIS
Komentar
Posting Komentar