Tiga Wanita Tiga Cerita (Sebuah Ulasan dari Drama Korea)


Saya sekarang sedang menonton drama korea tentang rumah tangga. Drama ini sedang berlangsung alias on going. Masih episode ketiga. Akan tetapi dari awal cerita saja telah membuat saya deg-deg an. Ingin berhenti menonton tapi penasaran. Karena ini ceritanya tentang rumah tangga. Baiklah saya akan menceritakan episode awal-awal ini. Sepertinya saya pun akan meneruskan menonton.

Tersebutlah tiga wanita dengan range umur yang berbeda. Mereka adalah teman dalam satu pekerjaan di perusahaan radio yang sama. Hye-Ryung berumur 30 tahun an adalah seorang pembaca berita dan DJ,  Sa Pi- Young berusia 40 tahunan dan bekerja sebagai produser di salah satu program radio tersebut, dan terakhir ialah Si-Eun, seorang ibu yang berusia 50 tahun an dan bekerja sebagai penulis program di radio tersebut. Masing-masing mereka memiliki konflik rumah tangga sendiri. Padahal dari luar mereka dan pasangan masing-masing terlihat bahagia. 

Konflik pertama dialami oleh Si-Eun, ia memiliki seorang suami yang bekerja sebagai dosen di suatu perguruan tinggi. Mereka memiliki anak berusia 20 tahun dan 12 tahun. anak pertama yaitu Hyang-Ki dan anak kedua yaitu U-ram. Selama 20 tahun menikah dan 31 tahun saling mengenal. Si-Eun sangat bahagia bersama suaminya. Tidak ada masalah yang nyata yang meluluh lantakkan pernikahan mereka. Hingga pada suatu hari. Suami Si-Eun yaitu Hae-Ryun meminta bercerai. Alasannya terdengar klise dan terus terang membuat saya sebagai penonton sangat gemas. Alasannya karena, mereka telah terlalu lama bersama dan berumah tangga. Sudah kenal selama 31 tahun dan menikah selama 20 tahun itu sudah cukup lama, begitu kata sang suami. Si istri sebetulnya curiga, pasti ada wanita lain yang membuat suaminya berpaling hingga memutuskan ingin berpisah. Ketika ditanya lagi, lalu si suami mengatakan alasan yang membuat saya geregetan juga. Si Suami bosan dengan penampilan istrinya, ia seakan tidak memperhatikan penampilan dan dia benci dengan bau koyo yang selalu dipakai si istri. Padahal selain wanita karir, si istri selalu mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendirian, mulai dari mencuci baju, mencuci piring dan memasak, sedangkan suaminya tidak pernah membantu sedikitpun. 

Si-Eun pasrah, ia akhirnya mengajak anak-anaknya untuk menikmati makan di restoran. Ia membelikan makanan kesukaan anak-anaknya. Lalu ia memberitahukan kepada anak-anaknya bahwa ibu dan ayahnya akan berpisah. Anak-anaknya tentu saja tidak setuju, bahkan Hyang-Ki menanyakan apa alasan ayahnya ingin bercerai dari ibunya. Seperti biasa Si-Eun tidak menjelek-jelekkan suaminya, ia berusaha menjelaskan bahwa ayahnya butuh waktu untuk sendirian dan keadaan itu hanya sementara. 

Anak-anak Si-Eun akhirnya berbicara langsung kepada ayahnya. Hyang-Ki mengatakan, kalau bisa rencana perceraian mereka dipertimbangkan lagi dan menunggu hingga U-Ram berusia 20 tahun. Jikalau pada saat itu mereka tetap akan bercerai, maka anak-anak akan pasrah. Akhirnya si ayah pun memutuskan untuk tinggal dirumah dan mengundurkan rencana perceraiannya. Padahal ia sudah bingung, sudah ada wanita yang menunggu disuatu tempat. 

Kejadian yang kedua ialah permasalahan rumah tangga yang dialami oleh Hye-Ryung. Ia memiliki suami yang bernama Sa-Hyun yang seorang pengacara, mereka selalu terlihat romantis. Hingga suatu hari, Hye-Ryun memergoki suaminya sedang berbincang-bincang di telepon, ketika itu suaminya berada di dalam mobil. Hye-Rung yang melihat keadaan itu langsung mengetuk kaca mobil suaminya dan menyuruhnya membuka pintu mobil. Ia pun melampiaskan kemarahannya dengan menampar suaminya, dan suaminya ternyata pasrah. Penonton pun merasa gemas lagi. Setelah itu mereka melanjutkan pertengkaran di dalam rumah. Belum sempat si istri melihat teleponnya, ternyata si suami dengan liciknya mencelupkan telepon ke dalam wastafel walau sebelumnya dia mengambil simcardnya terlebih dahulu, sungguh licik. Bagaimana kisah Hye-Ryung selanjutnya? Besok saya akan lanjutkan.

Kisah ketiga yaitu Pi-young dengan suaminya yaitu Yu-Shin yang seorang dokter. Awl konflik yang terlihat hanya antara Pi-Young dengan ibunya. Ia sangan membenci ibunya karena menganggap gara-gara ibunyalah ayahnya meninggal. Ayahnya meninggal ketika akan menjemput ia di sekolah. Padahal waktu itu keadaannya sang ayah dan ibu sudah bercerai karena si ayah selingkuh. Karena mereka sudah bercerai, akhirnya ayahnya dilarang untuk menemui Pi-Young. Akhirnya ayahnya sembunyi-sembunyi ingin menemui Pi-Young dan terjadilah kecelakaan itu. Akhirnya ia membenci ibunya. Apa yang ia alami bersama ibunya tidak pernah ia ceritakan kepada suaminya. Karena Pi-Young merasa keluarga suaminya ialah keluarga yang terhormat yang memiliki rumah sakit di Seoul. sampai suatu ketika suaminya mengetahui cerita itu dari mertuanya sendiri alias ibunya Pi-Young yang selama ini tinggal di Filipina. Pi-Young marah besar ketika ibunya menceritakan masa lalunya itu dan melarang ibunya untuk bertemu anaknya yaitu Ji-a. Lalu apakah yang terjadi selanjutnya?? Apakah akhirnya Pi-Young pun akan mengalami luka seperti kedua sahabatnya? Nantika cerita saya lagi besok hari.

#KLIP

#setoranharikedua

#februari2021

#bundahanamenulis

#belajarmenulis 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF