Makhluk Keren Itu Bernama Suami

 



Makhluk Keren Itu Bernama Suami

 

         Tadi pagi cuaca tampak cerah, cocok sekali untuk berjalan-jalan di sekitar perumahan. Apalagi kehamilanku yang telah memasuki trimester ketiga ini butuh udara pagi dan jalan pagi tentu saja. Lalu aku mengajak suami untuk jalan pagi. “ Yah, Ayo kita keluar jalan pagi.. “ Lalu suami menjawab : “ Ajak aja tuh anak bujangnya, ajak jalan bareng “ Sungguh bukan jawaban yang kuharapkan. Lalu aku tidak jadi jalan pagi. Bukan merajuk, tapi kuurungkan niatku untuk jalan pagi. Dalam hati kuberkata “ Besok akan kucoba lagi sampai ia mau jalan pagi denganku.”

          Berumah tangga dengannya selama hampir 14 tahun rasanya masih banyak yang perlu aku pelajari dan masih banyak stok sabar dan maklum yang harus aku miliki. Karena begitulah laki-laki. Suatu hari suamiku pernah bilang padaku, “ Kalau ingin sesuatu tolong bilang, ayah ga ngerti sama kode-kode Bunda.” Memang sih ada beberapa kejadian yang gara-gara kode ku tidak sampai dengan jelas, akhirnya membuat aku kesal dan kecewa sendiri. Sampai-sampai sisi lain diriku berkata, “ Sukurin, siapa suruh pakai kode-kode dan engga bilang langsung.”

      Pernah sekali suami mengirimkan satu rangkaian mawar merah beserta kartu ucapannya. Kala itu saya dan anak-anak sedang berada di Palembang dan suami sedang dinas di Medan. Ternyata suami ingat tanggal pernikahan kami. Padahal aku saja sudah lupa, karena waktu itu memang sedang berduka. Antara sedih karena ditinggal mama tapi juga bahagia karena perhatian dari suami. Ternyata ia bisa romantis juga.

        Ada salah satu cerita tentang peringatan pernikahan kami yang membuatku juga terharu. Ketika itu suami cerita ada makan malam bersama tim dan bos dikantor. Tapi suami memilih absen dulu dari kegiatan makan malam bareng dan memilih untuk makan malam bersama saya dan anak-anak. Benar-benar membuatku terharu.

        Suamiku memang bukan tipe orang yang romantis, ia tidak pernah update status tentang aku maupun anak-anak di media sosialnya. Ia juga jarang mau diajak berfoto kalau aku tidak memaksa, ia juga jarang memberi kado ulang tahun kepadaku. Ia begitu bukan berarti ia tidak sayang kepada kami.  Ia memang begitu adanya, Ia keren dengan caranya sendiri. Ia romantis dengan caranya sendiri.

         Selama 14 tahun kami menikah, ia selalu membantu ku mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Bahkan setelah aku melahirkan anak pertama, kedua dan ketiga ia tak segan mengambil cuti untuk membantuku. Karena memang kami berdua memutuskan tidak memiliki asisten rumah tangga di rumah. Ia selalu ikut begadang mengganti popok anak-anak di malam hari dan lalu membangunkanku  ketika anak-anak ingin menyusu. Ia selalu membantu memandikan anak-anak mulai anak-anak bayi hingga anak-anak bisa mandi sendiri.

        Pagi hari ketika aku sibuk di dapur dan menyiapkan bekal anak-anak ke sekolah. Suami membantu memandikan hana dan menyiapkan pakaiannya. Ia tidak bernah sengaja bersantai ketika istrinya sedang sibuk di dapur. Bahkan kadang ia membantu ku bila aku kerepotan di dapur. Sungguh keren kan suamiku?

       Untuk hal membantu istri, suami sudah mengerti dan tidak perlu diberi kode. Karena memang dari kecil ia terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Namun untuk hal-hal lain yang tingkat keromantisannya butuh contoh. Misalnya memberi kado, memberi bunga, mengajak makan malam di luar, membelikan barang kesukaan istri, mengajak istri jalan-jalan atau melakukan hal-hal romantis lainnya. Aku harus memberitahukan langsung kepada suami apa yang aku inginkan tanpa memberi kode-kode lagi.

       Memang benar adanya sebuah kata-kata Mutiara mengatakan “ Pernikahan adalah ruang belajar seumur hidup”. Dari pernikahan itulah kita selalu belajar memahami, belajar bersabar, belajar mencintai setiap hari dan tentunya belajar menjadi orang tua.

        Semoga dengan bertambahnya jumlah anggota keluarga kami di bulan April (insyaallah) ia tidak berubah. Ia tetap menjadi patner begadangku dan patner dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ia keren dan romantis dengan caranya sendiri.

           

#KLIP

#februari2021

#setoranharike25

#bundahanamenulis

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF