KLIP tema " Mari bicara cinta " 16 Februari 2021
APAKAH
NAMANYA CINTA BILA TERUS MENYAKITI?
Bagian 2
4
bulan setelah pernikahan…..
Safira
merasakan kebahagiaan yang rasanya belum pernah ia rasakan sebelumnya. Empat
bulan berumah tangga bersama baskoro membuat hari-harinya semakin indah. Apalagi
emak sebagai mertua sangat sayang padanya. Ya memang masih ada ikatan
kekeluargaan diantara mereka, akan tetapi rasa sayang yang diberikan emak
kepada safira membuat safira bertambah bahagia.
Tepat dibulan
keempat pernikahan mereka, Safira diketahui hamil. Bertambah sayang lah baskoro
kepada istrinya itu. Walau awal menikah ia belum merasakan perasaan apapun
kepada safira, akan tetapi beberapa bulan hidup sekamar dengan safira membuat
baskoro lambat laun mencintai safira. Wanita yang sederhana, cantik dan
berbakti kepada suami.
Baskoro
masih bekerja sebagai tukang bersih-bersih dan pengantar kopi. Penghasilannya lumayanlah
karena ia tidak perlu mengeluarkan uang untuk mengontrak rumah. Kadang ia juga
mendapatkan tips dari pegawai kantor di
tempatnya bekerja, ia mendapatkan tips dari mencuci kan motor tau mobil, kadang
juga ia mendapatkan uang upah dari membelikan makan siang atau membelikan
rokok. Sesampainya di rumah ia pasti menyerahkan uang itu kepada safira.
Kadang
ketika pulang ke rumah, baskoro membawa nasi bungkus atau minuman kaleng yang
diberi para pegawai, atau bila ada sisa dari kegiatan di kantor tersebut, ia
membawanya sebagai buah tangan untuk istri dan ibunya.
Tidak terasa
kehamilan safira semakin besar, ia memeriksakan kandungannya pada bidan kampung
yang berada di dekat rumah mertuanya. Saat yang dinanti, safira merasakan
gelombang cinta, sedangkan saat itu baskoro berada di tempat kerjanya. Untung rumah
bidannya dekat sekali, emak memesankan tukang becak untuk membawa safira ke
rumah bidan.
Setelah
menunggu selama 3 jam akhirnya lahirlah seorang anak perempuan yang cantik. Disaat
yang bersamaan lah baskoro baru tiba di rumah bu bidan. Ia meng azankan dan
mengiqomahkan anak perempuannya itu. Tidak terasa bulir air mata menetes, air
mata kebahagiaan yang ia rasakan. Tidak meyangka rasanya sebahagia ini menjadi
seorang bapak.
Tidak menunggu
lama-lama di rumah bidan karena safira melahirkan secara normal, keesokan
harinya ia diperbolahkan pulang. Sesampainya dirumah, lama ia memandang wajah
bayinya, ia sangat bahagia dan bertekad akan memberikan limpahan kasih sayang
kepada anaknya, sesuatu yang tidak sempat ia rasakan karena safira sudah
menjadi yatim piatu sejak kecil.
Selama
di rumah, emak pun betul-betul memanjakan safira. Ia memasakkan sayur-sayuran
kesuakaan safira agar ASI safira dapat keluar dengan lancar. Emak juga tidak
banyak melarang memakan ini itu. Karena bagi emak, wanita pasca melahirkan
harus makan-makanan yang bergizi dan enak supaya cepat pulih dan mengeluarkan
ASI yang banyak.
Walau masih
merasakan nyeri, safira tidak betah berlama-lama di tempat tidur. Ia langsung maembantu
emak mengerjakan pekerjaan rumah. Sekedar menyapu, mencuci piring atau
menjemurkan pakaian. Walau emak melarang safira mengerjakan pekerjaan rumah. Rasanya
safira tidak enak membiarkan enak bekerja sendirian. Apalagi karena mengurus
safira, emak jadi libur jualan.
Bulan demi
bulan berlalu, safira merasakan kebahagiaan, hingga tidak terasa bayi
perempuannya sudah bisa duduk. Bayi yang ia dan baskoro beri nama Siti Nur
Zahra ini sudah memasuki masa MPASI. Walau hanya lulusan sekolah menengah
pertama. Safira suka membaca buku, jadi ia tahu tahapan-tahapan memberi makan
kepada anak. Selain itu, ia juga sudah dibelikan telepon pintar oleh suaminya
jadi bisa mencari info-info mengenai tumbuh kembang anak dan cara mendidik
anak.
bersambung...
Komentar
Posting Komentar