Hamil di Masa Pandemi _ KLIP

 



Hamil di masa Pandemi

           

           Selama hampir satu tahun sejak Corona menyerang Indonesia dan negara-negara lain di dunia. Persentasi kehamilan ibu-ibu pun semakin meningkat. Otomatis angka kelahiran bayi pun meningkat. Meningkatnya ledakan angka kelahiran bayi ini disebut Baby Boom.

        Baby Boom adalah ledakan angka kelahiran bayi. Istilah itu biasanya menjelaskan tentang peningkatan kelahiran bayi dalam satu waktu dekat. Adapun ledakan angka kelahiran bayi yang terjadi bisa menimbulkan beberapa permasalahan terkait kependudukan, kualitas SDM, hingga ekonomi. Kekhawatiran terhadap fenomena tersebut terjadi karena aktivitas dari keikutsertaan KB oleh masyarakat berkurang di setiap lokasinya. Terlebih beberapa pelayanan juga berkurang karena adanya virus Corona.

        Salah satu rezeki yang kami dapatkan di akhir tahun 2020 ialah saya positif mengandung anak keempat pada bulan Agustus 2020. Pastinya banyak perbedaan yang saya rasakan selama mengalami hamil di  masa pandemi ini dibandingkan dengan anak-anak saya yang lainnya. Perbedaan yang paling nyata saya rasakan ialah, yang boleh masuk ke ruangan praktek hanya Si Ibu dan satu pendamping. Otomatis saya yang pendatang ini, tidak bisa mengajak suami dan anak-anak masuk semua ke ruang praktek dokter kandungan. Jadi saya ke ruang praktek ditemani salah satu anak-anak saya bergantian, kadang Aa Kyoshi, kadang Iyaz dan kadang Hana. Sudah tujuh bulan kehamilan ini, sekalipun suami belum bisa menemani control langsung dikarenakan harus menunggu di mobil bersama anak-anak.

       Perbedaan lainnya yang saya rasakan ialah, selama tujuh bulan saya periksa kandungan, saya tidak pernah tahu wajah aseli dokter dan perawat yang mendampingi. Hal ini dikarenakan semua memakai masker. Lalu ketika di tempat praktek jarak duduk antar pasien pun berjauhan dan semua pasien memakai masker. Ada satu hal lagi, yaitu selalu ada hand sanitizer di meja pendaftaran pasien maupun dokter.

      Hamil kali ini berasa beratnya karena saya harus memakai masker setiap keluar rumah apalagi ketika mengunjungi praktek dokter kandungan. Selain itu ada info lainnya yaitu seminggu menjelang melahirkan, pasien diharuskan skrining Covid 19 dengan rapid test bahkan kadang ada juga ketika akan melahirkan, pasien yang sudah datang ke rumah sakit pun harus segera di rapid test. Bila hasil rapid reaktif,  maka pasien harus dirujuk ke rumah sakit yang punya ruang isolasi untuk ibu dan bayi. Pendamping yang akan mendampingi ibu melahirkan juga diharuskan rapid test.

       Terakhir hal yang yang membedakan hamil dimasa pandemi dengan biasanya ialah. Ibu-ibu yang sudah melahirkan dilarang untuk dikunjungi di rumah sakit dan tidak boleh membawa anak-anak ke rumah sakit. Hal ini berbeda sekali ketika saya melahirkan hana enam tahun yang lalu, saya boleh mengajak kedua anak saya yang lain untuk menginap di ruang perawatan.

       Yang harus saya persiapkan selain lahir batin ialah tambahan dana, karena baik untuk saya yang akan melahirkan maupun untuk pendamping yaitu suami saya, akan dikenakan rapid test dan itu tidak ditanggung oleh BPJS.

      Walau pun sedang pandemi begini saya harus menenangkan diri dan merasakan kehamilan ini dengan penuh bahagia. Saya berusaha makan makanan yang bergizi dan cukup serta meminum vitamin yang diberikan dokter. Selain itu saya menambah meminum sari kurma, susu kurma dan makanan kesukaan saya. Semoga pandemi ini lekas berakhir. Semoga nanti sampai melahirkan dan seterusnya, saya dan calon anak saya diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan terjauh dari Covid 19. Aamiin.

#KLIP

#setoranharike21

#bundahanamenulis

#februari2021

 

Sumber : https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-53476188

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF