Cinta Dalam Sepotong Ayam Kecap
Cinta dalam
sepotong ayam kecap
Saya dibesarkan oleh seorang ibu rumah tangga yang mendedikasikan hidupnya demi anak dan suaminya. Setiap hari mama menyiapkan makanan untuk kami anak-anaknya. Tak jarang pula mama menanyakan kepada saya dan adik-adik adakah makanan yang ingin dimakan?. Walau saya dan adik-adik memiliki selera makanan yang berbeda, sedapat mungkin mama akan memasakkannya untuk kami.
Semua masakan mama lezat sekali, sampai sekarang saya teringat rasa makanan buatan mama. Dulu saya selalu bersemangat bila melihat menu makan siang yang dibuat oleh mama. Dari kecil kami jarang sekali jajan di luar. Karena bagi mama, sesuatu yang dibuat itu lebih jelas kebersihannya dan bisa banyak hasilnya dibandingkan bila dengan membeli.
Biasanya dalam satu kali memasak
untuk makan siang, mama bisa membuat 5 menu sekaligus menyesuaikan dengan
kesukaan anak-anaknya. Misalnya saya suka sekali ayam kecap, adik kedua suka
ayam goreng, adik ketiga suka sayr bening dan tempe tahu, sedangkan adik
keempat suka ayam semur. Belum lagi sayur yang mendampingi, biasanya ada dua
macam. Ada sop dan sayur bening.
Mungkin separuh hidup mama banyak ia habiskan di dapur demi anak-anak dan suami serta mertuanya yang ikut tinggal di rumah. Kalau sudah asyik memasak, mama suka lupa waktu. Selain memasak menu keluarga, mama juga pandai sekali membuat empek-empek dan teman-temannya. Mama juga pandai membuat kue kering.
Dari semua masakan lezat mama, saya suka sekali ayam kecap, begitupun dengan adik-adik saya. Mereka sangat menyukai ayam kecap buatan mama. Pernah suatu hari adik-adik saya menghabiskan semua ayam kecap kesukaan saya, padahal saya belum memakannya satu pun. Lalu saya menangis dan mengadu kepada mama. Mama pun akhirnya menunjukkan sepotong ayam kecap yang ia sembunyikan, karena mama tahu kalau saya memang sering tidak kebagian makanan. Makanya mamam berinisiatif menyimpan satu potong ayam kecap itu.
Saya sangat terharu waktu itu,
dengan lahap saya makan ayam kecap yang manis, pedas dan gurih itu untuk
mendampingi nasi panas di penanak nasi. Mama ternyata selama ini mama
memperhatikan saya kadang diam-diam menangis karena tidak kebagian lauk.
Ayam kecap memang masakan istimewa pada waktu itu karena biasanya hanya ada di acara pernikahan. Mama pun memasak ayam kecap biasanya kalau memang aku yang minta. Saya juga teringat pernah dulu diberi ayam kecap oleh tetangga, karena biasanya mama ngerewang di tempat orang yang akan mengadakan pesta pernikahan. Kalau sudah dapat hantaran, mama cepat-cepat menyimpankan ayam kecap untukku satu potong supaya aku tidak kehabisan dan tidak menangis.
Ah, jadi kangen mama. Sayangnya sudah tidak bisa lagi minta dimasakin mama. Untungnya dulu sewaktu mama masih ada, saya masih sempat minta ajarkan cara memasak ayam kecap. Jadi sewaktu-waktu bila saya kangen mama dan ingin memakan ayam kecap, saya bisa memasaknya bahkan menjadi salah satu menu kesukaan anak-anak.
Ingat ayam kecap ingat cintanya mama. Mama yang selalu memperhatikan menu kesukaan anak-anaknya membuat saya pun berusaha memasak untuk anak-anak. Yah walau tidak bermacam-macam seperti mama, setidaknya saya berusaha menyajikan yang terbaik untuk anak-anak. Saya pun ingin masakan saya nanti dikenang anak-anak saya ketika mereka dewasa dan selalu merindukan saya. Semoga mama diterima disisi Allah SWT. Al-Fatihah untuk mama.
#februari2021
#setoranharike28
#bundahanamenulis

Komentar
Posting Komentar