Berwisata di Era Normal Baru
Berwisata di Era Normal Baru
Sudah hampir satu tahun ini sejak ramainya kasus Covid-19 Kami sekeluarga jarang sekali ke tempat wisata. Biasanya satu bulan sekali Kami mengunjungi pantai-pantai yang ada di Balikpapan. Akhirnya beberapa bulan kemarin suami mengajak kami berwisata ke pantai. Tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum berwisata di era normal baru ini, diantaranya :
Pastikan anak-anak dalam kondisi yang sehat, tidak demam maupun flu
Membawa masker dan cadangan masker
Menyediakan hand sanitizer pribadi
Membawa sabun sendiri
Menjelaskan kepada anak-anak apa-apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama di perjalanan
Menurut Kompas.com berikut daftar panduan protokol kesehatan bagi pengunjung tempat wisata pada era new normal: Memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum melakukan kunjungan ke lokasi daya tarik wisata. Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak nafas tetap di rumah dan periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila berlanjut. Selalu menggunakan masker selama berada di lokasi daya tarik wisata. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer. Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut. Tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter. Saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah. Bersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.
Lalu kami pun berangkat ke Balikpapan. Kami sengaja memilih jalan biasa untuk singgah di rumah makan tahu sumedang untuk beristirahat. Di rumah makan tersebut kebetulan kondisi sedang sepi. Lalu kami langsung mencuci tangan dengan sabun sebelum duduk di lesehan dan Kami tetap memakai masker, kecuali ketika akan makan.
Tempat wisata tujuan Kami adalah Pantai Lamaru. Kami memang sengaja memilih pantai yang agak jauh dan sepi, Kami juga mendapatkan info dari teman yang sudah duluan ke pantai tersebut. Memasuki pintu masuk pantai lalu Kami diperiksa suhu tubuh dengan memakai thermo gun. Selanjutnya Kami memasuki wilayah parkiran dan mencari tempat yang sepi pengunjung. Ternyata di area parkiran dan tempat menggelar tikar sudah banyak tong-tong berisi air dan sabun cuci tangan.
Setelah mendapatkan tempat parkir, Kami pun langsung menuju pantai. Ternyata di pantai itu cuma ada keluarga Kami. Di kejauhan nampak keluarga lain tapi jaraknya sangat jauh. Di pantai anak-anak berlarian dan bermain ombak pantai. MasyaAllah senang sekali melihat mereka tertawa-tawa. Selain bermain pasir pantai, anak-anak juga bermain bola bersama Ayah. Sungguh pemandangan yang sudah lama sekali tidak Saya lihat.
Setelah puas bermain di pantai, Kami pun membersihkan diri. Untungnya toilet juga sepi dan di dalamnya bersih sekali. Setiap selesai digunakan pengunjung, Saya melihat petugas langsung membersihkan lantai toilet dari pasir-pasir pantai dan menyemprotkan desinfektan ke dalam toilet.
Selanjutnya Kami sholat di mushola yang disediakan, kebetulan juga yang sholat hanya ada Kami sekeluarga. Setelah sholat dzuhur Kami pun pulang menuju Samarinda.
Menuju jalan pulang ke Samarinda kami melewati jalan tol Balikpapan - Samarinda. Sejak diberlakukannya tarif tol sebesar Rp 75.000 keadaan tol sangat sepi. Hanya ada beberapa mobil yang melewati jalan tol.
Demikianlah cerita Saya tentang wisata di era normal baru ini. Semoga pandemi lekas berlalu dan Kita dapat berwisata tanpa dikuatirkan oleh rasa takut kaan virus Covid-19.
Komentar
Posting Komentar