KLIP TEMA " MARI BICARA CINTA" 17 FEBRUARI 2021
APAKAH
NAMANYA CINTA BILA TERUS MENYAKITI?
Bagian 3
Dua tahun kemudian..
Safira masih berbahagia dengan kehidupan rumah
tangganya. Karena akhirnya baskoro diangkat menjadi PNS ditempat ia bekerja. Bukan
sekonyong-konyong ia jadi diterima jadi PNS. Baskoro memang mengikuti tes PNS
dengan ijazah STM nya itu. Ia belajar dengan tekun dan rajin beribadah. Ia ingin
memberikan nafkah dan kehidupan yang lebih layak untuk safira dan ibunya. Ia
ingin sekali memiliki rumah yang besar dan kendaraan supaya bisa mengajak
ibunya, safira dan anaknya jalan-jalan keliling kota lampung.
Baskoro menjalani hari-harinya sebagai pegawai
pemerintahan. Sebagai pegawai baru tentu saja dia harus banyak beradaptasi,
apalagi mengingat pekerjaan sebelumnya ia adalah tukang bersih-bersih di kantor
tersebut.
Kehidupan ekonomi baskoro dari tahun ke tahun
semakin baik, rezeki mengalir sejak kelahiran anak keduanya. Kali ini pun anak
keduanya berjenis kelamin perempuan. Bayi yang cantik itu ia beri nama Nayla
Sakira. Ketika Nayla lahir, Zahra berumur 3 tahun. Ia sudah cukup mengerti
dengan kehadiran adiknya.
Safira merasa kehidupan ekonominya semakin
baik, apalagi mereka sudah pindah ke perumahan yang lumayan terkenal di kota
ini. Emak juga tidak jualan ke pasar lagi, sebagai gantinya, emak memasarkan
jualannya lewat online. Emak memang tidak mau berdiam diri saja. Ia masih tetap
ingin mencari rezeki, walau sduah dilarang oleh baskoro, emak bersikeras ingin
tetap jualan. Akhirnya baskoro memberikan syarat, emak boleh jualan asal dengan
system pre order. Jadi tidak setiap hari emak jualan. Emak mengumpulkan
orang-orang yang mau membeli urap dan pecel buatannya barulah akan dibuatkan.
Safira yang disibukkan dengan mengurus dua
batitanya tampak menikmati kehidupannya. Walau sudah ada asisten rumah tangga
yang membantu pekerjaan rumah. Akan tetapi untuk urusan anaknya, ia tidak pernah
meminta bantuan asistennya. Art nya kadang juga membantu emak dalam menyiapkan
dagangannya.
Tidak lama, baskoro membeli kendaraan roda
empat untuk keluarganya. Safira dan emak sangat senang. Tiap akhir pekan kadang
mereka ke pantai atau berkeliling kota lampung. Tapi safira merasa ada yang
berubah dari baskoro. Entah apa itu, ia terkadang kedapatan menelepon diam-diam
tanpa sepengetahuan safira. Tapi safira takut untuk menanyakannya.
Hingga pada suatu hari, sudah pukul 21.00 wib
tapi baskoro belum pulang. Hari ini adalah hari Jumat. Safira berusaha
menghubungi akan tetapi telepon baskoro tidak aktif. Emak juga ikut menghubungi
baskoro. Safira takut terjadi hal yang tidak diinginkan terjadi pada suaminya. Safira
pun akhirnya tertidur.
Subuh keesokan harinya safira kaget, karena
tiba-tiba baskoro sudah ada di tempat tidur. Ia bahkan tidak menyadari kapan
suaminya pulang. Tercium bau alkohol dari baju yang tidak sempat ia ganti
ketika tidur. “ ah, abang kenapa ya? Mengapa sekarang ia suka minum-minuman
keras? Atau ia terlalu letih bekerja hingga ingin santai sejenak? Tapi kan
tidak bisa begitu, harusnya ia kembali padaku bila merasa Lelah, besok aku akan
menanyakan kepada abang,”
Pagi harinya sebelum sarapan,
“ Bang, aku boleh bertanya kah mengapa abang
pulang dalam keadaan bau alkohol?” tanya safira. “ oh biasa dek, abang menemani
pejabat nah, ga enak kalu tidak ada ikutan icip-icip” jawab baskoro. “ Astaghfirullah
bang, ingat ga sih minum alkohol itu haram?” jangan-jangan selain alcohol, ada
perempuan-perempuan yang menemani?” selidik safira. “ Kamu jangan kebanyakan
nonton sinetron dek, mana ada yang menemani. Abang cuma nyicip dikt aja
minumannya, udah dituduh macam-macam bah” “ sudah sana siapkan sarapanku, “
seharian ini jangan ganggu ya aku mau tiduran saja. Tolong bilang ke anak-anak
jangan berisik”
“ Sarapan sudah kusiapkan bang, abang bisa ke
ruang makan, aku mau bereskan kamar dahulu”
Setelah sarapan, lalu safira memberekan
semuanya dan mnegajak main anak-anaknya. Sedangkan emak masih di dapur
menyiapkan pesanan urap dari tetangga yang memesan. Tak lama baskoro keluar kamar,
ia sudah sangat rapi dan sepertinya akan bertemu dengan seseorang. “ Bang,
katanya tadi mau rebahan aja di rumah? Ini kan hari sabtu harusnya liburlah PNS,
“ kata safira “ ini dek, aku ada janji, jangan tungguin makan siang dan malam
ya, kamu duluan aja. Sepertinya abang pulang malam.” “ loh abang kan sudah
janji sama emak mau antar ke supermarket?” “ udah besok-besok saja, lagian
kalau penting, emak bisa naik taxi aja lah atau Gr*b.” belum sempat safira
menyambung omongannya, suaminya sudah keluar rumah tanpa salam. “Ah mengapa
abang baskoro begini ya kahir-akhir ini? Apa memang banyak pekerjaan di kantor?”
ucap safira dalam hati. Hari menjelang malam tapi belum ada juga tanda-tanda
baskoro akan pulang. Akhirnya safira pun tertidur.
Keesokan harinya….
Safira bangun subuh lalu melanjutkan sholat
subuh. Ternyata suaminya belum pulang. Ia cari ke kamar lain pun tidak ada. “
duh abang kemana ya?? Ditelepon juga tidak bisa” safira sebetulnya sudah agak
curiga kalau-kalau suaminya ini memiliki wanita lain. Akan tetapi setelah ia
periksa handphone suaminya, tidak ada yang ganjil, is isms maupun pesan-pesan
dari aplikasi lain juga tidak ada yang mencurigakan. Semua isinya tentang
pekerjaan. Safira mengecek gallery nya pun tidak ada foto yang aneh-aneh. Hanya
foto selfian bersama safira dan anak-anak saja.
Akhirnya di minggu siang harinya baskoro pulang, “ tapi kok abang belum masuk rumah ya?aku sambut saja lah sekalian bertanya dari mana saja ia sampai tidak bisa dihubungi” ucap safira. Pelan-pelan safira menuju garasi dan dari jauh ia mendengar percakapan antara suaminya dengan seseorang. Tapi kok sepertinya handphone yang dipakai suaminya berbeda dengan yang ia tahu sehari-hari. Sepertinya baskoro tidak menyadari kehadiran safira hingga akhirnya…..
Bersambung….
#setoranbulanfebruari
#setoranharike17
#bundahanamenulis
Komentar
Posting Komentar