day 9 Zona 5 Praktek Stimulasi Literasi Baca Tulis dan Stimulasi Digital

 



HARI KESEMBILAN

ZONA 5 PRAKTEK STIMULAS LITERASI BACA TULIS

DAN LITERASI DIGITAL

 

Tips Mengenalkan Budaya Membaca pada Anak

 Penelitian menunjukkan bahwa membacakan buku pada anak dan mendiskusikan isinya adalah cara paling efektif agar anak suka membaca. Namun yang kerap membuat bingung adalah bagaimana cara untuk memulainya.

“Buku adalah jendela dunia.” Jargon ini tak pernah lekang oleh waktu. Semakin banyak Anda membaca, semakin banyak ilmu dan wawasan yang didapat. Begitu pun dengan anak-anak. Mereka yang sejak kecil terbiasa membaca buku akan menguasai lebih banyak kosakata dan lebih mudah memahami isi bacaan.

Untuk membuat anak senang membaca, semua harus dimulai dari diri Anda sebagai orang tua. Karena diperlukan kesabaran dan komitmen untuk melakukannya, Anda tak boleh mudah putus asa. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya:

1.    Bacakan buku setiap hari

Sediakan waktu setiap harinya untuk membacakan buku pada si Kecil, walalu hanya beberapa menit saja. Pada awalnya, anak menyukainya sebagai quality time dengan orang tua, terutama yang sibuk bekerja.

2.    Buat membaca jadi momen yang menyenangkan

Untuk membentuk persepsi bahwa membaca itu menyenangkan, tak perlu memaksa untuk menyelesaikan suatu cerita bila anak sudah mengantuk atau bosan. Secara alami, anak akan tertarik untuk belajar membaca kala mencapai tahap perkembangan tertentu. Yang penting, fokus pada tujuan membacakan cerita, yakni untuk mengenalkan budaya membaca dan mendorong kecintaan anak pada buku.

3.    Biarkan si Kecil memilih buku bacaan

Walau Anda harus membacakan buku yang sama berulang kali, biarkan anak memilih buku yang akan ia baca. Sesungguhnya, anak tidak cepat bosan dengan cerita-cerita yang menarik, sehingga tak masalah jika cerita yang sama dibacakan berkali-kali.

4.    Minta anak membacakan buku yang ia pahami ceritanya

Cerita yang sering didengar si Kecil biasanya lebih mudah ia ingat. Jadi, minta si Kecil untuk membacakannya sambil menunjuk gambar pada buku. Cara ini akan menumbuhkan rasa bahwa ia mampu membaca dan ia akan semakin termotivasi untuk “melahap” buku lainnya.

5.    Diskusikan isi buku yang dibaca

Sebelum membalik halaman buku, tanyakan pada si Kecil, apa yang akan terjadi selanjutnya. Anak biasanya memiliki imajinasi yang tak terpikirkan oleh orang dewasa, sehingga mungkin saja Anda takjub akan jawabannya.

6.    Kunjungi perpustakaan umum

Selain membacakan buku, anak juga perlu tahu bahwa ada tempat di mana ia bisa melihat beragam jenis buku dan banyak orang yang suka membaca. Bergabunglah dengan perpustakaan umum di area tempat tinggal Anda dan jadwalkan kunjungan rutin bersama si Kecil.

7.    Tetap bacakan buku meski anak sudah mampu membaca

Bacakan anak selama ia mau dibacakan. Cara ini akan membuat ia tetap tertarik pada buku seiring meningkatnya keterampilan anak dalam membaca dan berbahasa. Isi buku juga membuat Anda memiliki banyak topik untuk didiskusikan bersama si Kecil.

8.    Jadilah contoh

Bagaimanapun, Anda sebagai orang tua harus menjadi contoh. Bila anak tidak pernah melihat Anda membaca, mengapa mereka harus membaca? Jadi, biasakan membaca juga, ya! Anda juga boleh mendiskusikan buku-buku yang Anda baca pada anak, bila memang temanya masih sesuai dengan dunia anak.

9.    Tetap batasi waktu menonton televisi atau bermain gawai

Buku tidak akan pernah bisa bersaing dengan televisi atau gawai. Bila hanya ada dua pilihan, sebagian besar anak akan memilih televisi atau gawai. Oleh sebab itu, penting untuk membatasi waktu penggunaannya gawai dan menonton televisi.

Sebelum usia 2 tahun, sebaiknya anak tidak dipaparkan pada televisi maupun gawai. Setelah usia 2 tahun, batasi penggunaannya hanya 1-2 jam per hari agar ia tidak kecanduan dan tumbuh kembang anak tidak terganggu.

Mengenalkan budaya membaca pada anak sama dengan mendorongnya untuk memiliki wawasan yang lebih luas serta berani bermimpi, berimajinasi, dan berkreasi. Karena itu, jadikan membaca sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, sejak si Kecil hadir dalam hidup Anda.

Sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3619376/tips-mengenalkan-budaya-membaca-pada-anak

 

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

 

Hari ini adalah hari kesembilan tantangan. Pagi ini samarinda dilanda hujan, sehingga saya pun tidak bisa menjemur pakaian yang telah dicuci dari kemarin. Kegiatan pagi saya seperti biasa yaitu mengerjakan pekerjaan rumah tangga yaitu memasak, mencuci piring, menyapu dan beres-beres.

Seperti biasa juga hana tidak sabar ingin dobacakan buku. Hari ini hana memilih buku cerita dua Bahasa. Cerita Bahasa Inggris dan ada terjemahnya Bahasa Indonesia. Bukunya tidak terlalu tebal, cocok memang untuk reading aloud.

Buku ini berjudul asli “ Lets’s play outside “ ditulis oleh Hardi Lim. Alih Bahasa oleh Cindy Kristanto, dan Editor oleh Tasya Rustandi dan Dini Pandia. Buku ini diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama.

Ceritanya ialah tentang seorang anak yang bernama Lettie. Ia sangat suka bermain gawai. Semuanya berawal ketika ia melihat ibunya memasak sambil melihat resep di gawai. Lalu ia melihat ayahnya bekerja memakai laptop. Lalu ia pun mengenal gawai. Lettie suka sekali bermain di tabletnya. Ia bermain game tentang belajar memasak, merajut syal dan mewarnai. Setelah itu ia selalu sibuk dengan gawainya.

Setiap melakukan kegiatan seperti makan, mandi, tidur, lettie selalu memgang gawainya.

Suatu hari orang tua lettie mengajak berpetualang ke hutan, mereka pun menyiapkan semua perlengkapan. Di sepanjang jalan, Ibu menikmati permandangan, akan tetapi lettie masih sibuk dengan gawainya. Sampai akhirnya mereka tiba di hutan dan mendirikan tenda. Lalu pada saat lettie bermain tiba-tiba baterainya habis. Ia pun bosan dan akhirnya keluar tenda dan bermain di sekitar hutan.

Tidak terasa ia berjalan jauh masuk ke hutan dan tersesat. Diperjalana ia bertemu dengan bermacam-macam hewan, ada ikan, kura-kura, monyet dan beruang. Ketika ia sedih karena kehilangan arah menuju tendanya. Ada seekor beruang menghampiri dan mengajak lettie bermain ke rumah beruang itu. Di rumah beruang lettie diajari merajut oleh ibu beruang dan diajari melukis oleh pak beruang. Terakhir lettie diajak makan bersama oleh keluarga beruang. Ia sangat senang. Akhirnya ia teringat untuk pulang.

Lettie meneruskan perjalanan dan akhirnya ia menemukan tenda yang ia cari. Lettie pun bertemu kembali dengan orang tuanya dan bercerita banyak tentang apa yang ia alami.lalu mereka pun pulang, di perjalanan pulang lettie menceritakan kembali petualangannya bersama keluarga beruang. Akan tetapi orang tuanya menganggap lettie berimajinasi. Ternyata banyak hal yang lebih baik dibandingkan dengan bermain gawai.

Dari cerita tersebut hana jadi termitivasi, ia akan lebih banyak minta dibacakan buku. Memang hana punya jatah hari bermain gawai. Dan itu hanya boleh dilakukan pada saat weekend saja dan dalam waktu yang ditentukan ayah bunda. Dengan membaca membuka jendela dunia.

 

#harike9

#harikesembilan

#tantangan15hari

#zona5membangunkarakter

#stimulasiliterasibacatulis

#stimulasiliterasidigital

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia
















Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF