ZONA 4 DAY 6 GAYA BELAJAR DAN STIMULASI KREATIVITAS





ZONA 4 GAYA BELAJAR DAN STIMULASI KREATIVITAS

HARI KEENAM

 

 

Bermain Kolase & Manfaatnya bagi Pendidikan Anak Usia Dini

 

Masa perkembangan anak usia dini adalah masa yang paling tepat untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki anak. Salah satu potensi yang perlu dikembangkan adalah tentang wawasan dan rasa seni anak. kesenian merupakan salah satu potensi dasar anak sebagai bentuk dari kecerdasan jamak. Melalui pengembangan potensi seni anak berarti juga mengembangkan kecerdasannya. Salah satu seni yang dapat mengembangkan potensi anak yaitu dengan seni kolase sehingga dalam dunia anak kerap disebut dengan bermain kolase. Kolase merupakan salah satu karya dalam seni rupa.

Kolase adalah teknik menempel berbagai macam unsur kedalam satu frame sehingga menghasilkan karya seni yang baru. Kolase adalah kreasi aplikasi yang dibuat dengan menggabungkan teknik melukis (lukisan tangan) dengan menempelkan bahan-bahan tertentu. Dapat pula didefinisikan bahwa kolase adalah melukis dengan cara menempel dan merekat.

Kolase juga dapat merupakan teknik dalam sebuah gambar atau penggunaan media-media yang lain yang dapat dipakai sebagai unsur seni rupa. Kolase merupakan teknik yang kaya akan aktivitas meremas, melipat, merobek, menempel, serta menggunting yang memungkinkan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus terutama kelenturan dalam menggunakan jari-jarinya. Kaitannya dengan peningkatan kemampuan motorik halus, anak dapat menggerakan jari- jarinya untuk menempelkan lem dan bahan-bahan. Dalam kolase yang paling menonjol adalah unsur menghiasnya.
Menurut Pamadhi (2014: 5.4) dalam proses membuat karya kolase yaitu dengan cara memadukan barang-barang yang terdiri dari benda yang berbeda sehingga menjadi sebuat karya melalui teknik asembling (dengan dilem, las, dan paku) dimaksudkan agar dapat menyatu.
Kolase menjadi teknik yang memungkinkan anak untuk dapat mengoptimalkan seluruh media agar menjadi karya yang utuh. Aktifitas kolase jika dilihat dari sisi dana cukup murah, karena bisa dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk karya seni kolase dapat berupa bahan alam, bahan bekas, dan bahan olahan yang tentunya aman digunakan oleh anak. kolase dalam pembuatannya memerlukan kesabaran yang tinggi dan keterampilan menyusun, menempel, dan merangkai.

 

Sumber : https://pustakapaud.blogspot.com/2017/10/permainan-kolase-manfaatnya-bagi-pendidikan-anak-usia-dini.html

---------------------------------------------------------------------------------------------------   

Hari selasa, 1 Desember 2020 kami melanjutkan kegiatan stimulasi kreativitas dan mengamati gaya belajar. Kali ini kegiatan yang hana lakukan ialah membuat kolase bentuk masjid, anak laki-laki dan anak perempuan dan bermain kolase geometri. Semua kegiatan tersebut kebetulan tugas dari wali kelas hana sebagai tugas belajar daring.

Kegiatan pertama yaitu membuat kolase bentuk masjid, awalnya hana memotong kertas origami sesuai bentuk-bentuk geometri yaitu persegi, setengah lingkaran, persegi Panjang. Hana melihat cara menempel kolase tersebut dari video yang terlah dibagikan ibu guru.  Hana mengamati dengan baik video tersebut hingga jadilah bentuk masjid dari potongan kertas origami. Akan tetapi hana mau memilih warna kesukaannya sehingga berbeda dengan yang ada pada contoh di video.

Kegiatan kedua yaitu memotong kertas origami kecil demi kecil sehingga bisa ditempelkan pada gambar anak laki-laki dan perempuan. Ia pun memilih warna yang ia sukai.

Kegiatan yang ketiga adalah kegiatan tambahan dari bunda yaitu memasang puzzle geometri berbentuk istana. Hana sangat senang sekali memasang puzzle itu sesuai dengan contoh yang ada.

Terima kasih telah bermain dan belajar bersama bunda hari ini. Besok kita main lagi sesuai yang hana mau. Sehingga bunda bisa mengamati gaya belajar hana.

 

 

Nama : Hana

Hari / Tangga; : Selasa/ 1 Desember 2020

Hari ke- : 6

 

Aktivitas hari ini :

Membuat kolase masjid, membuat kolase anak laki-laki dan perempuan, menyusun puzzle geometri.

Proses Kreativitas :

Hana menggunting kertas origami membentuk setengah lingkaran, persegi, dan persegi Panjang untuk selanjutnya dirangkai dan ditempel enjadi bentuk masjid. Lalu ia membuat kolase anak laki-laki dan perempuan.

Tujuan Belajar :

Intellectual Curiosity :  hana dapat menyebutkan bentuk-bentuk geometri sesuai denga pola yang ia potong, ia juga dapat menyebutkan bermacam-macam warna.

Creative Imagination : Hana dapat menempel pola masjid dan menempel kolase.

 Art of Discovery : Hana memilih warna yang ia sukai dan tidak terpaku pada contoh ibu guru.

Noble of Attitude : Hana membaca doa sebelum belajar sebelum memulai pembelajaran

Refleksi :

Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, hana tampak senang sekali melakukan kegiatan hari ini, hana memang menyukai kegiatan menempel kolase sehingga bila ada tugas dari ibu guru ia pun dengan semangat malaksanakannya.

Dari kegiatan yang berlangsung tersebut dapat diketahui bahwa hana dapat menempel pola masjid dengan melihat contoh video yang diberikan oleh ibu guru. Sehingga untuk hari ini hana memiliki gaya belajar visual.

Orang visual akan lebih memahami melalui apa yang mereka lihat. Warna, hubungan ruang, potret mental dan gambar menonjol dalam modalitas ini. Adapun beberapa ciri orang dengan tipe belajar visual, yaitu :

·         Rapi, teratur, memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan

·         Berbicara dengan cepat

·         Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik

·    Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka

·         Lebih mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar

·         Mengingat dengan asosiasi visual

 

 








 

#harikeenam

#harike6

#tantangan15hari

#zona4gayabelajarstimulasikreativitas

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF