ZONA 4 DAY 4 GAYA BELAJAR DAN STIMULASI KREATIVITAS
ZONA 4 GAYA BELAJAR DAN STIMULASI
KREATIVITAS
HARI KEEMPAT
METODE 3M (MENGGAMBAR, MENGGUNTING DAN MENEMPEL) UNTUK
MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI
Ada berbagai macam metode yang bisa digunakan dalam
pembelajaran pada pendidikan anak usia dini, khususnya dalam mengembangkan
serta meningkatkan kreatifitas yang ada pada diri anak. Adapun salah satu
metode tersebut adalah dengan mengajarkan pada anak-anak bagaimana
cara menggambar, menggunting kemudian menempelkan hasil karyanya tersebut.
Sehingga anak-anak tahu bagaimana hasil karya yang sudah mereka ciptakan
sendiri sesuai dengan imajinasi mereka.
1. Menggambar dan Mewarnai Gambar
Dalam meningkatkan kreativitas anak orang tua maupun
guru tidak boleh memaksakan kehendak mereka kepada anak untuk melakukan
sesuatu, hal ini dikarenakan setiap anak memiliki kreativitas yang berbeda-beda
sehingga orang tua maupun guru perlu memberikan kebebasan kepada anak untuk
bereksplorasi dalam mengembangkan kreativitasnya.Menggambar adalah tergolong
jenis karya seni rupa yang dibuat orang yang memiliki jiwa seni dan nilai
estetika, Sedangkan, mewarnai merupakan media bereksplorasi untuk menuangkan
kemampuan yang dimiliki seseorang. Kegiatan mewarnai ini akan mengajak kepada
anak bagaimana mengarahkan kebiasan-kebiasaan anak dalam mewarnai dengan
spontan menjadi kebiasaan-kebiasaan menuangkan warna yang mempunyai nilai-nilai
pendidikan. Hal ini dilakukan melalui memberi warna, memilih warna, menjajarkan
warna untuk mendapatkan kemampuan-kemampuan yang berguna bagi perkembangan
pendidikan anak.
2. Menggunting Pola
Menggunting akan melatih anak mencapai kemampuan
keterampilan, sikap dan apresiatif. Keterampilan didapatkan dari bagaimana si
anak mengoperasikan alat gunting untuk memotong pola, memotong ditempat yang
benar, kecermatan mana yang harus dipotong dan mana yang tidak boleh dipotong,
dan ketahanan mengerjakan memotong dengan waktu yang relatif lama bagi
anak.Menggunting mempunyai tujuan motorik, yaitu melatih keterampilan anak
melalui menggunting pola yang telah diwarnai. Pada pelaksanaan menggunting,guru
atau orang tua harus benar-benar memperhatikan anak, karena di sanping untuk
kehati-hatian dalam menggunting agar tidak menjadikan fatal bagi dirinya dan
tidak membuat rusaknya gambar yang digunting. Selain itu, pola yang dibuat anak
sudah memiliki batas , yaitu garis yang membatasi gambar atau kontur bidang.
Hal ini dimaksudkan agar gambar yang sebenarnya tidak rusak oleh gunting yang
digunakan menggunting pola.
3. Menempel Sesuai Gambar
Kegiatan menempel gambar pada dasarnya adalah untuk
mengasah tingkat kognitif anak didik.Dengan kegiatan tersebut, anak dilatih
untuk menempel sesuai gambar, seperti menempel gambar bunga mawar. Selain dapat
menempel gambar tersebut, anak juga dapat secara otomatis akan mengetahui
nama-nama dari gambar tersebut. Proses dalam menempel mempunyai tujuan motorik
yang sangat nyata, kerena dalam menempel potongan gambar diperlukan ketelitian,
kesabaran, keterampilan dalam proses penempelan gambar. Untuk kegiatan
menempelkan gambar, telah disediakan tempat yang biasanya sudah ada
batas-batasnya, yaitu ruangan kosong yang bentuknya sama dengan bentuk ruangan
yang diwarnai. Penempelan dengan menggunakan lem merupakan kegiatan yang perlu
mendapat bimbingan oleh pendidik secara ekstra.Untuk pelaksaanan penempelan,
sering banyak terdapat kesulitan bagi anak, yaitu arah gambar yang sering
terbalik, bagian atas diletakkan di bagian bawah dan atau sebaliknya, atau
penempelan yang tidak pas sehingga apabila sudah terlanjur menempel sulit untuk
lepas lagi.Dari kejadian seperti ini, maka sebagai pendidik benar-benar harus
memperhatikan dan membimbing dengan sabar dan teliti.
Sumber
: https://karyapaud.blogspot.com/2017/01/3m-menggambar-menggunting-dan-menempel.html
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari Minggu 29 November
2020 kami lanjutkan bermain sambil belajar. Hari ini saya akan melanjutkan gaya
belajar yang dilakukan hana. Tema hari ini adalah tentang gigi. Karena beberapa
hari yang lalu hana ke dokter gigi untuk mencabut gigi yang sudah goyang. Kegiatan awal yaitu menyiapkan printable,
crayon, spidol, gunting dan lem. Tentu juga ditambah buku yang menceritakan
tentang gigi.
Setelah semua
bahan-bahan siap, saya melanjutkan membacakan buku tentang pertumbuhan gigi. Lalu
ada kegiatan mewarnai, menngunting pola dan menempel sesuai gambar. Terakhir yaitu
kegiatan role play tentang menjadi dokter gigi.
Setelah saya
membacakan buku, lalu hana mewarnai sesuai dengan instruksi, akan tetapi ia
berkreasi dengan warna yang ia suka. Hasil mewarnainya lumayan rapi walau belum
ada gradasinya, lumayan untuk anak yang tidak pernah ikut les mewarnai. Dilanjutkan
dengan memotong pola sikat gigi sesuai dengan gambar. Hana mengikuti instruksi
bunda dengan baik. selanjutnya memotong pola gigi 3 dimensi, ia mengikuti
petunjuk bunda dan menggunting sesuai pola yang ada.
Kegiatan terakhir
yaitu bermain peran. Hana berpura-pura menjadi dokter gigi yang sedang mencabut
gigi pasiennya. Hana sangat senang sekali karena selama satu jam belajar dan
bermain bersama bunda. Dari bermacam-macam kegiatan tersebut ternyata hana juga
selain gaya belajar visual juga gaya belajar auditori karena dapat mendengarkan
instruksi dari bunda dan melaksanakan instruksi sesuai dengan instruksi bunda.
Semangat bermain
dan belajar ya hana. Semoga besok-besok bunda dapat mengajak permainan yang
seru dan bermanfaat lagi untuk hana.
|
Nama : Hana Hari / Tangga; : Minggu / 29
November 2020 Hari ke- : 4 Aktivitas hari ini : Membaca
buku, mewarnai, menggunting sesuai pola, menempel gambar dan bermain peran. Proses Kreativitas : Bunda
membacakan buku untuk hana tentang gigi, lalu menceritakan hal-hal yang bisa
membuat rusak gigi. Kemudian dilanjut dengan kegiatan mewarnai, menggunting
pola gigi 3 dimensi, menempel dan bermain peran menjadi dokter gigi. Tujuan Belajar : Intellectual
Curiosity : Hana dapat menjawab pertanyaan bunda
tentang gigi yang ada pada anak-anak disebut gigi susu. Lalu hana menghitung
jumlah gigi pada anak-anak sesuai dengan miniatur mainan gigi. Lalu memeragakan
menggosok gigi dengan memakai gambar dari pola yang telah ia gunting. Creative
Imagination : Hana mempunyai
ide untuk berperan menjadi dokter gigi. Karena ia sudah dua kali mengunjungi
dokter gigi dan sedang bertemu dengan dokter gigi. Art of Discovery : Hana mewarnai pola
seorang anak laki-laki dan sikat gigi dengan warna yang ia sukai, ia bebas
mengekspresikan warna-warna tersebut dengan menggunakan crayon. Noble
of Attitude : Hana membaca
basmalah sebelum memulai kegiatan dan ia menutup aurat ketika melakukan
kegiatan, lalu hana bersyukur kepada Allah SWT karena sudah ditumbuhkan gigi
yang baru pengganti giginya yang dahulu keropos dan rusak. Refleksi : Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, hana tampak
senang sekali melakukan kegiatan hari ini, Hana juga sangat senang sekali
ketika bunda membacakan buku tentang gigi. Dari kegiatan tersebut, gaya
belajar yang menonjol terlihat hari ini ialah gaya belajar auditori. Hana dapat
mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan instruksi dari yang bunda berikan. Gaya belajar auditori adalah gaya belajar dimana
anak lebih mudah menangkap informasi atau pengetahuan melalui cara mendengar
(alat indra telinga). Anak dengan gaya belajar auditori lebih menyukai
pembelajaran dengan metode atau model mendengarkan (diskusi, tanya jawab,
ceramah, dll). Anak
dengan gaya belajar auditori akan lebih cepat mencerna makna yang disampaikan
guru melalui simbol-simbol verbal, intonasi, jeda, kecepatan biacara dan
segala hal yang berkaitan dengan pendengaran. Anak seperti ini biasanya dapat
menghafal teks dengan lebih cepat lewat membaca dengan keras dan mendengarkan
audio. Semoga di kegiatan lain kita bisa belajar
lagi dengan gaya belajar lainnya ya hana. Tetap semangat. |
#harikeempat
#harike4
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia



Komentar
Posting Komentar