ZONA 3 DAY 6 CERDAS SPIRITUAL DAN EMOSI
ZONA 3 CERDAS SPIRITUAL DAN EMOSI
HARI KEENAM
Menurut Danah Zohar dan Ian
Marshall dalam bukunya Abd Wahab & Umiarso, kecerdasan spiritual (SQ)
adalah kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan
dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa
tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna di bandingkan dengan yang
lain (Zohar & Marshall, 2011).
Dengan kata lain, orang yang cerdas secara spiritual
adalah orang yang mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Ilahiah sebagai
manifestasi dari aktivitasnya dalam kehidupan sehari-hari dan upaya
mempertahankan keharmonisan dan keselarasan dalam kehidupannya sebagai wujud
dari pengalamannya terhadap tuntunan fitrahnya sebagai makhluk yang memiliki
ketergantungan terhadap kekuatan yang berada di luar jangkauandirinya, yaitu
Sang Maha Pencipta (Wahab & Umiarso, 2011).
Jadi, kecerdasan spiritual adalah kecerdasan
dimana seseorang dapat memaknai kehidupannya dan mampu memecahkan perso'alan
dalam kehidupannya.
Anak usia dini merupakan sekelompok anak yang berada
dalam proses pertumbuhan dan perkembangan unik. Anak memiliki pola pertumbuhan
dan perkembangan (koordinasi motorik halus dan kasar), daya pikir, daya cipta,
bahasa dan komunikasi, yang tercakup dalam kecerdasan intelektual (IQ),
kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan agama (RQ),
sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini (Fauzi &
Subihat, 2016, p. 43)
Menurut
(Jalaludin, 2014) berdasarkan penelitian, anak yang memiliki kecerdasan
spiritual tinggi, rasa ingin tahunya semakin besar, sehingga memiliki dorongan
untuk selalu belajar serta memiliki kreativitas yang tinggi pula. Kecerdasan
spiritual dapat ditumbuhkan pada anak dengan cara membersihkan hatinya lebih
dahulu. Dengan hati yang bersih maka aktivitas yang lainnya akan menjadi lebih
mudah.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari selasa,
3 November 2020 rencananya hana ada program kunjungan ke rumah kaktus dimana
lokasinya di sekitar sekolahnya hana. kami menuju lokasi sekolah bersama mimi alyya dan aliyya, alhamdulillah mendapat tumpangan menuju lokasi rumah kaktus. Selama masa pandemik ini memang hana
tidak bertatap muka di sekolah tapi hanya lewat daring. Anak yang melakukan
kunjungan hanya 5 orang dan sebelum masuk ke lokasinya pun dengan protokol kesehatan,
yaitu memakai masker, diperiksa suhu tubuh dan mencuci tangan dengan sabun dan air
yang mengalir.
Setelah
itu hana diajak pemanasan dan seman-senam ringan dulu sebelum menanam bunga. Saya
dan para orang tua yang lain tidak
diizinkan menunggu di sekolah. Saya hanya tau kegiatan hana berdasarkan cerita
hana dan foto-foto yang dikirim oleh gurunya. Setelah pemanasan yang dipimpin
oelh ibu guru, hana dan teman-teman diberikan pot bunga, tanah dan tanaman yang
akan ditanam. Dari cerita hana terdengar hana sangat senang sekali dengan
kegiatannya menanam tanaman dan bertemu teman-teman.
Ketika waktunya
pulang, hana keluar dari gerbang dengan tampak bahagia. Ia menenteng tanaman di
dalam pot yang kecil dan berjanji akan merawat tanamannya. Bahkan hana ingin
kembali lagi ke rumah kaktus sambil mengajak kakak-kakaknya.
Sesampainya
dirumah saya pun memberitahu hana bahwa tanaman adalah salah satu ciptaan Allah
yang harus kita sayangi, harus kita rawat supaya bisa tumbuh dengan baik. Salah
satunya ialah dengan rajin menyiramnya dan meletakkan di tempat yang terkena
sinar matahari.
Semoga kegiatan
hari ini menjadi pembelajaran bagi hana dalam rangka melatih kecerdasan emosi
dan spiritualnya. Dengan menanam dan merawat tanaman hana menjadi senang dan
memahami bahwa tanaman adalah salah satu ciptaan Allah SWT.
#harikeenam
#harike6
#tantangan15hari
#zona3cerdasemosidanspiritual
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia
#familyproject
#sahabatterbaik





Komentar
Posting Komentar