ZONA 3 DAY 5 ZONA CERDAS SPIRITUAL DAN EMOSI
ZONA 3 CERDAS SPIRITUAL DAN EMOSI
HARI KELIMA
Menurut
Tony Buzan dalam buku bimbingan dan konseling di sekolah mengatakan, ciri-ciri
anak yang mempunyai kecerdasan spiritual adalah anak suka berbuat baik, anak
suka menolong orang lain, anak suka mencari tujuan hidup, berusaha untuk selalu
mandiri, turut memikul sebuah misi luhur kemudian merasa terhubung dengan
sumber kekuatan tertentu dan masih banyak lagi (Azzet, 2010:49) Ada beberapa
prinsip yang dapat digunakan membantu mencerdaskan spiritualitas anak tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Berorientasi pada Kebutuhan Anak
Kegiatan
pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak.
Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk
mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan, baik perkembangan fisik maupun
psikis, yaitu intelektual, bahasa, motorik, dan sosio-emosional.
Bermain merupakan sarana belajar anak
usia dini. Melalui bermain, anak diajak untuk bereksploitasi, menemukan,
memanfaatkan, dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya.
3. Lingkungan yang Kondusif
Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa
sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta
kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain.
4. Menggunakan Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran
pada anak usia dini harus menggunakan konsep pembelajaran terpadu yang
dilakukan melalui tema. Tema yang dibangun harus menarik dan dapat
membangkitkan minat anak dan bersifat kontekstual. Hal ini dimaksudkan agar
anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga
pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak.
5. Mengembangkan Berbagai Kecakapan
Hidup
Mengembangkan
keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Hal ini
dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong diri sendiri, mandiri, bertanggung
jawab, dan memiliki disiplin diri.
6. Menggunakan Berbagai Media Edukatif
dan Sumber Belajar
Media
dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau
bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik/ guru.
7. Dilaksanakan secara Bertahap dan
Berulang-ulang
Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya
dilakukan secara bertahap, dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan
anak, agar konsep dapat dikuasai dengan baik hendaknya guru menyajikan
kegiatan-kegiatan yang berulang.
Tujuh
prinsip pendidikan anak usia dini ini harus diperhatikan, karena sangat
menentukan kualitas pendidikan yang diselenggarakan. Jangan main paksa,
instruksional, dan sejenisnya yang membuat kreativitas dan dinamika akal anak
tidak berkembang secara eksploratif.
Sumber:
https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/thufula/article/download/4637/2995
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari senin
ini jadwal saya lumayan padat. Pagi membersamai kakak-kakak yang mulai belajar
daring lagi ditambah saya ada amanah menjadi host pada acara live streaming
sebagai salah satu rangkaian milad IP Samkabar yang kedua tahun. Otomatis jadwal
bermain bersama hana saya geser menjadi bada dzuhur. Sebelumnya saya memang
meminta izin kepada anak-anak untuk online selama kurang lebih 1 jam. Selama saya
online, hana bermain di rumah tetangga dan kakak-kakak secara mandiri bisa
mengerjakan tugas-tugas daring.
Setelah
acara live streaming selesai saya pun menyiapkan makan siang untuk anak-anak
lalu dilanjutkan dengan sholat dzhuhur. Setelah sholat dzuhur hana pun menagih
janji ingin melakukan tantangan hari ini.
Senin
ini, 2 November 2020 saya melanjutkan lagi mempelajari buku “ Phoenic Based on Al-Quran volume 1 dan 2”
dengan giliran huruf E yaitu dengan kata “ Es”.
Kegiatan awal
ialah belajar huruf-huruf yang ada dalam kata “ es “ lalu menggunting dadu
cuaca yang salah satunya terdapat kata salju. Saya menghubungkan kata “ Es “
dengan salju agar lebih mudah diingat. Sekalian juga belajar tentang
macam-macam musim. Lalu menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat dua musim yaitu
Kemarau dan Hujan. Sedangan di negara lain kadang ada terdapat 4 musim yaitu,
Musim Panas, Musim Dingin yang ditandai dengan adanya salju, Musim Gugur, dan Musim
Semi.
Semua musim yang
ada didunia ini terjadi karena kehendak Allah SWT, sebagai manusia kita harus
berhati-hati agar musim yang ada tidak menjadikan bahaya bagi manusia dengan
cara menjaga lingkungan. Mengapa dikatakan bahaya? Misalnya, dengan adanya
musim hujan yang terus menerus dan karena manusi banyak membuang sampah
sembarangan serta menebang pohon-pohon dengan tidak bijaksana, akhirnya musim
hujan tersebut menjadi bahaya bagi manusia karena timbul banjir. Padahal itu
semua adalah akibat kelalaian manusia, itu yang saya jelaskan kepada hana.
Selanjutnya kegiatan
hari ni menonton video tentang bagaimana terjadinya salju. Hana sangat antusias
sekali. Harusnya hari ini kami bermain es, akan tetapi es yang bunda berusaha
bekukan di lemari es tidak kunjung beku juga. Akhirnya kegiatan sensory hari
ini saya skip dulu dan berjanji kepada hana akan mengganti di hari lain.
Kegiatan Belajar Melalui Bermain ini adalah
salah satu upaya saya melatihkan kecerdasan spiritual kepada hana. Karena bermain
merupakan sarana belajar anak usia dini. Melalui bermain, anak diajak untuk
bereksploitasi, menemukan, memanfaatkan, dan mengambil kesimpulan mengenai
benda di sekitarnya.
Demikian
kegiatan hari ini semoga bermanfaat. Semoga esok hari project yng kami
laksanakan lebih menarik lagi.
#harikelima
#harike5
#tantangan15hari
#zona3cerdasemosidanspiritual
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia
#familyproject
#sahabatterbaik







Komentar
Posting Komentar