ZONA 3 DAY 15 CERDAS SPIRITUAL DAN EMOSI
ZONA 3 CERDAS SPIRITUAL DAN EMOSI
HARI KELIMABELAS
5 Cara Sederhana Melatih Kecerdasan Emosi Anak
Kecerdasan emosi adalah
salah satu hal yang juga harus Moms prioritaskan untuk dikembangkan pada anak,
disamping kecerdasan logisnya.
Nah, ternyata, cara melatih
kecerdasan emosi anak bisa dilakukan sejak ia kecil lho! Tak perlu repot, sebab
cara melatihnya pun sangat mudah.
Yuk simak beberapa tips
berikut ini!
1. Mengajarkan anak tentang
menerima perasaan negatif
Anak menangis? Mudah marah?
Bersedih atau justru kesal tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan?
Inilah saat yang tepat bagi
Moms untuk melatih kecerdasan emosionalnya. Moms bisa membantu si Kecil
mengenali beragam perasaan negatif hingga ia bisa menerimanya.
Bantu ia untuk
mengungkapkan apa yang ia rasakan secara jujur kepada Moms. Hal ini bisa
membantunya jujur terhadap orang lain serta kepada diri sendiri.
2. Validasi perasaan anak
Saat si Kecil sedang
mengalami perasaan negatif, Moms bisa menenangkannya dengan memvalidasi
perasaannya.
Yang dimaksud dengan
validasi, ialah mengkonfirmasi bahwa perasaan negatif yang ia rasakan wajar
terjadi.
Setelahnya, Moms bisa
mengarahkannya dengan cerita-cerita yang pernah Moms alami, atau mengaitkannya
dengan bagaimana harapan Moms saat si Kecil sedang berada dalam perasaan
negatif.
Hal ini akan membantu si
Kecil terlatih untuk mengenal proses simpati, empati, dan menyadari bahwa ia
tidak sendiri.
3. Melatih sikap empati
pada orang lain
Moms bisa menerapkannya saat
melatihnya bersosialisasi. Bahkan, tak hanya dengan sesama manusia, melainkan
juga apda hewan.
Moms juga bisa melatihnya
saat si kecil sedang beraktivitas atau bermain bersama teman-teman sebayanya.
Selalu arahkan ia untuk bersikap adil, jujur, dan peduli terhadap sesama.
4. Mengajaknya terlibat
mengambil solusi
Saat si Kecil sedang dalam
posisi tidak nyaman, Moms bisa mengajaknya untuk terlibat langsung dalam
memikirkan solusinya.
Misalnya, saat si Kecil
merasa bosan dan marah. Moms bisa mengajaknya berdiskusi mengenai aktivitas apa
yang sekiranya bisa dikerjakan. Moms juga bisa melatihnya untuk bernegosiasi
tentang reward dan punishment apabila si Kecil berhasil melakukan sesuatu hal
yang Moms harapkan.
Secara tidak langsung, Moms
telah memberikan dukungan emosional untuknya. Si kecil juga akan lebih terlatih
untuk mencari solusi yang tepat dan cepat tanggap menghadapi apa yang ia alami.
5. Berusaha memperbaiki
perilakunya dengan contoh
Jika si Kecil melakukan
perilaku yang salah, jangan salahkan emosinya. Ubahlah perilakunya dengan
memberikan contoh serta arahan yang baik.
Jika
Moms menolak emosi yang disampaikan si Kecil, hal ini justru akan membuat
kecerdasan emosionalnya menjadi tidak terlatih. Bantu ia meluapkan emosi dengan
cara yang tepat dan tidak berlebihan.
Sumber : https://www.mooimom.id/mamapedia/tumbuh-kembang-anak/cara-sederhana-melatih-kecerdasan-emosi-anak
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akhirnya sampai juga pada tantangan
hari terakhir yaitu hari ke-15. Hari ini Kamis, 12 November 2020 rencana saya
akan mengajak hana membuat brownies. Brownies ini akan kami donasikan besok
hari pada acara nya Sejuta Cinta Ip Samkabar kerjasama dengan Rumbel Boga IP
Samkabar dalam rangka milad IP Samkabar yang kedua tahun.
Kegiatan kami mulai pukul 14.00
wita, akan tetapi sebelum saya mengajak hana membuat brownies ada sedikit drama.
Hana ingin menonton you tube sambil makan. Lalu saya bilang tidak boleh karena
kalau makan ya makan tidak boleh di sambi dengan kegiatan lain. Saya pun sudah
berusaha mengkomunikasi kan dengan sabar dan hati-hati sekali. Akan tetapi entah
mengapa hana tiba-tiba tantrum, hal yang sudah lama sekali tidak ia lakukan. Lalu
saya pun membujuk dan memeluknya hingga menangislah sejadi-jadinya. Ok dek, ga
apa-apa kalau adek marah, luapkan saja, “ kataku lalu hana menjawab : “ adek
kesel sama bunda.” Duh sedih rasanya tapi langsung saya jawab : “ maaf ya dek,
tapi kan itu peraturan kita kalau makan ga boleh lihat youtube, nanti bunda
kasih waktunya sendiri untuk menonton,” hana pun terdiam.
Lalu setelah ia tenang, hana pun
melanjutkan makan siangnya. Bunda banyak-banyak istighfar, tidak menyangka
bahwa respon hana begitu. Mirip sinetron padahal saya tidak pernah menonton
sinetron. Sambil hana melanjutkan makan, saya pun mempersiapkan bahan-bahan dan
mengeluarkan oven. Lalu hana mendekati saya,
Hana : “ Bun, bolehkah adek mau
bantu membuat kue? “ l
Bunda: “ oh iya dek, memang bunda
ingin dibantu sama adek. Ini kita akan membuat brownies, nah browniesnya ini akan
dibagikan kepada anak-anak di Panti Asuhan.
Hana : “ Panti asuhan itu apa bunda?”
Bunda : “ Panti asuhan adalah tempat
tinggal anak-anak yang kurang beruntung, mereka biasanya tidak memiliki orang
tua,”
Hana : “ aduh kasihan ya mereka “
Bunda : “ iya dek, jadi kita harus
bersyukur dengan apa yang Allah berikan kepada kita, rezeki berupa makanan,
kesehatan dan masih banyak lagi “
Lalu lanjut lah kegiatan kami, Hana
mengaduk dari awal yaitu telur dan gula, lalu saya memasukkan terigu dll dan
terakhir coklat leleh, Hana pun terlihat senang mengerjakannya. Dari awal
kegiatan sampai memasukkan adonan ke Loyang ia lakukan. Sampai kami pun akhirnya
menyelesaikan membuat 4 loyang brownies. Alhamdulillah kegiatan hari ini
berjalan lancar walau pun di awali dengan drama.
Semoga semakin terlatih kecerdasan
emosi dan spiritualmu hana. Kita sama-sama belajar ya sayangku.
Rencana :
Pimpro : bunda
Pelaksana : hana
Bahan-bahan : Terigu, cokelat
batang, cokelat bubuk, susu bubuk, margarin, telur, gula pasir.
Alat : baskom, whisker, oven
Waktu : 12 november 2020 Pukul 14.00 wita – 16.00 wita.
Aktual :
Kegiatan membuat brownies
berlangsung lancar walaupun ada sedikit drama sebelum memulai baking.
Kendala :
Tidak ada
Refleksi :
Emotional quotion : hana
mengeluarkan rasa kesalnya kepada saya dengan menangis dan berteriak. Sampai akhirnya
ia bisa menenangkan diri sendiri dan melanjutkan makn siang dan kegitan baking
bersama bunda.
Spiritual quotion : diharapkan
dengan kegiatan memberi donasi kepada anak-anak di Panti asuhan akan melatih hana
untuk tambah banyak bersyukur kepada Allah.
Persentase :
98%
Perasaan bunda :
Bahagia 😊
#harikelimabelas
#harike15
#tantangan15hari
#zona3cerdasemosidanspiritual
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia
#familyproject
#sahabatterbaik





Komentar
Posting Komentar