ZONA 3 DAY 12 CERDAS SPIRITUAL DAN EMOSI

 


ZONA 3 CERDAS SPIRITUAL DAN EMOSI

HARI KEDUABELAS

 

Pembelajaran Sosial Emosional Anak melalui Metode Bermain Peran

Sosial emosional anak usia dini merupakan suatu proses belajar pada anak dan bagaimana berinteraksi dengan orang lain serta mampu untuk mengendalikan perasaanya sesuai dengan kemampuannya. 

Membangun kecerdasan emosional anak sama pentingnya dengan membangun kecerdasan intelektual pada anak. Kemampuan sosial emosional melatih anak untuk dapat lebih bersabar dalam mengendalikan emosinya dan dapat berinteraksi dengan lingkungannya baik sesamanya maupun orang dewasa karena sejatinya manusia masih membutuhkan orang lain, maka penting diajarkan sosial emosianal sejak dini.

Orang tua sangat berperan penting dalam membangun kecerdasan emosional anak, dibutuhkan dukungan baik dari  keluarga maupun dari lingkungan sekitar. Meskipun kemampuan sosial emosional ini dapat tumbuh secara alami namun anak masih perlu pembelajaran serta dukungan dari lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Pembelajaran sosial emosional pada anak bisa melalui metode bermain peran.

Metode bermain peran adalah metode dimana anak dapat berperan untuk memainkan tokoh-tokoh yang ada disekitarnya. Anak memainkan peran sesuai apa yang diinginkan tanpa menggunakan dialog melainkan sesuai dengan imajinasinya dan terjadi secara sepontan. 

Misalnya, anak bermain peran menjadi sebuah keju yang sangat besar kemudian lama kelamaan kejunya mengecil karena dimakan oleh tikus atau menjadi kancil yang suka mencuri timun dan lain sebagainya. 

Melalui bermain peran siswa diajak untuk belajar memecahkan masalah pribadinya, dengan bantuan kelompok yaitu teman-temannya sendiri, yang melatih anak untuk hidup sosial dan diharapkan siswa mampu untuk menghayati tokoh yang telah diperankan.

Membahas tentang sosial emosional anak, Suyadi berpendapat bahwa anak sebagai aspek dalam perkembangan anak yang sejatinya tidak bisa dipisahkan satu sama lain, dengan kata lain ketika membahas perkembangan sosial harus melibatkan emosi begitupun sebaliknya.

 

Sumber : https://www.kompasiana.com/urfiyahnadiyahfillah/5e79e033d541df04335ed012/pembelajaran-sosial-emosional-anak-melalui-metode-bermain-peran?page=all

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari ini Senin, 9 November 2020 Hana sudah bersemangat lagi. Pagi-pagi ia mnegerjakan tugas pembelajaran dari ibu guru sebanyak 3 kegiatan. Lalu lanjut dengan family project kami, hari ini membahas huruf “K” yang diwakili kata “ kapal “.

Kegiatan pertama yang kami lakukan ialah saya membacakan buku yang berhubungan dengan kapal yang besar atau bahtera di zaman Nabi Nuh As.

Ada dua orang dari keluarga Nuh yang diinformasikan Alquran tidak ikut masuk bahtera. Pertama adalah putranya yang ingkar terhadap ajakan Nabi Nuh. Surat Hud ayat 42-43 menyampaikan.

"Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung dan memanggil anaknya ketika anak itu berada di tempat yang jauh terpencil. " Wahai anakku Naiklah ke kapal bersama kami Dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir." Anaknya menjawab" Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah." Nuh berkata tidak ada yang melindungi dari siksa Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang" dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya maka dia anak itu termasuk orang yang ditenggelamkan,"

Yang kedua yang tidak ikut bersama
 kapal Nabi Nuh adalah istrinya. 

 

Dari cerita itu terlihat ekspresi hana yang penasaran “ Mengapa anaknya nabi nuh ga mau ikut naik kapal ya bun?” “ Karena mereka tak percaya dengan ajaran dan peringatan yang disampaikan oleh Nabi Nuh. Kaum Bani Rasib bahkan tak percaya bahwa Nabi Nuh merupakan seorang rasul. Dan mereka tidak percaya kepada Allah SWT. Lalu hana diam tidak bertanya lagi, entah mengerti atau malah bingung. Saya pun menyudahi ceritanya dan mengingatkan lagi kepada hana. Allah telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita berupa kesehatan, kelayakan hidup, rezeki berupa makanan, dan lain-lain, sudah seharusnya memang kita bersyukur kepada Allah bukan hanya mengucapkan dengan kata-kata, akan tetapi ditunjukkan dengan ibadah yang kita lakukan. Menjalankan perintah Allah SWT dan manjauhi larangan Allah SWT.

Lalu lanjut kegiatan kedua saya mengenalkan bermacam-macam kapal dan perahu kepada hana, dan mencocokkan gambar dengan miniatur kapal dan perahunya nya. Kegiatannya seru. Apalagi ketika melihat miniatur kapal pesiar, kana bilang kepada saya ingin sekali naik kapal yang ada kolam renangnya dan bisa tidur dikamar-kamar kapalnya. Saya pun bilang kepada hana, insyaallah kalau ada rezeki nanti bisa naik kapal pesiar. Ia pun bermain peran dan menamai kapal nya satu persatu, hana asik sekali memainkan miniatur mainannya, ada yang kecil ada yang besar ukurannya. Hana mengajak berbicara antara kapal yang satu dengan yang lain, ia terlihat senang.

Hana senang sekali denga project hari ini, ia mengamati miniatur kapal dan perahu satu persatu dan lalu mencocokkannya juga di buku. Hingga akhirnya sudah waktunya bunda meyiapkan makan siang dan kegiatannya diselesaikan. Hana pun menunggu project di esok hari.

 

Rencana :

Membahas kartu berkisah tentang huruf k yaitu kapal, lalu menceritakan kisah Nabi Nuh As. Selanjutnya mengenalkan mermacam-macam kapal dan perahu dan mencocokkan miniatur mainan dengan gambar.

Aktual :

Alhamdulillah semua kegiatan berjalan dengan lancar. Karena hari senin ini hana sedang dalam mood yang baik dan mau melakukan semua kegiatan.

Kendala :

Tidak ada.

Refleksi :

Emotional Quotion : Hana pun bermain peran dan menamai kapal nya satu persatu, hana asyik sekali memainkan miniatur mainannya, ada yang kecil ada yang besar ukurannya. Hana mengajak berbicara antara kapal yang satu dengan yang lain, ia terlihat senang.

Spiritual Quotion : dari cerita tentang Nabi Nuh As, saya mengingatkan lagi kepada hana. Allah telah memberikan banyak kenikmatan kepada kita berupa kesehatan, kelayakan hidup, rezeki berupa makanan, dan lain-lain, sudah seharusnya memang kita bersyukur kepada Allah bukan hanya mengucapkan dengan kata-kata, akan tetapi ditunjukkan dengan ibadah yang kita lakukan. Menjalankan perintah Allah SWT dan manjauhi larangan Allah SWT.

Persentase :

98 %

Perasaan Bunda :

Bahagia 😊

 







#harikeduabelas

#harike12

#tantangan15hari

#zona3cerdasemosidanspiritual

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

#familyproject

#sahabatterbaik

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF