Pantulan Warna Zona 1 Komunikasi Produktif

 




Pantulan warna

Zona 1 Komunikasi Produktif


Setelah melalui 15 hari melakukan komunikasi produktif bersama anak-anak. Pantulan warna yang saya alami adalah warna pelangi. Mengapa saya memilih warna pelangi? Karena setiap harinya hari-hari saya bersama tiga orang anak dalam melakukan komunikasi produktif ini bisa dibilang berwarna wani. Adakalnya saya terpancing dengan mood anak-anak, ada kalanya juga saya smooth dalam melakukan komprod. Saya berusaha melatih komitmen dan konsistensi  diri agar apa yang saya lakukan ini dikemudian hari bermanfaat bagi saya sendiri dan enak-anak.

Setiap harinya temuan yang saya temukan membuat berbinar dan memiliki keinginan untuk berkomunikasi produktif sesuai dengan teori yang telah di dapat. Aka tetapi di perjalan ada saja hambatan yang kadang membuat perencanaan tidak sesuai dan komunikasi yang telah dipelajari menjadi ambyar bila saya berkomunikasi dalam keladaan yang lelah dan lapar.

Bila kondisi Lelah dan lapar biasanya saya mudah terpancing mengikuti mood anak. Kadang saya mentertawakan diri sendiri. Sebelum berkomunikasi dengan baik ke anak, saya harus menyelesaikan berkomunikasi dengan diri sendiri terlebih dahulu. Ada beberapa pin yang biasa saya sampaikan ke anak-anak bila melakukan komunikasi produktif, diantaranya :

1.       Keep Information Short dan simple (KISS)

Menggunakan kalimat tunggal terlebih untuk anak saya yang berumur lima tahun.

2.       Kendalikan intonasi suara dan menggunakan suara ramah

Dengan menggunakan kaidah 7-38-55

3.       Katakan apa yang kita inginkan

Saya akan langsung mengatakan : “ ayo kita bereskan mainan “ dari pada saya banyak mengeluarkan kata-kata tetapi tidak dimengerti anak-anak.

4.       Fokus ke masa depan, bukan ke masa lalu

“ Kamu sepertinya kesulitan mnegerjakan soal matematika, ada yang bisa bunda bantu?”

5.       Ganti kata “tidak bisa” menjadi “ bisa”

“ Ayo dek, adek pasti bisa mengerjakan tugas itu”

6.       Fokus pada solusi bukan pada masalah

“Sebaiknya mainan ini di bereskan dulu, jadi kita bisa bermain mainan yang lain ya dek.”

7.       Jelas dalam memberikan pujian

“ nah ini aa bisa mengerjakan soal matematika, hebat deh semangat ya.”

Sebetulnya ada 9 poin komunikasi produktif bersama anak, akan tetapi tujuh hal ini yang sebagian besar saya aplikasikan ke anak-anak.

       Setelah melewati 15 hari tantangan komunikasi produktif ini saya masih tetap berusaha menjalankan teori yang saya dapat untuk diaplikasikan sesuai kebutuhan keluarga saya. Semoga dapat selalu konsisten berkomunikasi produktif dengan siapapun dan dimanapun.


YETTI FEBRIANI

MAHASISWI KELAS BUNDA SAYANG BATCH 6

IP SAMKABAR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF