DAY #3 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF

 




TANTANGAN 15 HARI

ZONA #1 KOMUNIKASI PRODUKTIF

HARI KETIGA


    Hari sabtu ini seharusnya rencana tantangan bersama Aa Kyo lagi. Akan tetapi kemarin sore ada sebuah kejadian yang sayang bila tidak saya tuliskan. Ceritanya begini setiap hari Jum’at di kelas anak saya yang ketiga yaitu Hana (5 tahun) ada review apa-apa yabf telah dipelajari lima hari sbelumnya. Nah biasanya ibu guru akan menghubungi anak-anak via video call. Dari pagi saya sudah memberi tahu info bahwa aka nada video call dari ibu guru lalu siangnya saya ingatkan lagi.

     Ternyata ketika ibu guru menghubungi handphone saya, eh tau-tau Hana menangis merengek tidak mau video call dengan ibu guru. Lalu saya minta izin ke ibu guru untuk mengakhiri panggilan dan meminta maaf. Setelah  itu saya mencoba mengajak Hana berbicara. Seperti biasa saya menggunakan kaidah 7-38-55 yaitu 7% suara, 38 % intonasi suara dan 55 % Bahasa tubuh.

Bunda   : “ adek kenapa tadi nangis ga mau video call ?’

Hana      : “ Malu bun, Adek ga mau.”

Bunda   : “ Tapi kan awalnya Adek bilang mau.”

Hana      : “ Adek takut ga bisa jawab nanti kalau ditanya-tanya”

Nah mumpung lagi ngobrol langsung deh memasukkan ilmu komunikasi produktifnya.

Bunda : “ Hana bisa kok, kan setiap hari pelajarannya selalu diulang. Adek juga sudah tau hadist-hadist dan surat pendek yang akan ditanya oleh ibu guru.’

Hana      : “ Tapi malu Bun, ada teman-teman yang lain”

Bunda   : “ Bayangkan aja Adek lagi di kelas dan adek baca hadst dan surat pendeknya bersama teman-teman. Lagian temannya juga kan sudah kenal semua”

Hana      : “ hmm tapi Bunda temenin ya pas nanti video call”

Bunda   ; “ Insyaallah, AdeK harus percaya diri ya, nanti malam mau terima video call atau mau main sama Bunda aja?

Hana    : " Mau dibacain buku dulu baru nanti adek mau terima video call nya."

      Lalu malam nya setelah sholat Isya, Ibu guru mengubungi lagi untuk video call. Alhamdulillah tidak disangka-sangka Hana langsung bilang begini

Hana      : “ Mana jilbab adek, Bun. Adek mau terima Video Call Ibu guru”

Saya berada di kamar karena ternyata Hana tidak mau didampingi bundanya. Ayah mendampingi hana selama kegiatan video call berlangsung.

      Pagi harinya yaitu Sabtu ini tanggal 5 September 2020 Suami memberikan pujian untuk Hana lalu disusul Saya.

Ayah      : “ Adek hebat loh sudah bisa jawab pertanyaan dari ibu guru, bisa melafalkan Surat Al-Ikhlas dan hadist dilarang makan dan minum sambal berdiri.

Bunda   : “ Wah hebat, nah itu Hana bisa, semangat selalu ya dek, waktu Bunda kecil juga berani seperti adek. “

Hana pun terseyum malu.

      Dari kejadian tersebut memang kita tidak boleh memaksakan kepada anak bila anak belum merasa nyaman. Entah apa yang terjadi bila saya tetap memaksakan kegiatan video call itu. Mungkin malah Hana nantinya tidak mau sama sekali karena meraksa dipaksa. Setelah saya pasrah mengikuti dulu kemauannya lalu memulai komunikasi produktif. Ternyata hasilnya adalah Hana dengan senangnya menerima video call dari ibu gurunya.

        Hari ini saya layak mendapatkan 5 bintang (*****) karena berhasil mengkomunikasi kan kepada Hana dan mebuatnya percaya diri.

         Rencana tantangan esok akan bersama aa Kyo mengenai perjanjian memakai gadget di hari libur.














#hariketiga

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF